Kebohongan Alkitab Melampaui Batas Tuhan - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 21 Maret 2016

Kebohongan Alkitab Melampaui Batas Tuhan

KEBOHONGAN ALKITAB MELAMPAUI BATAS TUHAN.
Selama saya membaca Alkitab selama 8 bulan sebanyak 20 kali di ulang ulang. disitu saya menemukan berbagai faktor yang bisa di pertanya dan keliru antara hubungan Alkitab dan Tuhan Yesus. ternya Alkitab sudah Sudah mengutip beberapa hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan yang tidak logis sesuai dengan di perintah Tuhan seperti berikut:

1. Mana pengakuan Yesus dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen ?
Kalau diperhatikan baik-baik dalam Alkitab, Tuhan Yesus tidak sekali-kali berkata bahwa Ia membawa agama atau Dia "beragama" tertentu. Tuhan Yesus datang membawa kabar Kerajaan Allah, menyelesaikan misi penyelamatan dan sekali lagi, YESUS TIDAK MEMBAWA AGAMA.
Lantas munculah pertanyaan, lalu kapan kata-kata "Kristen itu muncul"? Coba cek Alkitab di ayat :
Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kis 11:23-26)
SIAPA SAJA yang mengaku pengikut atau murid Kristus, Dia adalah KRISTEN. Kristen adalah sebutan bagi pengikut Kristus.
Contoh yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari, kalau ada seorang yang nge-fans sama band tertentu, pasti ada sebutan untuk para penggemarnya bukan? Misalkan Selena Gomez, nama fansnya adalah Selenator.

2. Mana ajaran Yesus ketika dia berumur 13 - 29 tahun ?
Pertama-tama ada yang perlu dipahami bahwasanya : "Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu."-Yohanes 21:25
Ya, memang ada bagian dari hidup Yesus yang tidak tercatat di dalam Alkitab. Akan tetapi, coba bandingkan dengan nabi yang ditulis dalam Alkitab, kehidupan mereka pun tidak seutuhnya di tulis.
Yang di catat dalam Alkitab hanyalah garis besar kehidupan Yesus, antara lain :
- Yesus Kristus dilahirkan (Matius 1:18-25; Lukas 2:1-7)
- Yesus Kristus disunat pada usia 8 hari dan diserahkan di Bait Allah (Lukas 2:21-40)
- Pemunculan-Nya kembali di tempat Bait Allah yang sama pada umur 12 tahun (Lukas 2:41-52),
- Penampilan diri-Nya di depan umum setelah dibaptiskan oleh Yohanes, "ketika Yesus Kristus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira 30 tahun" (Lukas 2:23).
Akan tetapi ada sedikit yang bisa ketahui apa yang Yesus lakukan selama waktu kosong yang tidak tertuliskan tersebut yaitu MENYEBAR INJIL / BERDAKWAH.
Bukti-bukti Yesus berdakwah ketika berusia 12 dan 30 tahun:
"Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu." (Lukas 2:42)
"Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur' kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, la adalah anak Yusuf, anak Eli...." (Lukas 3:23)

3. Mana ucapan Yesus dalam Alkitab "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja" ?
Terus terang, tuntutan para skeptis ini sungguh merupakan lelucon tersendiri. Tahukah para skeptis bahwa orang Yahudi dikala itu selalu tahu bahwa yang dinamai Tuhan itu hanya jikalau Ia disembah. Dan apa atau siapa yang disembah sujud, itulah (dianggap) Tuhan!Itu adalah definisi sejak manusia berhubungan dengan Tuhan. Itu bukan berita khusus bagi kaum Yahudi. Tuhan disembah bukan karena Dia yang pertama-tama menuntut, melainkan akibat dari kedasyatan kuasa dan kemuliaanNya, yang menggetarkan hati manusia, maka Ia dipercayai, diakui, diandalkan, ditakuti dan dihormati dalam hidup dan sesembahan kita.

Lantas apakah tidak ada sama sekali dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah ALLAH? Tenang, ada kok, hanya saja mungkin mereka yang membaca tidak dengan sadar.
Yohanes 13:13 "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan."
Jika ada orang yang menyebut Dia sebagai Allah pun, tidak sekali-kali Ia menolak, lihat di :
Matius 28:17 "Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu."
Yohanes 9:38 "Katanya: 'Aku percaya, Tuhan!' Lalu ia sujud menyembah-Nya."
Bahkan sebelum Yesus lahir ke dunia pun, Ia telah disembah, Ia telah di puji dan ditinggikan :
Matius 2:2
"dan bertanya-tanya: 'Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
Matius 2:11 "Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. "

4. Mana dalilnya firman Allah dalam Alkitab "Akulah yang mewahyukan Alkitab, maka Aku pula yang akan menjaganya" ?
KONSEP PENGILHAMAN ALKITAB, ADA KESALAH-PAHAMAN YANG PENTING
Banyak orang keliru dalam memahami Alkitab, mereka beranggapan bahwa suatu kitab Allah harus berisi wahyu Tuhan yang diturunkan langsung ke dunia. Kitab itu dianggap harus murni seratus persen dari surga tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan, dan tanpa kelemahan sekecil apapun. Dengan alasan Tuhan Maha Sempurna tidak mungkin ada kekurangan sekecil apapun pada firmanNya yang telah ditulisNya di Surga.
Mungkin juga ada yang bertanya-tanya, mengapa Yesus – yang pasti cakap menulis – tidak menulis sendiri kitab Injil?
Di dalam Alkitab tidak dinyatakan jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun, seandainya Yesus menulis sendiri kitab Injil-Nya, maka dikhawatirkan kitab itu akan diperlakukan sebagai jimat dan diberhalakan. Bila ini terjadi, tentu bertentangan dengan kehendak Tuhan Yesus sendiri.
Perlu diingat bahwa kitab Injil bukan saja tidak menyinggung tulisan tangan Yesus, namun juga tidak mencatat ciri-ciri fisik diri-Nya dalam Injil, (misalnya : bagaimana warna kulitNya, gemuk-kurus-pendek-Nya dll). Walaupun banyak sekali pengungkapan Injil tentang kepribadian Yesus, namun Tuhan tampaknya sengaja tidak mengilhamkan tanda-tanda fisikNya untuk ditulis dan diwariskan secara salah ke dunia. Tuhan tahu bahwa pengagungan (idol) unsur-unsur fisik oleh manusia akan berpotensi memicu SARA dan berhala.
Memang ada banyak lukisan karya para maestro dunia seperti Leonardo Da Vinci, Michelangelo dll. Dalam lukisan-lukisan mereka yang bertema religius, menggambarkan kira-kira wajah Yesus sesuai dengan insting seni mereka. Namun semua itu hanya rekaan seniman semata, bukan dengan dasar Alkitabiah yang menggambarkan bahwa Yesus memang berwajah seperti itu dan berpostur tubuh seperti itu.
Cara Allah yang memberi ilham pada penulisan Alkitab adalah berbeda dengan konsep suatu kalangan tentang pewahyuan langsung (tanpa sentuhan manusia).
Pengilhaman penulisan Alkitab adalah sebagai berikut :
1. Alkitab bukanlah kumpulan ayat-demi-ayat, yang setiap “katanya” didiktekan secara langsung dan mutlak oleh Tuhan tanpa sentuhan manusia.
Tuhan-Alkitab tidak mendiktekan FirmanNya dengan cara demikian. FirmanNya yang "dimasukkan" ke dunia dan tinggal di dunia untuk berkomunikasi dengan manusia melalui panca-indera dan nalarnya, ternyata justru memilih unsur-unsusr dunia yang terbatas, seperti: tempat, waktu, budaya dan bahasa-dunia. Bukankah ini dapat diumpamakan dengan orang-tua yang harus membatasi dirinya dan menurunkan tingkat bahasanya ketika ia berbicara dengan seorang anak kecil? Karena Tuhan memilih dan memakai hal-hal yang terbatas, maka Ia pun menggambarkan hakekat keilahianNya dalam batas-batas yang dipilihNya itu. melalui bahasa dan budaya manusia namun dalam hikmat Roh Allah, firmanNya disampaikan kepada manusia (1 Korintus 2:13)

2. Kalimat-kalimat di dalam Alkitab itu tidak seluruhnya berupa perkataan yang disabdakan secara langsung oleh Tuhan, melainkan ada pula berupa kisah-kisah yang ditulis dengan menggunakan tangan penulis, namun semua didasari pada ilham Roh Kudus kepada para penulisnya

Berita kebenaran Alkitab ditulis manusia yang tetap diberi kebebasan untuk menggunakan bakat dan gaya penulisan, huruf dan bahasa mereka masing-masing. Dengan demikian, hasil tulisan setiap penulis terkait dengan budaya dan kepribadian sera pengalamannya.
Namun semuanya telah dituntun oleh Roh Kudus untuk menghasilkan Firman-Nya yang dituangkan secara benar, perlu dan cukup, didalam batas-batas pengertian yang mampu diungkapkan melalui rangkaian abjad dunia yang terbatas. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan (2 Petrus 1:21)

3. Alkitab bahkan tidak memuat seluruh perkataaan mujizat dan perbuatan Allah atau nabiNya selama karya utusanNya dibumi
Mengapa orang tidak mempersoalkan jumlah ayat-ayatNya yang terbatas dalam kitabNya, padahal Firman Allah tidak terbatas dalam segala aspek (segi) dan dimensinya? Mengapa orang menganggap seluruh ayat-ayat tersaji itu sudah lengkap? Bukankah itu aneh.
Mengenai 'keanehan' yang sering tidak kita sadari, Alkitab menerangkan bahwa kelengkapannya tidak ditentukan oleh mutlaknya jumlah ayat dan pasal hukum untuk menjawab setiap masalah dunia kini dan nanti, melainkanlengkap dalam arti cukup untuk menyampaikan maksud dan kehendak Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan bahwa Yesus Kristus itulah Juru selamatnya. Hal ini tertulis antara lain Yohanes 20:30,31 sebagai berikut :
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Kitab-kitab Injil juga tidak perlu memuat semua ucapan dan perbuatan Yesus selama Ia tinggal di dunia. Lihat, misalnya Matius 4:23, Yohanes 2:23, Yohanes 16:12 atau Lukas 5:4, yang tidak menuliskan ucapan-ucapan dan perbuatan Yesus pada kitab-kitab Injil tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi kebenaran dan kesempurnaan injil, yang telah ditulis supaya kita percaya.
* Yohanes 21:25Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
4. Dalam banyak hal, Tuhan menyampaikan pesanNya melalui perumpamaan-perumpamaan sederhana. Padahal mustahil perumpamaan-perumpamaan itu dapat menggambarkan secara mutlak kebenaran yang diumpamakan
Yang bisa sempurna menggambarkan sesuaru agaknya hanyalah duplikat atau kembaran atau foto-copy canggih dari gambar aslinya. Mustahil ada perumpamaan yang seratus persen sempurna menyamai rincian-rincian aslinya.
Ketidak sempurnaan ini hanya dapat diartikan bahwa penggambaran dan pengungkapan Firman Tuhan dengan menggunakan perumpamaanpun tidaklah sempurna secara mutlak, kecuali lebih memberikan pemahaman dan pesan-pesan pokok Firman Tuhan
5. Teks, Alkitab saja belum memberikan seluruh makna kebenaran
Alkitab bukan sekadar teks, melainkan Firman Tuhan yang hidup. Ia bukan hanya pesan yang tersurat melainkan jugatersirat. Bahkan merupakan pesan ilahi yang baru dapat dimengerti secara penuh bilamana hati pembacanya diberi pengertian khusus oleh Roh Allah (divine illumination
Orang-orang Yahudi, walaupun mengenal Abraham, Musa dan taurat telah ditegur oleh Yesus karena tidak mengenal "bahasanya Taurat", yaitu FirmanNya.
" Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku" (Yohanes 8:43)
Bahkan Petrus dan murid-murid Yesus, yang senantiasa bersama Yesus, juga tidak mengerti Kitab Suci sebelum Dia -Sang Pemilik Kitab Suci - membuka pikiran mereka (Lukas 24:44,45). Ini membuktikan, bahwa kebenaran penuh dari Kitab Suci tidak terletak pada kesempurnaan susunan kalimat, kelengkapan jumlah huruf dan semantika teksnya, melainkan pada kelengkapan pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus atas teks tersebut.
Yesus berjanji akan memberikan pengertian tersebut kepada mereka yang menyambutNya "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;..." (Yohanes 16:13)
Tuhan mampu membuat Alkitab cukup sempurna melalui dan keterbatasan manusia. Dimanapun, Tuhan tidak pernah menetapkan bahwa adanya wahyu yang robotis (tanpa unsur manusia) merupakan prasarat bagi kebenaran. Para nabi Israel pun tidak pernah mengenal pewahyuan yang demikian. Tuhan Tidak bermaksud menghadirkan dunia sebuah Alkitab yang asing, terlepas dari unsur dunia ini. Ia justru memilih kitab ilahi yang masuk kedalam sejarah-dunia dalam keterbatasannya, namun berpadu dan berhubungan akrab dengan manusia, seakrab mungkin. Firman yang diturunkan di dalam wujud yang dianggap oleh orang-orang sebagai “lemah, penuh kekurangan, mengandung banyak kesalahan, dan tidak sempurna”, justru tidak pernah kehilangan kemampuannya untuk tampil sebagai Alkitab yang benar dan sempurna!
Ini sepadan dengan keilahian Yesus yang sempurna di dalam tubuhNya yang tidak sempurna, yang fana dan “lemah” (bisa lapar, haus, letih, terharu, sedih, menangis dan sebagainya). Namun apa yang semula dianggap “lemah” dan penuh kekurangan itu justru tidak menghilangkan kewibawaan, kebenaran dan kesemburnaan Tuhan untuk melaksanakan misiNya! Semuanya justru berfungsi untuk mengakrabkan hubungan khusus Tuhan Yesus dengan ciptaanNya di dunia yang tidak sempurna ini. Yesus menjelaskan posisi ini untuk kepentingan misi penyelamatan manusia
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat”……. “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 5:32, 19:10)
Pengetahuan tentang seluruh teks Alkitab dan upaya untuk mempelajarinya secara mendalam sangat penting bagi kehidupan dan pengembangan rohani. Namun bukan hal itu yang menjamin keselamatan seseorang. Alkitab tidak mengenal bahwa dengan makin pintarnya seseorang menemukan dan mengamalkan tradisi dan ayat tersembunyi, akan otomatis menempatkannya lebih berpahala sehingga lebih mudah naik ke surga, ketimbang orang-orang bodoh yang kurang mengetahuinya. Inilah keadilan Tuhan-Alkitab, atas orang-orang yang sederhana dan yang tidak mampu membaca. mereka tetap dibuat pantas dan disetarakan oleh Tuhan dengan para Ahli Kitab yang bahkan menguasai perngertian seluruh ayat Alkitab yang ada!
Jadi, itulah keunikan pengilhaman Alkitab. Sekalipun tidak dikerjakan secara langsung dan mutlak-total dengan Tangan-Tuhan (secara ‘robot’ didiktekan), dan sekalipun tunduk mengikuti segenap keterbatasan duniawi, namunAlkitab cukup sempurna untuk menyaksikan kebenaran Mesias, Anak Tuhan, menyampaikan kehendak Tuhan, memberi hikmat, berkat dan keselamatan bagi umat manusia.
5. Mana perintah Yesus dalam Alkitab beribadah hari minggu ?
6. Mana dalil dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia ?
7. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dijamin pasti masuk surga ?
8. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya ?
9. Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakan natal ?
10. buktikan siapa yang hafal Alkitab walau satu surat saja ?
Jawaban untuk pertanyaan selanjutnya akan menyusul smile emotikon semoga memberkati! Tuhan Yesus memberkati.

Oleh:Jhemzz

Tulisan ini membali dipubikasikan oleh 
Jhemzz di facebooknya 

3 komentar:

  1. Kebanyakan baca Alkitab tu Jhemz, kurangi biar normal kembali.
    kasihan nanti jadi ateitis.

    BalasHapus
  2. Rasio, Iman, dan percaya buku nii perluh dibaca yg update dan penulis artikel juga

    Stop sudah

    BalasHapus
  3. Rasio, Iman, dan percaya buku nii perluh dibaca yg update dan penulis artikel juga

    Stop sudah

    BalasHapus

Post Top Ad

Responsive Ads Here