Lenin: Beberapa Kesimpulan - WENAS KOBOGAU

Breaking

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 01 Maret 2016

Lenin: Beberapa Kesimpulan


Revolusi burjuis Rusia pada tahun 1905 memperlihatkan suatu pembalikan yang sangat khas dalam sejarah dunia: di salah satu negeri kapitalis yang paling terbelakang, gerakan pemogokan mencapai luas dan kekuatan yang belum pernah dilihat di manapun juga di dunia ini. Dalam bulan pertama tahun 1905 saja, jumlah kaum pemogok naik lebih sepuluh kali lipat dari jumlah rata-rata tiap tahunnya selama 10 tahun yang lalu (1895-1904) dan, dari Januari sampai Oktober 1905, pemogokan-pemogokan terus meluas dan mencapai kebesarannya yang hebat sekali. Di bawah pengaruh beberapa keadaan sejarah yang samasekali khusus, Rusia yang terbelakang adalah yang pertama yang menunjukkan kepada dunia tidak hanya pertumbuhan, secara melompat-lompat, dari aktivitas yang bebas massa tertindas dalam revolusi (hal ini telah terjadi dalam semua revolusi yang besar), tetapi juga makna proletariat, yang secara tidak terbatas, sudah melebihi perbandingan jumlah dengan seluruh penduduk, yang sudah mengkombinasikan pemogokan ekonomi dengan pemogokan politik, merubah pemogokan politik menjadi pemberontakan bersenjata, dan lahirnya bentuk baru dalam perjuangan massal dan organisasi massal kelas-kelas yang ditindas oleh kapitalisme, yakni Sovyet-Sovyet.

Revolusi-revolusi Pebruari dan Oktober, 1917, mengakibatkan perkembangan Sovyet-Sovyet secara menyeluruh dalam rentang nasional, dan kemudian kemenangannya dalam revolusi proletar, revolusi Sosialis. Dan, sesudah kurang dari dua tahun, menjadi nampak sifat internasionalnya Sovyet-Sovyet, meluasnya bentuk perjuangan organisasi tersebut menggapai gerakan kelas buruh dunia, dan mengemban misi bersejarah Sovyet-Sovyet sebagai penggali liang kubur, ahli-waris, dan pengganti parlementerisme burjuis, serta demokrasi burjuis pada umumnya.

Lebih dari itu. Sejarah gerakan buruh sekarang menunjukkan bahwa di semua negeri ia harus mengalami (dan sudah mulai mengalami) perjuangan antara Komunis, yang sedang tumbuh, menjadi semakin kuat dan maju menuju kemenangan, dengan, pertama, dan terutama sekali, “Mensyewisme”-nya sendiri ( di masing-masing negeri), yakni oportunisme dan sosial-sovinisme , dan kedua—boleh dikatakan, dalam bentuk tambahan—dengan Komunisme “Sayap Kiri”. Perjuangan pertama telah berkembang di semua negeri, rupanya dengan tiada suatu perkecualian pun, sebagai perjuangan antara Internasionale II (sesungguhnya sekarang sudah dimatikan) dan Internasionale III. Perjuangan kedua dapat dilihat di Jerman, Inggeris, Italia, dan Amerika (setidak-tidaknya, golongan tertentu dari “Kaum Buruh Industri Sedunia” dan aliran-aliran anarko-sindikalis mempertahankan kesalahan-kesalahan Komunisme Sayap-Kiri di samping hampir secara umum dan sepenuhnya menyetujui sistim Sovyet), juga di Prancis (sikap golongan bekas kaum sindikalis terhadap partai politik dan palementerisme yang, namun juga, smping menyetujui sistim Sovyet), perjuangan tersebut tak disangsikan lagi sekadar dalam ukuran geografis yang meliputi seluruh dunia.

Akan tetapi, melalui perjuangan tersebut dapat diwujudkan suatu latihan persiapan yang, menurut hakekatnya, sama macamnya, yakni untuk kemenangan atas burjuasi, dan gerakan kelas buruh di masing-masing negeri melaksanakannya dengan caranya sendiri. Sementara itu, di negeri-negeri kapitalis yang besar dan maju, sedang berjalan di atas jalur ini dengan jauh lebih cepat ketimbang Bolsyewisme yang, oleh sejarah, diberi waktu 15 tahun untuk mempersiapkan diri sebagai aliran politik yang terorganisasi, untuk mencapai kemenangan. Dalam waktu pendek, selama setahun, Internasionale III telah memperoleh kemenangan yang menentukan; ia telah mengalahkan Internasionale II yang kuning, yang sosial-sovinis, yang baru beberapa bulan yang lalu jauh lebih kuat ketimbang Internasionale III, yang sepertinya saja kokoh dan kuat karena juga mendapat bantuan yang menyeluruh—langsung atau tak langsung, materiil (kedudukan dalam Kabinet, paspor-paspor, pers) dan ideology—dari burjuasi dunia.

Seluruh persoalannya sekarang adalah mendorong agar kaum Komunis di tiap-tiap negeri sepenuhnya sadar dalam memperhitungkan tugas yang pokok dan prinsipiil dari perjuangan melawan oportunisme dan doktrinerisme “Kiri”, maupun kekhususan-kekhususan konkrit yang diperoleh, dan pasti harus diperoleh, oleh perjuangan tersebut di masing-masing negeri sendiri sesuai dengan sifat-sifat yang khusus dari ekonomi, politik, kebudayaan, susunan nasionalnya (Irlandia, dan lain-lainnya), jajahan-jajahannya, perbedaan-perbedaan agamanya, dan seterusnya, dan sebagainya. Di mana-mana dirasakan, meluas dan bertambah besarnya ketidakpuasan terhadap Internasionale II karena oportunismenya, maupun karena tidak cakapnya atau tidak mampunya untuk menciptakan suatu badan sentral yang benar-benar terpusat, yang benar-benar memimpin, yang akan mampu mengemudikan taktik internasional proletariat revolusioner dalam perjuangannya mewujudkan republik Sovyet sedunia. Kita harus mengerti dengan jelas bahwa pusat pimpinan yang demikian itu sekali-kali tidak boleh dibentuk menurut ketentuan-ketentuan taktik perjuangan yang dijiplak saja, yang disamakan secara mekanis dan serupa saja. Selama masih ada perbedaan-perbedaan nasional dan kenegaraan antara bangsa-bangsa dan negeri-negeri—dan perbedaan-perbedaan tersebut akan terus tetap ada untuk waktu yang sangat lama, malahan sampai sesudah diktator proletariat didirikan di seluruh dunia—kesatuan taktik internasional dari gerakan kelas buruh Komunis di semua negeri menuntut bukannya ditiadakannya keanekaragaman, dihapuskannya perbedaan nasional (ini adalah impian tolol pada saat sekarang) melainkan penetrapan prinsip-prinsip Komunisme yang pokok (kekuasaan Sovyet dan diktator proletariat) dengan sedemikian rupa sehingga akan sekadar mengubah dengan tepat prinsip-prinsip tersebut dalam hal-hal yang khusus, dan dengan tepat menyesuaikan serta mempraktekkannya sesuai dengan perbedaan-perbedaan nasional dan kenegaraan nasional. Menyelidiki, mempelajari, mencari, meramalkan, memahami apa yang khusus secara nasional, yang istimewa secara nasional dan, dalam pendekatan konkrit dengan mana masing-masing negeri, harus memecahkan pelaksanaan tugas internasional yang tunggal, yang akan menghasilkan kemenangan atas oportunisme dan doktrinerisme “Kiri” di dalam gerakan kelas buruh, menggulingkan burjuasi, dan mendirikan republik Sovyet serta diktator proletariat—itulah tugas pokok sejarah yang sekarang dialami oleh semua negeri yang maju (dan tidak hanya yang maju). Tugas yang pokok—bukannya segala-galanya, jauh daripada itu sudah tentu, tetapi yang pokok—akan tercapai sesudah mampu menarik pelopor kelas buruh dalam peralihan ke pihak kekuasaan Sovyet saat melawan parlementerisme, ke pihak diktatur proletariat saat melawan demokrasi burjuis. Sekarang, segenap usaha, segenap perhatian harus dipusatkan pada langkah berikutnya yang, nampaknya, dan dilihat dari sudut pandangan tertentu, memang benar-benar kurang fundamentil tetapi, sebaliknya, sesungguhnya lebih dekat pada pelaksanaan tugas secara praktis, yakni: mencari bentuk-bentuk peralihan atau pendekatan ke revolusi proletar.

Pelopor proletar sudah direbut hatinya secara ideologi. Itulah yang pokok. Tanpa itu, langkah yang pertama pun, ke arah kemenangan, tak bisa diraih. Tetapi hal tersebut masih agak jauh dari kemenangan. Kemenangan tidak dapat diperoleh hanya dengan pelopor saja. Mendorong pelopor saja ke dalam pertempuran yang menentukan, sebelum seluruh kelas, sebelum massa luas, mengambil sikap langsung membantu pelopor, atau sekurang-kurangnya bersikap netral yang menguntungkan baginya, dan sikap yang samasekali tidak memungkinkan mereka menyokong musuh pelopor tersebut, akan bermakna bukan saja suatu kebodohan tetapi juga suatu kejahatan. Dan agar sungguh-sungguh seluruh kelas, agar sungguh-sungguh massa luas Rakyat pekerja dan mereka yang ditindas oleh kapital sampai pada sikap yang demikian itu, propaganda dan agitasi saja tidaklah cukup. Untuk ini massa harus mempunyai pengalaman politik mereka sendiri. Demikianlah hukum pokok semua revolusi besar, yang kini diperkuat kebenarannya (dengan mentakjubkan kekuatannya) jelas tidak hanya di Rusia tapi juga di Jerman. Tidak hanya bagi massa di Rusia yang tidak berkebudayaan, yang kebanyakan butahuruf, tetapi juga bagi massa di Jerman yang sudah tinggi kebudayaannya, yang seluruhnya melek huruf, telah menjadi kebutuhan untuk menguji dengan pengalaman pahit mereka sendiri seluruh ketidakmampuan dan seluruh ketidakteguhan hati, seluruh ketidakberdayanya dan watak menjilatnya kepada burjuasi, seluruh kejadian pemerintah-pemerintah pahlawan-pahlawan Internasionale II, seluruh kenyataan bahwa diktator kaum reaksioner yang ekstrim (Kornilov di Rusia [53], Kapp & Co. di Jerman [54]) tak terhindarkan akan digantikan oleh satu-satunya alternative, diktator proletariat, agar dapat membelok dengan tegas ke arah Komunisme.

Tugas berikutnya dari barisan pelopor (berkesadaran-kelas) dari gerakan buruh internasional, yaitu partai-partai, kelompok-kelompok dan aliran-aliran Komunis adalah mampu membawa massa yang luas (yang sekarang kebanyakannya masih tidur, apatis, lamban, kolot, belum dibangkitkan) ke kedudukan mereka yang baru atau, lebih tepatnya, mampu memimpin tidak hanya partai mereka sendiri, tetapi juga massa tersebut, dalam usaha mereka mendekati dan mengalihkannya ke kedudukan baru. Sedang tugas sejarah yang pertama (yakni menarik pelopor proletariat yang berkesedaran kelas ke pihak kekuasaan Sovjet dan diktator kelas buruh) tidak dapat diselesaikan tanpa spenuhnya mendapatkan kemenangan ideologi dan politik atas oportunisme dan sisial-sovisme dan, maka tugas yang kedua, yang sekarang menjadi tugas yang langsung, adalah berupa (kemampuan) membawa massa ke kedudukannya yang baru, yang dapat menjamin kemenangan pelopor dalam revolusi—tugas yang langsung tersebut tak dapat diselesaikan tanpa memberantas doktrinerisme Kiri, tanpa mengatasi sepenuhnya kesalahan-kesalahan, tanpa menghndar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

Selama persoalannya mengenai (dan sejauh ini masih mengenai) penarikan pelopor proletariat ke pihak Komunisme, maka selama itu, dan sampai sebegitu jauh, propaganda lah yang tampil menduduki tempat pertama; pun kelompok propaganda, dengan semua kelemahan grup-grup-ismenya, sangat berguna menghasilkan buah-buah yang baik. Tetapi jika yang menjadi soal adalah praktek aksi massa, soal penempatan—kalau boleh mengatakannya demikian—balatentara yang berjuta-juta orang, soal pembagian semua kekuatan kelas dalam masyarakat tertentu dalam pertempuran yang terakhir dan yang menentukan, maka dengan propaganda saja, atau pengulangan semata-mata kebenaran-kebenaran Komunisme yang “murni”, orang tidak dapat berbuat apa-apa. Di sini orang harus menghitung bukan dengan hitungan ribuan, seperti yang dilakukan oleh propagandis yang termasuk dalam suatu kelompok kecil yang belum memimpin massa; di sini orang harus menghitung dengan hitungan jutaan dan puluhan juta. Di sini kita harus tidak saja bertanya pada diri sendiri apakah kita telah meyakinkan pelopor kelas revolusioner, tetapi jug apakah kekuatan-kekuatan yang efektif menurut sejarah semua kelas—pasti dari semua kelas dalam masyarakat tertentu, tanpa terkecualian—sudah ditempatkan sedemikian rupa sehingga pertempuran yang menentukan sudah menjadi matang sepenuhnya; sedemikian rupa sehingga 1) semua kekuatan kelas yang memusuhi kita sudah menjadi cukup kacau-balau, sudah cakar-cakaran satu sama lain, sudah cukup melemahkan mereka sendiri dalam perjuangan yang di luar kekuatan mereka; sehingga 2) semua elemen tengah yang bimbang, ragu-ragu, tidak teguh, yaitu burjuasi kecil—berbeda dengan burjuasi—telah cukup menelanjangi diri mereka sendiri di mata Rakyat, telah cukup membikin malu diri mereka sendiri sebagai kekuatan yang telah bangkrut secara praktis parktis; dan sehingga 3) pada diri proletariat telah timbul dan mulai tumbuh dengan perkasa sentimen massa yang menyokong aksi yang paling tegas, luarbiasa berani, dan revolusioner melawan burjuasi. Maka barulah revolusi dapat disimpulkan memang sudah matang; barulah kemenangan, jika kita telah memperhitungkan dengan tepat semua syarat yang ditunjukkan di atas—yang digambarkan di atas dengan ringkas itu—dan jika kita telah memilih saatnya dengan tepat, barulah kemenangan kita bisa terjamin.

Perbedaan pendapat antara kaum Churchill dan kaum Lloyd George—dengan perbedaan nasional yang kecil sekali, sebagai anasir-anasir yang tipe politiknya ada di semua negeri—di satu pihak, dan antara kaum Henderson dengan kaum Lloyd George, di pihak lain, adalah suatu yang remeh-temeh dan samasekali tak berarti dilihat dari sudut Komunisme yang murni, yakni Komunisme yang abstrak, yaitu Komunisme yang belum matang untuk tingkatan aksi politik praktis dan massal. Tetapi, dilihat dari sudut aksi praktis massa tersebut, perbedaan itu sungguh sangat penting sekali. Memperhitungkan perbedaan-perbedaan tersebut, menentukan saat di mana bentrokan-bentrokan yang tak terelakkan di antara “sahabat-sahabat” tersebut, yang melemahkan dan melumpuhkan semua “sahabat” tersebut dalam keseluruhannya, sudah matang sepenuhnya—itulah pokok persoalannya, atau merupakan seluruh tugas dari seorang Komunis, yang tidak hanya mau menjadi propagandis yang berkesadaran-kelas dan berkeyakinan secara ideologi, tetapi juag menjadi pemimpin praktis massa dalam revolsui. Kesetiaan yang paling sungguh terhadap cita-cita Komunisme harus dihubungkan dengan kecakapan untuk melakukan semua kompromi praktis yang dibutuhkan, melakukan manuver, mengadakan persetujuan-persetujuan, membelok-belok, mengambil langkah-langkah mundur, dan lain-lainnya, agar dapat mempercepat tercapainya , dan hilangnya, kekuasaan politik dari kaum Henderson (pahlawan-pahlawan Internasionale II—jika kita tidak menyebut orang-seorang—sebagai wakil-wakil demokrasi burjuis kecil yang menamakan dirinya kaum Sosialis); mempercepat kebangkrutan mereka yang pasti dalam praktek, yang akan membuka pikiran massa justru dalam semangat cita-cita kita, yang justru menuju ke arah Komunisme; mempercepat pergeseran-pergeseran, pertengkaran-pertengkaran, pemberontakan-pemberontakan yang tak terelakkan dan perpecahan-perpecahan yang sungguh-sungguh antara kaum Henderson-kaum Lloyd George-kaum Churchill (kaum Mensyewik dan kaum Sosialis-Revolusioner-kaum Kadet-kaum monarkis; kaum Scheidemann-burjuasi-kaum Kappis dan sebagainya); dan dengan tepat memilih saat di mana perpecahan antara semua yang “bersandar pada hak milik perseorangan yang suci” ini sedang memcapai puncaknya, supaya dengan serangan yang menentukan proletariat dapat mematahkan mereka semua untuk merebut kekuasaan politik.

Sejarah pada umumnya, dan sejarah revolusi-revolusi pada khususnya, selamanya lebih kaya isinya, lebih beraneka ragam, lebih banyak seginya, lebih hidup dan “cerdik” ketimbang yang dibayangkan oleh partai-partai yang paling baik, ketimbang yang dibayangkan oleh pelopor-pelopor yang paling berkesedaran-kelas dari kelas-kelas yang paling maju sekalipun. Dan itu mudah dimengerti karena pelopor-pelopor yang paling baikpun menyatakan kesadaran, kemauan, nafsu dan fantasi dari puluhan ribu; sedangkan revolusi-revolusi dibuat pada saat kebangkitan istimewa dan pengerahan seluruh kapasitas manusia, yakni oleh kesadaran, kemauan, nafsu dan fantasi dari puluhan juta, yang didorong terus oleh perjuangan kelas-kelas yang paling sengit. Dari situ timbul lah dua kesimpulan praktis yang sangat penting: pertama, bahwa agar dapat memenuhi tugasnya, kelas revolusioner harus menjadi pandai menguasai semua bentuk, atau segi, dari aktivitas sosial tanpa pengecialian sedikit-sedikitpun (menyelesaikan, sesudah merebut kekuasaan politik, kadang-kadang dengan menghadapi risiko besar dan bahaya yang sangat besar, apa yang tidak bisa selesaikan sebelum perebutan kekuasaan itu); kedua, bahwa kelas revolusioner harus siap sedia untuk beralih dengan cara yang paling cepat dan paling tak terduga-duga dari satu bentuknya ke bentuk yang lain.

Setiap orang akan setuju bahwa suatu tentara yang tidak melatih dirinya untuk menguasai segala macam senjata, segala cara dan metode peperangan yang dimilikinya atau mungkin dimiliki oleh musuh, akan bertindak tak bijaksana atau malahan jahat. Tetapi hal tersebut lebih-lebih lagi berlaku dalam politik ketimbang dalam bidang militer. Dalam politik, malahan, lebih sukar lagi meramalkan metode-metode perjuangan apa yang akan bisa digunakan dan yang menguntungkan kita dalam keadaan-keadaan tertentu di masa depan. Jika kita tidak menguasai segala cara perjuangan, kita bisa menderita kekalahan besar, bahkan seringkali kekalahan yang menentukan, jika, di luar kemauan kita, perubahan-perubahan dalam kedudukan kelas-kelas lain mengedepankan cara atau bentuk aktivitas di mana kita masih lemah. Akan tetapi, jika kita menguasai segala cara perjuangan, kemenangan akan pasti berada di pihak kita, sebab kita mewakili kepentingan-kepentingan kelas yang benar-benar termaju dan yang benar-benar revolusioner, sekalipun jika keadaan tidak mengizinkan kita menggunakan senjata-senjata yang paling berbahaya bagi musuh, senjata-senjata yang memberikan pukulan-pukulan yang menghancurkan dengan paling cepat. Kaum revolusioner yang belum berpengalaman kerapkali berpendapat bahwa cara-cara perjuangan legal adalah oportunis, sebab dalam lapangan ini burjuasi terutama sekali sering—terutama sekali di masa “damai”, di masa non revolusioner—menipu dan memperdayakan kaum buruh dan, kaum revolusioner menganggap bahwa cara-cara perjuangan ilegal adalah revolusioner. Tetapi ini tidak benar. Yang benar yalah bahwa kaum oportunis dan pengkhianat kelas buruh adalah partai-partai dan pemimpin-pemimpin yang tidak mampu atau tidak mau—jangan mengatakan kamu tidak mampu, katakan kamu tidak mau—menggunakan cara-cara perjuangan ilegal dalam keadaan-keadaan yang berlaku, misalnya, di masa perang imperialis tahun 1914-1918, ketika burjuasi di negeri-negeri demokratis yang paling merdeka menipu kaum buruh dengan cara yang kurang ajar dan ganas hingga tak ada taranya, dengan melarang orang menerangkan kebenaran tentang watak perampokan dari peperangan itu. Tapi kaum revolusioner yang tidak mampu menghubungan bentuk-bentuk perjuangan ilegal dengan segala bentuk perjuangan legal adalah sungguh kaum revolusioner yang jelek. Tidaklah sukar untuk menjadi seorang revolusioner di waktu revolusi sudah meletus dan sedang memuncak, di waktu segala dan setiap macam orang menceburkan diri dalam revolusi, karena ia menarik hati mereka dengan begitu saja, karena ia sedang menjadi mode, dan malahan kadang-kadang karena orang-orang itu didorong nafsu mencari kedudukan. “Pembebasan” diri dari kaum revolusioner gadungan itu memerlukan perjuangan proletariat, nanti, sesudah kemenangannya, yang bukan main beratnya, bahkan boleh dikatakan penderitaan yang luarbiasa. Adalah jauh lebih sukar—dan jauh lebih berharga—untuk menjadi seorang revolusioner di waktu syarat perjuangan yang langsung, yang terbuka, yang benar-benar massal dan benar-benar revolusioner, belum ada, karenanya wajib menjadi pandai membela kepentingan-kepentingan revolusi (dengan propaganda, agitasi dan organisasi) dalam badan-badan non-revolusioner dan sering sekali terang-terangan reaksioner, dalam situasi non-revolusioner, di kalangan massa yang tidak bisa dengan segera menyadari perlunya cara-cara, aksi-aksi, revolusioner. Menjadi pandai mencari, merasakan, menentukan dengan tepat jalan yang konkrit atau perubahan keadaan yang khusus yang akan membawa massa ke perjuangan revolusioner yang sesungguhnya, yang terkahir, yang menentukan dan agung—demikianlah tugas pokok Komunisme di eropa Barat dan Amerika pada dewasa ini.
Contoh: Inggeris. Kita tak bisa mengatakan, dan tak ada seorangpun yang dapat menentukan sebelumnya, berapa lama lagi revolusi proletar yang sesungguhnya akan berkobar di sana, dan apa yang menjadi sebab langsung, yang lebih daripada yang lain-lain, yang akan membangkitkan, mengobarkan dan mendorong massa yang sangat luas—yang pada waktu sekarang ini masih tidur—ke dalam perjuangan. Oleh karena itu, kita harus melakukan semua pekerjaan persiapan sedengan rupa sehingga “ke empat-empat kita lengkap bersepatu” (sebagaimana mendiang Plekhanov, ketika dia masih merupakan seorang Marxis dan revolusioner, suka mengatakannya). Mungkin bahwa “perpecahan” akan dipaksakan, “es akan pecah” oleh krisis parlementer, atau oleh suatu krisis yang timbul dari kontradiksi-kontradiksi kolonial dan imperialias, yang kusut-masai tak berpengharapan, yang menumpuk semakin menyakitkan, yang semakin menjadi tajam, atau mungkin oleh sesuatu sebab ketiga, dan sebagainya. Kita tidak membicarakan macam perjuangan apa yang akan menentukan nasib revolusi proletar di Inggeris (tak ada seorang Komunispun yang menyangsikan hal tersebut; bagi kita semua, soal ini sudah pasti, dan sudah pasti betul); yang kita bicarakan adalah sebab langsung yang akan mendorong untuk bergeraknya massa revolusioner—yang sekarang ini masih tidur—dan membawa mereka langsung ke revolusi. Janganlah kita lupakan bahwa di republik burjuis Prancis, misalnya, dalam situasi dilihat baik dari sudut internasional maupun nasional, adalah seratus kali kurang revolusioner ketimbang sekarang, yang dikarenakan oleh suatu sebab langsung yang begitu “tidak terduga-duga” dan “kecil”—seperti, salah satu dari ribuan akal bulus yang licik dari golongan militeris yang reaksioner (peristiwa Dreyfus [55])—sudah cukup untuk membawa Rakyat ke tepi jurang perang sipil!

Kaum Komunis di Inggeris harus terus menerus, dengan tiada henti-hentinya dan dengan teguh menggunakan baik pemilihan-pemilihan untuk parlemen, maupun segala kesukaran politik mengenai Irlandia, politik kolonial dan politik internasional imperialis pemerintah Inggeris, dan terahadap semua lapangan, lingkungan dan segi lainnya dalam kehidupan masyarakat, bekerja dalam masalah semua itu menurut cara Komunis, menurut semangat Internasionale III dan bukan Internasionale II. Aku tidak mempunyai waktu ataupun ruangan untuk melukiskannya di sini bagaimana cara-cara “Rusia”, cara “Bolsyewik”, dalam mengambil bagian dalam pemilihan-pemilihan untuk parlemen dan dalam perjuangan parlementer; tetapi aku bisa mengatakan dengan pasti kepada kaum Komunis di luar negeri bahwa hal tersebut adalah samasekali berlainan dengan kampanye-kampanye parlemen yang biasa gerjadi di Eropa Barat. Dari sini, sering ditarik kesimpulan: “Ya, itu adalah di Rusia; parlemeterisme di negeri kita adalah lain”. Suatu kesimpulan yang salah. Tetapi justru itulah mengapa di dunia ini ada kaum Komunis, pengikut-pengikut Internasionale III di semua negeri—yang berupaya mengubah, secara keseluruhannya, dalam semua lapangan kehidupan, cara bekerja Sosialis, serikat buruh, sindikalis, parlementer yang lama menjadi cara bekerja yang baru, cara bekerja Komunis. Di Rusia juga selalu ada, cukup banyak, betul-betul cukup banyak, cara oportunis dan cara dagang burjuis, kapitalis, yang melakukan penipuan semata-mata dalam pemilihan-pemilihan. Kaum Komunis di Eropa Barat dan di Amerika harus belajar menciptakan suatu parlementerisme baru, yang tidak seperti biasa, tidak oportunis dan tidak bersifat mencari kedudukan; partai-partai Komunis harus mengeluarkan semboyan-semboyan mereka; kaum proletar yang sejati, dengan bantuan kaum melarat yang sama sekali terinjak-injak dan yang tidak terorganisir, harus menyebarkan dan membagi-bagikan selebaran, mengunjungi rumah-rumah kaum buruh dan pondok-pondok kaum proletar desa, serta kaum tani di desa-desa yang terpencil (untunglah di Eropa jumlah desa yang terpencil jauh lebih sedikit ketimbang di Rusia, dan jumlah desa demikian di Inggeris sedikit sekali); mereka harus pergi ke warung-warung kopi rakyat jelata, memasuki perkumpulan-perkumpulan, perhimpunan-perhimpunan, dan rapat-rapat yang diadakan secara kebetulan, di mana berkumpul orang-orang yang paling biasa, dan berbicara kepada rakyat tidak dalam bahasa terpelajar (dan tidak terlalu parlementer); mereka samasekali tidak boleh berusaha untuk “mendapat kursi” di dalam parlemen, tetapi di mana-mana harus berusaha menggugah pikiran massa dan menarik mereka ke dalam perjuangan, memegang kata-kata-kata burjuasi dan menggunakan aparatur yang telah didirikan burjuasi itu, juga memanfaatkan pemilihan-pemilihan yang telah ia tetapkan, seruan-seruan yang telah ia bikin kepada seluruh Rakyat, dan menerangkan kepada Rakyat apa itu Bolsyewisme, dengan cara yang tidak mungkin (di bawah kekuasaan burjuasi), yakni di luar masa pemilihan (sudah tentu, pada bukan pada masa pemogokan besar, ketika alat serupa agitasi telah meliputi seluruh rakyat pekerja di Rusia, kami harus lebih keras lagi lagi). Melakukan hal itu di Eropa dan di Amerika adalah sangat sukar, sukar sekali; tetapi itu dapat dan harus dilakukan, karena tugas-tugas Komunisme tidak dapat dilaksanakan tanpa kesukaran; dan usaha-usaha kita harus ditujukan untuk melaksanakan tugas-tugas praktis, yang semakin bermacam-macam dan semakin rapat hubungannya dengan semua bidang kehidupan sosial yang, semakin lama, semakin merebut cabang demi cabang, dan lapangan demi lapangan dari burjuasi.

Di Inggeris, hal itu juga merupakan pekerjaan propaganda, agitasi dan organisasi di kalangan angkatan bersenjata, di kalangan nasionalitas-nasionalitas yang tertindas, dan yang tidak mempunyai hak penuh di negerinya “sendiri” (Irlandia, koloni-koloni), juga harus dilakukan menurut cara baru (bukan menurut cara Sosialis, melainkan menurut cara Komunis; bukan menurut cara reformis, melainkan menurut cara revolusioner). Sebab, semua lapangan kehidupan sosial ini, pada zaman imperilaisme pada umumnya, dan terutama sekali sekarang, sesudah perang, merupakan suatu siksaan bagi rakyat dan, karenanya, dengan cepat akan membuka mata mereka akan kebenaran (yakni, bahwa, puluhan juta orang tewas dan menderita cacat hanya karena memiliki maksud untuk mengizinkan binatang-binatang buas Inggris dan Jerman yang akan merampok lebih banyak negeri)—semua lapangan kehidupan sosial ini, menjadi penuh dengan bahan peledak dan melahirkan terutama banyak sebab-sebab bentrokan-bentrokan, krisis-krisis dan bertambah tajamnya perjuangan kelas. Kita tidak dan tidak bisa mengetahui percikan api mana—dari percikan api yang tak terhitung banyaknya, yang berterbangan di semua negeri sebagai akibat krisis ekonomi dan politik dunia—yang akan dapat menyalakan kebakaran, dalam arti membangkitkan massa secara istimewa dan, karena itu, kita harus, dengan bantuan prinsip-prinsip Komunis kita yang baru, mulai bekerja untuk “membangkitkan” setiap dan segala macam lapangan biarpun yang paling tua, paling lapuk dan yang nampaknya sudah tidak ada harapan lagi karena, kalau tidak , kita tidak akan dapat memenuhi tugas-tugas kita, tidak akan mempunyai persiapan dalam segala segi, tidak akan menguasai segala macam senjata, dan tidak akan mempersiapkan diri baik untuk mencapai kemenangan atas burjuasi (yang mengatur segenap lapangan kehidupan sosial—dan yang sekarang telah mengacaukannya—menurut cara burjuis), maupun untuk mencapai reorganisasi Komunis (yang akan dating) dalam seluruh kehidupan sesudah tercapainya kemenangan itu.

Sesudah revolusi proletar di Rusia, dan kemenangan-kemenangannya dalam lingkup internasional, yang tak terduga-duga bagi burjuasi dan kaum filistin, seluruh duania telah berubah, dan di mana-mana burjuasi juga telah berubah. Ia takut pada “Bolsyewisme”, menjadi begitu marah karenanya, sehingga hampir mengamuk dan, justru karena itulah, ia, di satu pihak, mempercepat perkembangan peristiwa-peristiwa dan, di pihak lain, memusatkan perhatian untuk menindas Bolsyewisme dengan kekerasan namun, dengan demikian, melemahkan kedudukannya sendiri di banyak lapangan lain. Kaum Komunis di semua negeri yang sudah maju harus memperhitungkan kedua hal tersebut dalam menentukan taktik mereka.

Ketika kaum Kadet Rusia dan Kerenski melancarkan kampanye pengejaran gila-gilaan terhadap kaum Bolsyewik—terutama sejak bulan April 1917, dan lebih-lebih lagi dalam bulan Juni dan Juli 1917—mereka telah bertindak berlebih-lebihan. Jutaan eksemplar suratkabar burjuis, yang berteriak-teriak dengan segala nada mencaci-maki kaum Bolsyewik, membantu mempengaruhi massa untuk menilai Bolsyewisme; dan, kecuali suratkabar-suratkabar, seluruh kehidupan masyarakat dipenuhi dengan perdebatan-perdebatan tentang Bolsyewisme justru karena “ketekunan” burjuasi. Sekarang, secara internasional kaum milyuner di semua negeri bertindak sedemikian rupa sehingga, dari lubuk hati kita, kita harus berterimakasih kepada mereka. Mereka mengejar-kejar Bolsyewisme dengan nafsu seperti yang dilakukan oleh Kerenski & Co.; mereka juga demikian, bertindak “berlebih-lebihan” dan, dengan demikian, juga membantu kita seperti yang dilakukan oleh Kerenski. Pada waktu burjuasi Prancis menjadikan Bolsyewisme soal yang pokok dalam agitasi pemilihan, dengan menuduh kaum Sosialis yang agak moderat atau yang bimbang-bimbang sebagai kaum Bolsyewik; ketika burjuasi Amerika, karena sudah samasekali kehilangan akal, menangkap beribu-ribu orang karena dicurigai menganut Bolsyewisme, dan menimbulkan suasana panik dengan menyiarkan di mana-mana dongengan-dongengan tentang komplotan-komplotan Bolsyewik; ketika burjuasi Inggeris—yang paling “serius” di dunia—kendatipun semua kepinteran dan pengalamannya, membuat ketololan-ketololan yang tak masuk akal, mendirikan “perkumpulan-perkumpulan anti Bolsyewik” yang banyak diberi biaya, mengeluarkan literatur khusus tentang Bolsyewisme, dan menyewa jumlah tambahan sarjana-sarjana, agitator-agitator dan pastor-pastor untuk memerangi Bolsyewisme—kita harus membungkukkan diri dan berterimakasih kepada tuan-tuan kapitalis. Mereka bekerja untuk kita. Mereka membantu kita sehingga massa menaruh perhatian kepada hakekat dan makna Bolsyewisme. Dan mereka tidak dapat berbuat lain; karena menindas Bolsyewisme, “membungkamkannya”, mereka sudah tak berhasil.

Namun, sementara itu, burjuasi hampir semata-mata hanya melihat satu segi saja dari Bolsyewisme, yaitu pemberontakan, kekerasan, teror; karena itu, burjuasi berusaha mempersiapkan diri untuk mengadakan pertahanan dan perlawanan terutama sekali dalam lapangan ini. Mungkin, bahwa dalam kejadian-kejadian tertentu, di negeri-negeri tertentu, dan untuk berapa masa yang pendek, mereka akan berhasil dalam hal itu; kita harus memperhitungkan kemungkinan serupa itu, dan bagi kita samasekali tak ada hal yang menakutkan jika mereka betul akan berhasil. Komunisme “tumbuh” betul-betul dari segala penjuru lapangan kehidupan masyarakat; tunas-tunasnya sungguh-sungguh dapat dilihat di mana-mana, “penyakit menular” (menggunakan kiasan yang paling disukai oleh burjuasi dan polisi burjusi, kiasan yang paling “sedap” bagi mereka) telah merasuk dalam sekali ke organisme dan telah sepenuhnya menyerapi seluruh organisme. Jika dengan ketelitian khusus mencoba “menyumbat” salah satu saluran, maka “penyakit menular” akan mencari saluran yang lain, kadang-kadang yang tak terduga-duga samasekali. Kehidupan pasti akan mendapat apa yang hak baginya. Biarkan burjuasi mengamuk, marah sampai membuat gila diri sendiri, bertindak secara berlebih-lebihan, membuat ketololan-ketololan, belum apa-apa sudah melakukan balas dendam kepada kaum Bolsyewik, dan berusaha membunuh (di India, Hongaria, Jerman, dan lain-lain) ratusan, ribuan, dan ratusan ribu lagi kaum Bolsyewik lama dan Bolsyewik-bolsyewik hari esok: dengan berbuat demikian, burjuasi sedang melakukan tindakan seperti yang telah dilakukan oleh semua kelas yang sudah ditakdirkan oleh sejarah untuk mati. Kaum Komunis harus tahu bahwa, bagaimanapun juga, hari esok adalah kepunyaan mereka; karena itu, kita dapat (dan harus) menghubungkan gairah yang sangat keras dalam perjuangan revolusioner yang agung dengan perhitungan yang paling tenang dan waras menghadapi tindakan-tindakan mata gelap burjuasi. Dalam tahun 1905, revolusi Rusia dikalahkan secara kejam; dalam bulan Juli, 1917, kaum Bolsyewik Rusia dikalahkan; lebih dari 15.000 kaum Komunis Jerman dibunuh sebagai akibat provokasi yang curang dan manuver-manuver yang licik dari Scheidemann dan Noske yang bekerja erat dengan burjuasi dan jendral-jendral monarkis; teror putih sedang mengganas di Finlandia dan Hongaria. Akan tetapi,dalam segala hal, dan di semua negeri, Komunisme menjadi terbajakan dan terus tumbuh; akar-akarnya begitu dalam sehingga pengejaran-pengejaran tidak melemahkan, tidak melumpuhkan, melainkan malah memperkuatnya. Hanya satu hal yang kurang memungkinkan kita maju dengan lebih yakin dan teguh menuju kemenangan, yakni, pengertian yang umum dan yang dipikirkan dalam-dalam oleh kaum Komunis di semua negeri mengenai keharusan memperlihatkan keluwesan yang setinggi-tingginya dalam taktik mereka. Gerakan Komunis, yang sedang berkembang dengan hebat, terutama sekali di negeri-negeri yang sudah maju, sekarang kekurangan pengertian tersebut dan kecakapan untuk menggunakannya dalam praktek.

Apa yang telah terjadi pada pemimpin-pemimpin Internasionale II, yang berisi kaum Marxis yang sangat terpelajar dan yang mencurahkan diri kepada Sosialisme seperti Kautsky, Otto Bauer dan lain-lainnya lagi, dapat (dan seharusnya) menjadi pelajaran yang berguna. Mereka sepenuhnya menginsyafi akan keharusan taktik yang luwes; mereka sendiri belajar dan mengajar orang lain dialektika Marxis (dan banyak yang telah mereka lakukan dalam hal ini untuk selama-lamanya akan tetap merupakan sumbangan yang berharga bagi literatur Sosialis); tetapi dalam penetrapan dialektika tersebut mereka membuat kesalahan yang begitu rupa, atau ternyata dalam praktek menjadi begitu tidak dialektis, menjadi orang-orang yang begitu tidak mampu memperhitungkan perubahan yang cepat dari bentuk-bentuk yang memperoleh, dengan cepat, isian baru menggantikan bentuk yang lama, sehingga nasib mereka tidak banyak menimbulkan iri hati ketimbang nasib Hyndman, Guesde dan Plekhanov. Sebab yang pokok dari kebangkrutan mereka adalah bahwa mereka “terpesona” oleh satu bentuk tertentu dari pertumbuhan gerakan kelas buruh dan Sosialisme, mereka lupa akan berat-sebelahnya bentuk tersebut, mereka takut melihat perubahan yang mutlak yang karena keadaan-keadaan obyektif menjadi tak terhindarkan, dan terus mengulang-ulangi kebenaran-kebenaran yang sederhana, menurut apalan dan, yang sepintas-lalu, tidak bisa dibantah lagi, seperti “tiga adalah lebih dari dua’. Namun, politik akan lebih menyerupai aljabar daripada ilmu hitung; dan lebih lagi menyerupai ilmu pasti tinggi daripada ilmu pasti permulaan. Dalam kenyataannya, semua bentuk lama gerakan Sosialis telah memperoleh isi baru dan, oleh karena itu, suatu tanda baru, tanda “minus”, telah muncul di muka angka-angka, sedangkan orang-orang congkak yang menyangka pandai sendiri itu dengan keras kepala terus (dan masih terus) meyakinkan diri mereka sendiri dan orang-orang lain bahwa “minus tiga” adalah lebih dari “minus dua”!

Kita harus mengusahakan agar kaum Komunis tidak membuat kesalahan yang sama, hanya dari segi yang lain; atau, lebih tepat, kita harus mengusahakan agar kesalahan yang sama, yang diperbuat, hanya dari segi jalan lain, oleh kaum Komunis “Kiri”, diperbaiki selekas mungkin dan diatasi secepat mungkin dan dengan sedikit mungkin menimbulkan rasa sakit. Bukan hanya doktrinerisme Kanan saja yang merupakan suatu kesalahan; doktrinerisme Kiri juga adalah suuatu kesalahan. Tentu saja, kesalahan doktrinerisme Kiri dalam Komunisme pada waktu sekarang ini seribu kali kurang berbahaya dan kurang berarti ketimbang kesalahan doktrinerisme Kanan (yaitu sosial-sovinisme dan Kautkyisme); tetapi, bukankah hal tersebut hanyalah karena kenyataan bahwa Komunisme Kiri adalah suatu aliran yang masih muda sekali, yang baru saja sedang lahir. Hanya karena sebab itulah bahwa, dengan syarat-syarat tertentu, penyakit tersebut dapat diobati dengan mudah; dan kita harus mulai bekerja untuk mengobatinya dengan segenap kekuatan.

Bentuk-bentuk yang lama telah pecah, karena ternyata bahwa isi baru mereka—dan isi yang anti proletar serta reaksioner—telah mencapai perkembangan yang berlebih-lebihan. Kini, pekerjaan kita, (untuk kekuasaan Sovyet, untuk diktator proletariat), dilihat dari sudut perkembangan Komunisme internasional, mempunyai isi yang begitu teguh, begitu kuat dan begitu perkasa sehingga ia dapat dan harus memperlihatkan diri dalam setiap bentuk, baik yang baru maupun yang lama, ia dapat dan harus melahirkan kembali, menaklukkan dan menguasai semua bentuk, tidak hanya yang baru, tetapi juga yang lama—bukan dengan maksud mendamaikan diri dengan yang lama, melainkan dengan maksud menjadi pandai membuat semua dan setiap bentuk—yang baru dan yang lama—menjadi suatu senjata guna mencapai kemenangan Komunis yang penuh, terakhir, menentukan dan pasti.

Kaum Komunis harus melakukan segala usaha untuk memimpin gerakan kelas buruh dan perkembangan sosial pada umumnya menurut jalan yang paling lurus dan paling cepat ke arah kemenangan kekuasaan Sovyet dan diktator proletariat di seluruh dunia. Itu adalah suatu kebenaran yang tak terbantah lagi. Namun, sekadar mengambil satu langkah sedikit lebih jauh—suatu langkah yang, mungkin nampaknya, ke arah yang sama—maka kebenaran itu akan menjadi suatu kesalahan. Kita cukup hanya mengatakan bahwa —apa yang dikatakan oleh kaum Komunis Kiri Jerman dan Inggeris, bahwa kita hanya mengakui satu jalan, hanya jalan yang langsung, bahwa kita tidak membolehkan manuver, persetujuan, kompromi—adalah posisi yang sudah menjadi suatu kesalahan yang dapat menimbulkan (dan sebagian sudah) kerugian yang besar sekali bagi Komunisme. Doktrinerisme Kanan berkeras kepala hanya mengakui bentuk-bentuk yang lama, dan menjadi bangkrut samasekali, karena ia tidak melihat isi yang baru. Doktrinerisme Kiri berkeras kepala menolak dengan tak bersyarat bentuk-bentuk lama tertentu, dengan tak melihat bahwa isi yang baru sedang menerobos melalui semua dan segala macam bentuk, bahwa kewajiban kita sebagai kaum Komunis adalah menguasai semua bentuk, belajar, dengan kecepatan yang maksimum, bagaimana menambah satu bentuk dengan bentuk lain, menggamtikan satu bentuk dengan bentuk yang lainnya, dan menyesuaikan taktik kita dengan setiap perubahan yang ditimbulkan bukan oleh kelas kita, ataupun oleh usaha-usaha kita.

Revolusi dunia telah didorong dan dipercepat begitu hebat oleh kengerian-kengerian, kekejian-kekejian dan kebengisan-kebengisan perang dunia imperialis dan oleh keadaan yang tak memberikan harapan yang telah ia ciptakan—dan revolusi ini sedang berkembang meluas dan mendalam dengan kecepatan yang begitu hebat, dengan kekayaan bentuk-bentuk yang berganti-ganti yang begitu gemilang, dengan bantahan yang mengandung pelajaran dan praktis terhadap segala macam doktrinerisme, sehingga kita memiliki segala alasan untuk berharap bahwa gerakan Komunis internasional akan sembuh (dengan cepat) penyakit Komunisme kekanak-kanakan “Sayap Kiri”. 
27 April 1920
Lenin.

Sumber : http://pembebasan-pusat.blogspot.co.id/2015/10/lenin-beberapa-kesimpulan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here