Kronologis Pelarangan Festival Belok Kiri - WENAS KOBOGAU

Breaking

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 05 Maret 2016

Kronologis Pelarangan Festival Belok Kiri

Festival Belok Kiri, yang rencananya bakal dimulai pada Sabtu (27/2/2016) di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, tiba-tiba dilarang digelar.
Pelarangan itu datang dari Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) selaku pemilik tempat pelaksanaan kegiatan. PKJ berdalih kegiatan tersebut belum mengantongi surat izin.
Terkait pelarangan itu, Komite Pelaksana Festival Belok Kiri melalui akun twitter @BelokKiri_Fest memberikan penjelasan.
Menurut Komite Pelaksana, pada tanggal 19 Februari lalu, pihak PKJ sudah memberikan surat izin pelaksanaan acara kepada panitia. Namun, panitia diminta untuk mengurus izin lebih lanjut ke Polsek Menteng.
Panitia pun mendatangi Polsek Menteng untuk memberikan surat izin. Surat tersebut mendapat cap dan diteken oleh Polsek Menteng untuk kegiatan tersebut.
“Surat yang sudah dicap Polsek Menteng diberikan kembali ke pihak PKJ,” tulis akun tersebut.
Akhirnya, pada Senin (22/2/2016), banner promo acara Festival Belok Kiri dipasang oleh pihak di Taman Ismail Marzuki. Namun, besoknya (23/2), banner tersebut tiba-tiba diturunkan kembali oleh pihak PKJ.
“PKJ mengatakan bahwa surat yang dicap oleh polsek Menteng dianggap tidak cukup. Harus ada surat balasan dari Polsek perihal izin acara,” ungkap Komite Pelaksana.
Panitia pun kembali mendatangi Polsek Menteng untuk mendapat surat balasan perihal surat izin yang diajukan. Namun, Polsek Menteng menyatakan surat dimaksud harus dimintakan ke Polres Jakarta Pusat.
“Alasan harus dari Polres suratnya, karena acara tersebut akan mendatangkan orang dari luar lokasi Menteng,” jelas Komite Pelaksana.
Namun, ketika di Polres Jakpus, panitia disuruh ke Polda untuk meminta izin acara. Sementara pihak Polda mengatakan tidak bisa memproses permintaan izin kegiatan itu dalam waktu cepat.
Belakangan, Polda menyampaikan bahwa polisi menerima surat dari berbagai Ormas perihal kegiatan tersebut. Ormas tersebut mengancam akan memobilisasi 500-an orang untuk membubarkan Festival Belok Kiri.
Pada hari Jumat (26/2/2016), sejumlah Ormas menggelar konferensi pers untuk menolak kegiatan tersebut. Ormas dimaksud adalah: Pemuda Cinta Tanah Air (PECAT), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Brigade Pelajar Islam Indonesia (Brigade PII), LBH Duta, KOPMA, Front Aktivis Jakarta (FROAJA), dan Himpunan Mahasiswa Lombok (HIMALO).
Pada hari yang sama, pihak Kepolisian mendatangi lokasi penyelenggaraan kegiatan, yakni di di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, dan memaksa panitia mencopot semua display yang sudah terpasang di lokasi acara.
“Mereka mengancam, jika panitia tidak mencopot display, maka pihak polisi yg akan mencopot display,” kata Komite Pelaksana.
Dan akhirnya, keluarlah surat resmi dari pihak PKJ yang melarang pelaksanaan kegiatan tersebut.
Terkait pelarangan itu, Komite Pelaksana akan menggelar konferensi pers pada Sabtu (27/2/2016), pukul 15.00 WIB, di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki.
Muhammad Idris


Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here