Isi Ajaran Mahatma Gandhi Untuk Kemajuan Gerakan Nasionalisme India - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 20 Maret 2016

Isi Ajaran Mahatma Gandhi Untuk Kemajuan Gerakan Nasionalisme India

foto Mahatma Gandhi nasionalisme indiaSikap anti terhadap politik kolonialisme dan imperialisme Inggris dari masyarakat India telah muncul sejak tahun 1857. Sikap anti Inggris tersebut muncul pada saat terjadinya peristiwa The Great India Mutiny. Akibat dari pemberontakan tersebut, kongsi dagang Inggris yang bernama East Indian Company (EIC) dibubarkan dan kerajaan Islam Moghul dihapuskan. Sejak saat itu pemerintah kolonial Inggris mengembangkan kekuasaannya di India.
Kebangkitan gerakan nasionalisme India tidak mengandung permusuhan terhadap kolonial Inggris dan tidak bersifat politik. Gerakan nasionalisme di India pada awalnya berbentuk pembaruan di bidang sosial dengan tujuan memberantas adat kolot dan usang serta memajukan pendidikan untuk meningkatkan derajat bangsa India. Gerakan nasionalisme di India antara lain:
1. Gerakan Pendidikan Santiniketan
Gerakan pendidikan di India disebut Santiniketan dan dipelopori oleh Rabindranath Tagore. Rabindranath Tagore merupakan salah seorang filsuf dan sastrawan dari India yang memusatkan pembaruan masyarakat di bidang pendidikan dan sastra. Lembaga yang dipimpin oleh Rabindranath Tagore berusaha menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, bangsa, dan kebudayaannya serta menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi dunia Barat.
2. Gerakan Theosofi
Gerakan Theosofi dipimpin oleh Annie Besant. Tujuan gerakan ini adalah untuk menggali dan menghidupkan kembali nilai-nilai filsafat dan ajaran agama bangsa India kuno. Dengan demikian, harga diri dan kebangsaan nasional India terhadap masa lampaunya yang jaya, serta percaya diri terhadap masa depan yang lebih baik dapat ditanamkan kembali.
3. Gerakan Sosial Ramakrishna dan Brahma Samaj
Gerakan sosial yang menandai kebangkitan nasionalisme di India ada dua, yaitu Ramakrishna dan Brahma Samaj. Gerakan Ramakrishna mengusahakan pembaruan masyarakat dan kesatuan agama. Ajaran ini akhirnya berkembang luas dibawah pimpinan tokoh India yang bernama Vivek Ananda.
Gerakan sosial yang kedua adalah Brahma Samaj yang dipelopori oleh Ram Mohan Roy pada tahun 1828. Brahma Samaj berusaha menghapus adat kolot yang berlangsung di India, seperti penghapusan upacara Sati.
Sati adalah suatu kebiasaan yang berlangsung di India yang memaksa seorang janda untuk melakukan bunuh diri dengan cara terjun ke dalam api tempat pembakaran jenazah suaminya sebagai ungkapan belasungkawa. Selain itu, gerakan Brahma Samaj juga mengajarkan asas persamaan pada semua agama dalam prinsip keesaan Tuhan.

Perjuangan Kemerdekaan India Era Mahatma Gandhi

Gerakan-gerakan di atas akhirnya menjelma menjadi gerakan nasional yang bersifat politik. Gerakan kebangsaan dimulai sejak tahun 1885, yaitu saat berdirinya organisasi kebangsaan pertama di India yang bernama All India National Congress. Badan ini merupakan Majelis Rakyat India yang beranggotakan para wakil golongan Hindu, Buddha, dan Islam.
Tokoh-tokoh India yang terkenal melalui gerakan ini adalah Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru, Banerjee, B.G. Tilak, Moh. Ali Jinnah, Liquat Ali Khan, dan Iskandar Mirza. Perjuangan pergerakan nasional India banyak dipengaruhi oleh ajaran dan sikap politik pemimpinnya seperti Bal Gangadhar Tilak yang mengajarkan sikap nonkooperatif terhadap pemerintahan kolonial Inggris.
Tokoh yang terkenal dalam sejarah gerakan nasionalisme di India adalah Mahatma Gandhi. Gandhi menganjurkan empat asas penting dalam perjuangan dan nasionalisme di India. Asas-asas perjuangan tersebut merupakan ciri khas perjuangan Mahatma Gandhi dan menginspirasi bangsa-bangsa lain di dunia. Keempat asas Mahatma Gandhi adalah sebagai berikut.
  1. Ahimsa: asas anti peperangan dan menganjurkan perdamaian, yang berarti gerakan melawan Inggris tanpa kekerasan.
  2. Hartal: asas dalam bentuk aksi tidak berbuat sesuatu apapun untuk kepentingan kolonial Inggris.
  3. Satyagraha: asas tidak bersedia bekerjasama dengan pemerintah kolonial Inggris (non kooperatif).
  4. Swadeshi: asas gerakan dengan tidak memakai bahan-bahan buatan Inggris dan mengutamakan pemakaian bahan buatan sendiri.
Asas-asas yang diajarkan oleh Mahatma Gandhi tersebut mencerminkan sikap humanisme universal Gandhi. Justru dengan unsur-unsur tersebut, gerakan kemerdekaan di India mempunyai ciri yang berbeda dari gerakan kemerdekaan di negara-negara Asia lainnya. Kebangkitan nasional bangsa-bangsa Asia, misalnya Indonesia, China, Philipina, dan Turki, identik dengan penggunaan cara-cara kekerasan. Karakter nasionalisme India yang tanpa menggunakan kekerasan merupakan salah satu nilai unggul bangsa India yang memiliki sejarah kebudayaan luhur sejak era Mahenjodaro-Harappa.
Referensi:
www.syaharuddin.wordpress.com/2009/12/18/nasionalisme-india/
http://id.wikipedia.org/wiki/Mahatma_gandhi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here