Dilarang Diam - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 19 Maret 2016

Dilarang Diam

Facebook Photo: Dilarang Diam


Kami manusia yang beranjak dari mimpi,
manusia yang sedang mencari jati diri,
manusia yang sedang mencari identitas asali.

Kami merenung diri,
dan hidup,
masa lalu, kini, juga masa depan.

Tapi kami mendengar,
amat terang dan jelas di kuping,
di sana, di pelosok kampung dan kota.

Penghargaan jati diri,
penghormatan eksistensi,
pengakuan kemanusiawian,
mendapat zona degradasi.

Semua distigma negatif,
semua dilarang,
semua dimarginalkan,
semua dipandang sebelah mata.

Seakan jati diri rendah di mata mereka,
seakan kemanusiawian terlempar di mata mereka,
seakan hina-dina di mata mereka,
seakan jadi setengah binatang.

Ini pukulan telak,
Hak Azasi Manusia yang dijunjung mati,
ditelan harimau Indonesia yang buas,
negara pengaku penegak Hak Azasi pun diam membisu.

Wahai….
kaum terintimidasi,
kaum tertindas,
kaum terjajah.

Diam adalah penghianat,
diam adalah mengakui,
diam adalah menyetujui,
terhadap kemanusiawianmu agar dipenjarakan dan mati.

Tanamkan jiwa juangmu,
bergeraklah melangkah,
tumpaskan semua penjahat,
lawan penjajah jati dirimu,
merdeka itulah kebanggaan jati dirimu.


Honaratus Pigai
Papua, 18/03/2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here