Hot!

Ham Papua

Hubertus Mabel Buchtar Tabunidan Mako Tabuni (Foto BT)
Suatu hari kami di tanya oleh seorang wartawan. "Bolehkah kaka bertiga membantu kami memberi data korban kekerasan terhadap masyarakat di Papua?

Tanpa koordinasi ke dua rekan saya di samping kiri dan kanan saya.
Saya langsung menjjawab secara spontan.

"Maaf! Kami tidak punya waktu hitung-hitung jumlah korban.
Kami tidak punya waktu kliping-kliping koran lalu jadikan buku dan berdialektika di ruang2 tunggu. 

Kami punya waktu hanya mengorganisir rakyat west papua untuk melakukan perlawanan secara DAMAI dan bermartabat.
Wartawan bertanya lagi.

"Kamu tidak takut kalau dapat bunuh karena melawan negara?
Begitu saya sejenak mencari jawaban.

Secara spontan Hubertus Mabel menjawab.

"Tidak! Karena kami ini sisa-sisa peluru dan siap mati gratis"

Tiba2 Mako Tabuni beri kode untuk kami tidak boleh melayani wartawan itu lalu kami berdiri dan meninggalkan tempat.

Ternyata belakangan kita mulai tahu kalau orang itu bukan wartawan.

Ini sebuah pengalaman agar kedepan kita yang masih hidup ini tidak melayani wartawan sembarang.


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.