Hot!

Memory Hollandia 1962

Kaleb...minggu depan kitong mau pulang ke negeri blanda. Kalo mau ikut..kas tau bapa dan mamamu. Tra usah bawa apa apa. Bawa pakean saja. Ujar tuan Van der mollen suatu sore ketika santai bersama keluarga bersama Kaleb yg saat itu bekerja sebagai pembantu di rumah sang meneer. Meski sebagai pembantu, Kaleb merasa ini keluarga keduanya. Betapa tdk..mulai tuan Van der mollen hingga nyoya Juliana begitu menyayannya. Terlebih lagi tuan muda tuan muda william dan beatrix yg cantik jelita serta seumuran dan sepermainan dgn kaleb. Bagi mereka kaleb sdh seperti adik kandung sendiri.
Bukan main hati Kaleb berbunga2.1 minggu kaleb tra bisa tdr. Keinginannya untuk melihat negeri Holland yg hanya dibaca dibuku2 yg ada di ruang baca keluarga tuannya makin membakar keinginannya utk melihat sebuah tanah byg jauh di seberang samudra dan benua yg dipenuhi orang2 seperti tuannya.
Mendekati hari keberangkatan Kaleb bungkus pakean dalam plastik... menyusul tuannya ke pelabuhan weref. Kapal Karel Dourman su sandar. Kapal raksasa kala itu. Utk memjemput seluruh keluarga belanda yg akan kembali ke Tanah leluhur.semua orang belanda naik ke kapal dgn tertib dan hanya membawa makanan ala kadarnya serta pakean yg akan dipakai selama perjalanan. Seluruh harta seisi rumah mulai mobil hingga peralatan elektronik ditinggalkan sebagai kenang kenangan buat orang2 Papua.
Mama oktovina yg sudah mendengar anaknya kaleb akan ikut tuannya ke negeri belanda tentu tdk rela. Kaleb adalah pujaan hati dan belqhan jiwanya. Sejak subuh mama oktovina sudah berdiri dipagar pelabuhan weref Jayapura menjaga bila anaknya lewat naka mama kaleb akan berusaha menghalanginya.
Ketika antrian panjag menaiki Kapal Karel Dourman..nampak karel...seorang pemuda papua dgn ambisi masa depan yg menggebu ikut berbaris bercampur dgn semua orang belanda dan juga orang2 Papuq lainnya yg ikut pergi bersama tuan2nya.
Mama okto menangis sambil melambai lambaikn tangan...
Anaaaakkk....anak kaleeeeebbbbb....
Jang kas tinggal mama...
Keleebbb..mari tong 2 pulang jaga polimak......
Kaleeebbbb....
Mama oktovina memanggil2 sambil menangis..
Kaleb bimbang...galau dan ragu...
Senyuman akrab tuan william..terlebih lagi senyum manis nona beatrix makin menghancurkan hatinya....
Kaleb tdk berdaya...
Kaleb keluar dari barisan..terduduk lesu disamping dermaga..melepaskan kepergian kapal Karel dourman dan..lambaian serta deraian air mata nona Beatrix.
Kaleb makin tersedu2. Senja itu..pelabuhan.weref menjadi saksi...kisah kasih 2 bangsa yg mulai tumbuh dan harus kandas.
"Bea... ik houd van jou...tapi sa pu mama ni...sa tra sanggup kase tinggal dia." Itulah ungakapan hati Kaleb.
Mama oktovina memang bersikeras tinggal di Jayapura menjaga rumah kebun spanggalnya dalam segala kesederhanaan hidup.
"Mama..tong 2 pulang sdh".

Perpisahan yang cukup sedih di Pelabuhan Hollandia (Jayapura) October 1962 ketika Belanda meninggalkan West Papua.
Satu kapal pun berlabu
Di pelabuhan holandia
selamat tinggal selamat jalan kekasihku 
Biar engkau dipele tanjung
Tanjung biru lautan luas
Selamanya aku ingat kepadamu
--------
Port Numbay, awal maret 2016. Di lorong kehidupan, Rudolfo.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.