Luhut Binsar Panjaitan Mengulang Lagu Lama - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 29 Maret 2016

Luhut Binsar Panjaitan Mengulang Lagu Lama

Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan, akan memimpin Delegasi Indonesia kunjungan ke Papua Nugini dan Fiji – rmol.com
Oleh  Ibrahim Peyon #

Kedatangan Luhut dan delegasinya ke Papua ini mengusung 3 agenda. Salah satu adalah agenda HAM di Papua yang disebutnya 16 kasus. Menurut Luhut Kasus HAM akan selesai bulan Mei tahun ini. 

Ada beberapa agenda Luhut dibalik semua ini:

Pertama : Luhut mengulangi apa yang dilakukan Presiden Jokowi tahun 2015 lalu. Ketika dia datang ke Papua melepaskan 5 tahanan Politik Papua dan mengijinkan Jurnalis Asing liput Papua. Tapi semua ini hanya simbolis. Tujuan dari simbolisme Politik ini adalah agar Papua melalui ULMWP tidak masuk anggota penuh MSG. Di PNG Jokowi tipu Perdana Menteri Peter O'Neil dan akhirnya O'Neil dengan Perdana Menteri Fiji dukung Indonesia masuk anggota asosiasi MSG. Kini Luhut Mengulangi hal itu. Luhut janji akan selesaikan HAM Papua karena isu ini menjadi perhatikan negara-negara Pasifik dan dunia Internasional.

Kedua : Luhut bawa lima Gubernur Malindo termasuk dua Gubernur di Papua. Bila benar kedua gubernur Papua ikut dalam delegasi ini ke PNG dan Fiji agar mereka menjadi tameng bagi Luhut. Luhut akan katakan, inilah pemimpin Papua yang dukung NKRI. Agar juga pemimin sesama rumpun Melanesia di sana percaya. Hal ini menandakan Luhut tidak percaya diri, kalau dia melobi sendiri ke sana untuk dapat dukungan.

Ketiga : Luhut dan Delegasi ke PNG dan Fiji jelas untuk gagalkan rencana ULMWP masuk anggota resmi MSG. Krn awal bulan Mei akan dilakukan pertemuan MSG di Port Vila, Vanuatu.

Keempat : Luhut dan Delegasi ke PNG dan Fiji juga untuk melobi agar Tim Pencari Fakta FIP tidak mengunjungi Papua. Atau mengatur strategi lain dengan Piji dan PNG agar bisa dipajak Tim FIP di perjalanan seperti dilakukan dalam kunjungan TIM MSG ke Papua dua tahun lalu. 

Kelima : Luhut umumkan kasus HAM di Papua selesai bulan Mei supaya ini menjadi jaminan agar Tim Pencari Fakta FIP tidak ke Papua. Atau bila ke Papua ini menjadi posisi tawar Indonesia bahwa kami sudah selesaikan sendiri kasus HAM di Papua.

Keenam : Luhut sang Menteri berpaham RASIS itu ke Melenesia setelah dia mengeluarkan pernyataan rasis terhadap bangsa Melenesia. Dimanakan urat Malumu, wahai Luhut Panjaitan sang Menteri RASIS?

Dengan keeman agenda ini sehingga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan kepapua , Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Fiji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here