Asal-Usul Kata Ondoafi - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 01 Maret 2016

Asal-Usul Kata Ondoafi

Ilustrasi
Ilustrasi


Jayapura, Jubi – Kata Ondoafi dan Ondofolo adalah sebuatan untuk pemimpin adat masyarakat asli Sentani. Kata sudah bertahun-tahun dipahami sebatas itu. Dalam percakapan saya dan istri dengan Bapak Uziel Pallo di rumahnya di BTN Permai Hawai, beliau memberikan penjelasan mengenai perkembangan munculnya kata ‘Ondoafi”. Dinamikan muncul kata Ondoafi bermula dari: pertama, Kata “Ondo-Wa”; kedua, Kata “Ondofolo” dan ketiga: Kata “Ondoafi”, Menurut saya, pemahaman yang benar tentang asal-usul kata Ondoafi bagi masyarakat atau publik perlu sekali dijadikan tulisan sehingga tidak hilang, dan bisa dibaca serta dipelajari dan diketahui oleh generasi Sentani dan juga para pembaca lainnya.

Kata Ondowa berarti debu tanah. Ondowa adalah sebutan bagi kelompok orang-orang pertama yang datang mendiami phuyakha bhu (Sentani). Disebut Ondowa karena kelompok orang-orang pertama yang datang ke Sentani sudah meninggal semuanya, dan telah menjadi debu tanah (Ondowa). Itu sebabnya kelompok orang-orang pertama yang sudah habis generasinya, mereka disebut ‘Ondowa”

Kemudian, ada kelompok orang-orang kedua lagi yang datang ke Sentani. Setelah tiba di Sentani, mereka melihat bahwa tidak ada lagi orang-orang dari kelompok pertama yang masih hidup. Itu artinya, orang-orang kelompok pertama yang datang ke Sentani telah punah. Itu sebabnya mereka menamakan diri mereka “Ondowa Holo na”. Artinya mereka masih termasuk dalam keturunan atau kelompok orang-orang pertama yang datang ke Sentani. 

Dari latar belakang cerita ini kita bisa memahami asal-mula kata “Ondofolo”. Kata Ondofolo sebenarnya terdiri dua suku kata yaitu “Ondowa” dan “Holo”. Kata Ondo berarti debu tanah, sedangkan Holo berarti rombongan atau generasi. Untuk mempermudah penyebutannya maka Ondoholo disebut On dofolo. Kelompok kedua ini hidup dalam kutuk, karena banyak melakukan hobatan (phulo) dan perbuatan-perbuatan curang dan licik (khelai). Pemimpin kelompok kedua ini disebut “Ondofolo”. Dalam perkembangannya, kelompok kedua ini terpecah dan terbagi ke empat penjuru mata angin. Mereka terpecah karena masing-masing hidup dalam kejahatan. Akhirnya orang yang pertama bernama Rali (seorang laki-laki) pergi ke arah timur. Orang yang kedua bernama Ebung (seorang laki-laki)pergi ke arah Selatan. Orang yang ketiga bernama Wai (seorang laki-laki) pergi ke arah Barat dan orang yang keempat bernama Robong (seorang perempuan) pergi ke arah Utara. Nama Robong ini yang kemudian dipakai untuk sebutan Gunung Robongholo atau Dobonsolo. Dari keempat nama ini akhirnya dipakai sebagai sebutan untuk keempat arah mata angin dalam bahasa Sentani. Keempat nama ini adalah nama “Walobho” atau “Dewa”.

Kemudian datang kelompok ketiga. Mereka tahu bahwa kelompok orang-orang kedua hidup dalam kegelapan dan banyak melakukan kejahatan, maka kelompok ketiga ini tidak mau ikut bergabung atau hidup dalam pengaruh kejahatan kelompok kedua. Lalu mereka menyebut kelompok mereka dengan sebutan “Ondowa hi”. Kata Ondoafi sebenarnya terdiri dari dua suku kata asli yakni “Ondowa” dan “Hi”. Kata Ondo berarti debu tanah. Sedangkan kata Hi berarti lain atau lainnya. Dengan adanya perkembangan, dan kemudahan-kemudahan dalam penyebutan, makanya kata Onda-Hi berubah sebutannya menjadi Ondoafi. Jadi kata asli dari “Ondoafi” adalah “Ondo-hi” atau debu/abu yang lainnya. Pemimpin kelompok ketiga ini disebut “Ondoafi”. (Pilipus Kopeuw dan Elsa Suebu)


Sumber : www.tabloidjubi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here