Polisi Yang Jahat - WENAS KOBOGAU

Breaking

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 01 Maret 2016

Polisi Yang Jahat

Ilustrasi Anak West Papua (foto , tapakbatas.blogspot.com )

 Oleh Maickel Kudia #

Tepat hari ini, 28/02/2015

Sa masih ingat benar, waktu kelas 4 SD. Karena su puang sekolah jd, pigi cari kaleng putar Kalibobo. Pas di belokan SD Kalibobo, menuju Bumiwonorejo. Sa lewat di pinggiran parit dengan kaleng hanya seberat 11/2 kilo dalam karung yang berukuran 50 kilo untuk beras perbulan para PNS. Sa pikul di atas bahu karena kebetulan karung lebih besar dari orangnya.

Beberapa langkah ke depan, karena terlalu asik pungut kaleng di tumpukan sampah, di sebelah barat SD Kalibobo, tiba-tiba satu kompi mobil patroli datang menuju sa. Sa tra pikir apa yg nanti dong buat. Tiba2 mobil berhenti depan sa dan mereka rampas sa pu kaleng, terus dong buang di kali (sungai). Setelah buang barang yg sa setengah mati banting tulang cari keliling kota, setelah itu dong angkat manusianya (sa) lg ke Patroli.

Adohh, sa tra bisa bicara banyak, karena manusia kerdil, jd dong angkat macam angkat beras dan main buang di mobil Patroli saja. Sambil menangis minta pulang, kebetulan ada tiga teman sa jg yang dapat angkat dalam Patroli jd sa pu pikiran semakin tenang.

Sampe di Polres samping Air Port, torang diperiksa satu persatu. Setelah dong tanya2 ke kami, katanya ada beberapa alat penting yang hilang di Polres dan dong tuduh tong sebagai pencurinya.

Ada beberapa pucuk senjata sama surat2 penting yg hilang waktu itu. Tapi untuk proses hilang dan kapan, tong juga tra tahu.

Sa karena ketakutan tambah bongkar menangis lg dalam Polres, bateriak Bapa, Mama tolong saa.. Adohh, sa hancur kalau ingat itu.

Menangis sampe mata bengkak2, takut dapat bunuh dari polisi2 dong jd.Tunggu2 sampe jam 4 sore, dong suruh tong tiga mandi di kolam renang Polres, setelah itu polisi2 dong mulai periksa lg, sampe jam 6 hampir malam.

Karena trada barang bukti atau dong sengaja alasan untuk permainkan kitong tiga, jadi polisi dong buat surat tembusan sama keterangan dari Polres baru dong suruh tong kasih ke orang tuah. Setelah itu, tong pulang.

Pulang jg jalan kaki hampir 4 kilo sampe di tong pu tempat tinggal. Tiba di rumah, karena takut kasih surat itu ke pace dia, sa ambil surat itu kasih taruh di dalam pace pu kopor yg suratnya di bungkus dengan bingkisan kado ulang tahun ukuran kecil, kebetulan pace kalau kasih taruh kopor di atas loteng rumah jd.

Waktu berselang, hingga memakan tahun.

Hingga SMA Kelas III, sebelum dengar hasil lulus, balik ke rumah bersih-bersih rumah, tra sadar kalau surat yg dulu dengan tembusan Polres Nabire, bertanggal 28/02/2004 masih di tempat yg sama. Sa ambil surat itu sa baca berulang kali, sambil hancur tertawa tra tahan-tahan.

Sebulan kemudian sesudah dengar kelulusan, sa hilang dari kota dan orang tuah, cari makan/minum di luar negeri. Luar dari negeri West Papua.

Adohh, barang masih ada kaa, biar nanti sa kasih lihat ke semua yg baca tulisan ini.. he he he he he.. Waktu ituuu, Kelas IV SD, Tgl 28/02/2004, dulu.

Begitu sudah, sifat keras militer Indonesia di Papua yg sengaja datang mau hilangkan generasi Papua secara tersistematis dan nyata secara perlahan-lahan.

Penulis adalah Mahasiswa Papua Kuliah Di YogYakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here