Penyebab dan Akibat Dari Hasil Pemilihan Umum Legislatif Venezuela - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 05 Maret 2016

Penyebab dan Akibat Dari Hasil Pemilihan Umum Legislatif Venezuela

Pada tanggal 6 Desember, rakyat Venezuela menyelenggarakan pemilihan umumnya yang ke 20 dalam 17 tahun dan pemilihan umum yang paling sulit hingga sekarang. Dengan oposisi semakin menaikan serangannya melalui media massa dan sabotase serta dua setengah tahun kesulitan ekonomi serta meninggalnya pemimpin revolusioner Hugo Chavez, belum lagi kemenangan sayap kanan baru-baru ini di Argentina, kelompok kanan dan kiri diseluruh dunia memperhatikan Venezuela dengan seksama.
Pada akhirnya, revolusi Bolivarian (“Aliansi Sempurna” dari PSUV yang berkuasa dan partai-partai dan organisasi-organisasi pendukung lainnya) kalah dalam pemungutan suara, dengan pihak oposisi memenangkan setidaknya 99 kursi, dengan 19 kursi belum diputuskan (saat tulisan ini diterjemahkan Selasa, 8 Desember, pihak oposisi dipastikan sudah memenangkan 107 kursi, dengan 2 kursi belum diputuskan-pent.). Delapan puluh tujuh kursi dibutuhkan untuk mayoritas sederhana-simple majority. Namun apa makna kekalahan elektoral ini, secara politik, dan dalam konteks Venezuela saat ini, apa akibatnya kedepan?
Faktor-faktor Kunci Menuju Hasil Pemilihan Umum Tersebut
  1. Seperti biasa, tahun ini disinformasi oleh media oposisi sangatlah intens. Kampanye utama oposisi adalah melalui media lokal dan internasional serta media sosial, dengan sangat sedikit kampanye di jalanan.
  2. Kebanyakan dari mereka yang secara umum memilih pihak oposisi melakukannya karena mereka ingin memilih menentang pemerintah (dan semuanya yang digambarkan oleh media swasta sebagai setan serta jahat: “Castro-komunisme,” dimana bahkan kekeringan dikatakan sebagai kesalahan pemerintahan nasional) atau untuk “perubahan” ambigu setelah 16 tahun Chavizme, tanpa pernah benar-benar peduli atau memahami apa perubahan yang akan terjadi. Banyak dari orang-orang tersebut tentu saja adalah orang-orang kelas-atas yang dengki terhadap menguatnya rakyat miskin, namun jumlah mereka telah membengkak oleh mereka yang menjadi frustasi karena kesulitan besar dalam dua tahun terakhir ini.
  3. Faktor kunci lainnya yang membawa rakyat mendukung oposisi termasuk dorongan oleh kemenangan sayap kanan di Argentina, dengan figur seperti-Trump yang akan disumpah sebagai presiden pada 10 Desember serta generasi yang lebih muda di Venezuela yang sekarang tidak ingat seperti apa hidup di Venezuela sebelum Chavez terpilih pada tahun 1998 (pemilih yang berumur 18 tahun saat ini, pada saat itu berumur 3 tahun)
  4. Namun, sementara oposisi telah menarik beberapa sektor sosial yang kurang sadar secara politik kedalam diskursus anti-Chaveznya, pemerintah juga kehilangan beberapa pijakannya di kaum revolusioner yang waspada dan solid, sebagian karena kurangnya tanggapan solid terhadap “perang ekonomi.” Meskipun ini lebih mudah dikatakan ketimbang dijalankan untuk memerangi negara rentenir, sistem kapitalis, korupsi yang sudah melegenda serta sabotase ekonomi dari oposisi serta bisnis besar, Maduro hanya mengumumkan hal-hal seperti komisi nasional untuk menghadapi situasi tersebut. Sementara rakyat menghabiskan tujuh jam seminggu mengantri makanan, dan walau banyak dari mereka mengerti bahwa pemerintah tidak secara langsung bertanggung jawab untuk situasi tersebut, kurangnya tanggapan serius serta langkah-langkah signifikan tidak membantu dukungan untuk pemerintah.
  5. Lebih jauh lagi, sementara pemerintah jelas berpihak kepada rakyat miskin, untuk beberapa alasan, termasuk semakin banyaknya serangan sayap kanan, pemerintah telah menjadi semakin jauh dari pengorganisiran akar rumput. “Pemerintah akan memiliki rasa kemendesakan (dalam menyelesaikan persoalan) jika dia lebih dekat dengan rakyat di jalanan,” kata Rachael Boothroyd Rojas, aktivis komunitas dan jurnalis Venezuelanalysis kepada teleSUR. Jarak itu relatif besarnya dibandingkan diberbagai kesempatan dalam revolusi Bolivarian, bukan dibandingkan dengan pemerintah lain diberbagai belahan dunia, yang bahkan tidak pernah dekat dengan rakyatnya. Namun cara komunikasi pemerintah dengan rakyat – cara dimana pemerintah mendapatkan informasi dan melibatkan rakyat dalam pembuatan keputusan yang penting – terdapat langkah mundur. Aspek ini dalam Revolusi Bolivarian mungkin yang paling penting, jadi signifikansi serta akibat dari aspek tersebut jangan diremehkan.
Kemungkinan Akibat-akibat Penting
Akibatnya sangat serius, namun belum tentu berarti menandai berakhirnya Revolusi Bolivarian. Meskipun sumber daya keuangan dan dukungan dari kekuasaan serta elit-elit internasional, oposisi belum pernah menjadi strategis atau cerdas serta tidak akan menjadi strategis dengan kekuasaan baru ini. Dibawah Chavez dan revolusi mereka kehilangan hak istimewa mereka dan banyak dari langkah-langkah awal mereka akan mengenai balas dendam: mungkin hal-hal seperti mengusir dokter-dokter dari Kuba, mengolok-olok kelas bawah/ miskin yang telah “kalah”, melanjutkan tidak membuang sampah, dan menikmati pujian dari media internasional. Mereka tidak akan memperbaiki masalah ekonomi, itu bukan tujuan mereka, dan bukankah, mereka (para elit bisnis dan orang-orang kaya dengan akses terhadap dollar) mendapatkan keuntungan dari nilai tukar yang menggila dan keuntungan besar dari menimbun barang-barang.
Lebih jauh lagi, dengan kemenangan ini, dan kemenangan sayap kanan di Argentina, pembicaraan mengenai kaum Kiri yang semakin kalah di Amerika Latin akan menguat, dengan media seperti biasa akan menyiarkan tentang impian mereka tentang kondisi yang sebaiknya seperti apa ketimbang analisa yang kompleks. Meskipun begitu, dua kali kekalahan tidak diragukan lagi akan menyebabkan beberapa demotivasi regional diantara kaum progresif dan memiliki akibat penting terhadap organisasi integrasi Amerika Latin.
Bagi politisi PSUV, harapannya adalah ada beberapa refleksi, dan pemerintah sekarang akan berada dalam posisi yang sulit karena harus berkompromi dengan oposisi – dengan Maduro dan menteri-menterinya masih berada dalam kekuasaan namun tidak mampu mengalokasikan uang lebih (diluar anggaran untuk 2016 yang sudah disahkan pada tanggal 1 Desember) atau memodifikasi undang-undang atau menyetujui perjanjian bilateral atau multilateral. Setelah kekalahan referendum pada tahun 2007, Chavez memoderasi diskursus dan kebijakannya untuk sementara waktu, dan Maduro mungkin dipaksa untuk melakukan hal yang sama namun lebih besar lagi.
Sulit diketahui jika dalam kondisi ini Maduro akan beralih ke akar rumput untuk mendapatkan dukungan lebih, atau akan semakin tidak mempercayai mereka setelah kehilangan dukungan dari mereka, dan apakah dia akan melihat hasil pemilihan umum ini sebagai kebutuhan untuk refleksi atau murni akibat dari sabotase oposisi.
Bagi pendukung Chavez di akar rumput, mayoritas dari mereka belum pernah terlibat dalam revolusi demi sumber daya keuangan, mereka akan terus mengorganisir, mempromosikan proyek progresif mereka, organisasi komunitas mereka, namun dibawah kondisi yang lebih sulit.
Untuk pertama kalinya, mereka mungkin tidak merasa seperti mayoritas berkuasa yang bangga di negeri ini. Di sisi yang lain, oposisi dengan kekuasaan adalah alasan yang lebih lagi untuk menguatkan organisasi. Setelah kehilangan keistimewaan mendapatkan kemenangan dengan diberikan begitu saja, akar rumpun kemungkinan akan menjadi lebih serius. Dengan oposisi yang semakin berani, mereka dan proyek mereka mungkin juga akan berhadapan dengan serangan verbal dan fisik.
Bagi pemilih yang terombang-ambing, dalam jangka panjang, dengan memiliki oposisi yang memegang kekuasaan dapat menjadi pengingat serta uji kenyataan seiring mereka melihat bahwa banyak hal menjadi semakin buruh bagi mayoritas rakyat.
Bahwa oposisi telah menang kedua kali dari 20 pemilihan umum dibawah pemerintahan Chavezme membuktikan bahwa semua cemoohan AS, Eropa, oposisi serta media swasta mengenai bagaimana tidak demokratisnya sistem pemilihan umum Venezuela adalah palsu. Tentu saja, mereka akan mengklaim bahwa adalah “tekanan internasional” mereka yang membuat semuanya berjalan adil.
Meskipun begitu secara keseluruhan, kekalahan ini, sementara merupakan langkah mundur besar bagi tujuan-tujuan progresif, bukanlah akhir dari segalanya. Perjuangan global untuk dunia yang mementingkan rakyat dan planet di urutan pertama, untuk ekonomi yang dikontrol secara demokratis dan seterusnya adalah perjuangan panjang dengan banyak naik dan turun, kekalahan serta kemenangan.
Ditulis oleh Tamara Pearson dan dikutip dari website teleSURtv.net. Dijermahkan oleh Ignatius Mahendra KusumawardhanaKontributor Arah Juang dan Anggota KPO-PRP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here