Jiwa Merdeka Tahun 61 - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 05 Maret 2016

Jiwa Merdeka Tahun 61

Ilustrasi Papua Merdeka 

Oleh Stefanus Pigai
Surabaya.Zonadinamika.com Secara umum, Jiwa adalah sesuatu yang menjadi sumber kehidupan dalam ruang lingkup mahluk Tuhan Yang MahaEsa, merupakan keseluruhan keadaan batin manusia yang terdiri atas pengenalan (kognitif), perasaan (afektif), kehendak (konasi), dan psikomotorik.
Jiwa 61 adalah sumber kehidupan bagi perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan batin dalam merebut, mempertahankan kemerdekaan, menegakan kedaulatan rakyat, dan mengisi kemerdekaan Semangat adalah roh kehidupan yang member kekuatan dan dorongan berkehendak, bekerja dan berjuang; baik yang datang dari dalam diri (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik), dan terutama atas dasar ketakwaan.
Semangat 61 adalah dorongan dan perwujudan yang dinamis dari Jiwa 61 yang membangkitkan kemauan untu berjuang merebut, mempertahankan kemerdekaan, menegakan kedaulatan rakyat, dan mengisi kemerdekaan.
Nilai adalah konsep abstrak mengenai suatu masalah dasar berupa norma agama, budayadan moral bangsa yang sangat penting dalam kehidupan dan mempengaruhi tingkah laku. Nilai 61 adalah norma yang telah didapat dan disepakati sebagai ukuran dari sifat/perbuatan dan dinyatakan dalam kualitas.
Angka 61 menunjukkan tahun yang merupakan puncak perjuangan bangsa Papua dalam mengakomodasi etos pejuangan bangsa papua sehingga dapat memproklamasikan kemerdekaan bangsa. Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai jiwa adalah dasar, kekuatan, daya dorongdan moral perjuangan bangsa papua yang merupakan suatu rangkaian kata yang erat berkaitan, dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan dan harus diartikan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh. TETAP MERDEKA !
Setelah semangat 61 Berkobar NKRI meluncurkan Tri Komando Rakyat TRIKORA di Alung-Alung Jogja utara dibawah intruksi Resim Soeharto-Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dengan beberapa Bahasa Pidato, pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno dalam rapat raksasa di Yogyakarta mengeluarkan Tiga Komando Rakyat (Trikora). Isi Trikora adalah:
1.Gagalkan pembentukan Negara boneka Papua penbentukan Koloni Belanda di Irian Barat
2.Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia
3.Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa Indonesia
Tetapi semangat 61 selalu ada dalam garis perjuangan, namun pada saat bangsa papua di aneksasi kedalam NKRI Pada 01 Mei 1963 Pun semangat 61 selalu ada dan terus Berkobar di antara para pejuangan yang memperjuangkan terhadap Hak yang memaksa secara Paksa oleh NKRI, tetapi Darah Juang Semangat 61 salalu ada.
Bahkan pemerintah pusat mengangap bahwa persoalan integrasi Papua kedalam NKRI sudah final dan sah secara hukum internasional (lewatPepera 1969) dan dikukuhkan dengan Resolusi PBB Nomor 2504 atas pelaksanaan Pepera di West Papua, namun tetapi semangat 61 tetap ada.
Dan Pepera (dalam istilah keindonesiaan Mufakat) 1969 yang menjadi proyek rekayasa PBB yang melibatkan beberapa Negara anggotanya seperti Amerika, Belanda, dan Australia. Tetapi Dengan tegas kami meyikapi bhawa Pepera Adalah Ilegal Bagi kami Rakyat Papua, karena Pepera Adalah Perusahaan yang diciptakan Oleh PBB untuk Kepentingan Penanaman Saham PT Freeport di Papua dan beberapa Perusahaan Luar yang ada ditanah Papua.
Maka, pemerintah pusat mau tidak mau harus membuka mata dan melihat apa yang salah dengan proses Sistem tersebut, sehingga memberikan Kembali Hak secara Penuh kepada kami bangsa Papua untuk menuntut pemisahan diri dari NKRI.
Inilah yang dimaksud penulis dengan konsekuensi politik dari Pepera 1969 yang harus disikapi secara dewasa oleh pemerintah pusat untuk mencari solusi dan jalan keluar yang terbaik guna menyelesaikan tuntutan politik pemisahan diri Papua dari NKRI. Karena perjuangan semangat 61 tetap selalu ada di garis perlawanan dengan sejara Perjuangan west papua yang melekat bersama Ideologi yang Utuh.
Penulis Mahasiswa Papua Kulia di Kota Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here