Hot!

KNPB: Operasi Polda dan TNI Hanya Proyek

Ketua Umum KNPB Pusat, Victor Yeimo – Jubi/Abeth You
Ketua Komite Nasional Papua Barat, Victor Yeimo menyebut aksi penembakan yang dilakukan kelompok pimpinan Lekagak di Kabupaten Puncak Jaya sebagai sikap penolakan terhadap pembangunan jalan Trans Papua. Pasalnya kata dia, dengan adanya jalan itu hanya menguntungkan pengusaha besar yang tengah berinvestasi di tanah mereka.

"Mereka memiliki pemikiran bahwa kalau akses pembangunan dibuka sampai ke kampung-kampung justru memudahkan imigrasi atau pendatang dari luar dan pengusaha," ungkap Victor kepada KBR, Senin, 21/3/2016.

Ia pun menuding aksi yang dilakukan kelompok Lekagak kerap dijadikan alasan bagi Kepolisian untuk menambah anggaran pengamaman.
"Sengaja dipelihara oleh tentara. Di satu sisi mereka melakukan perlawanan, tapi perlawanan itu dimanfaatkan atau bargain Polri TNI untuk proyek keamanan," katanya.

Sementara terkait operasi yang akan digencarkan Polda Papua dan TNI, menurut Victor, bukanlah hal yang dikhawatirkan. Pasalnya kata dia, operasi di Papua terjadi saban hari.
"Jadi tak perlulah bikin operasi baru hanya untuk mencari alokasi dana. Toh operasi terjadi tiap hari. Justru, operasi itu ditunggu-tunggu kelompok Lekagak dan lainnya untuk melakukan perlawanan terbuka. Dengan begitu tak lagi dicap aksi kriminal."

Terkait pembangunan jalan Trans Papua, menurut Victor, masyarakat Papua tidak dipersiapkan dengan baik.
"Mereka belum siap dengan alat produksi modern. Tak punya mesin industri. Maka siapa yang akan memakai akses pembangunan itu?" ungkapnya. Sedangkan, keinginan masyarakat Papua adalah pembangunan manusia bukan pembangunan fisik.

"Yang diinginkan orang Papua itu pembangunan manusia dan ini tidak dipersiapkan. Perspektif pemerintah Indonesia bahwa yang modern itu ketika bangunan ada," pungkas Victor.
Dampaknya, kepercayaan masyarakat Papua kepada pemerintah pusat semakin minim. Itulah dasar kata dia, mengapa masyarakat Papua ingin mengatur pemerintahannya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.