Serigala Berbulu Domba di Balik Gedung Gereja - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 28 Maret 2016

Serigala Berbulu Domba di Balik Gedung Gereja

Che De Goo (Foto: Dok. Prib/Ist KM)
Oleh : Desederius Goo

Kamis putih menjadikan luka yang mendalam bagi masyarakat yang mengikuti ibada di gereja ketolik Kristus Sahabat Kita KSK Meriam yang berada di Nabire. Banyak juga saat itu beranggapan bawah gereja katolik yang berdomisili di nabire telah melahirkan beberapa manusia serigala berbulu domba.

Tanggal 24 Maret 2016 di gereja Katolik “Kristus Sahabat Kita (KSK)” meriam nabire mengundang pembicaraan di kalangan mesyarakat yang mengikuti ibadah kamis putih. Kotbah dari pastor Romo Yusuf di dalam gereja itu menyakiti hati masyarakat, dan membuat penbicaraan yang luar biasa di kalangan masyarakat yang berumat katholik.

Kotbah Partor Yusuf yang sering dipanggil dengan Romo Yusuf yang memimpin ibada Kamis Putih, pada tanggal 24 Maret 2016; -“Suku yang saat ini memegang egoisme yang lebih menonjol adalah suku mee, dengan kegeoisan itu maka suku mee tidak pernah menghargai suku lain”. Setelah itu pastor Yusuf yang mimpim ibada pada kamis putih saat itu melanjutkan khotbah mengatakan bawah, “Timur Leste merdeka karena di bantu oleh Australia dan beberapa negara. Untuk apa Pr Neles Tebai keluar negeri mencari dukungan ke negara-negara diluar, kita papua sudah aman dalam Neggara Indonesia, Lanjutnya Pastor, ” Pr Neles Tebai dan Pdt Beny Giai seharusnya tidak boleh keluar mencari dukungan di luar negeri dan mengadakan rapat-rapat di luar negeri, seharusnya kita bernyukur bisa hidup Aman dalam negara indonesia. Katanya pada ibada kamis Putuh tanggal 24 Maret 2016.

Dari beberapa Khotbah Provokator diatas makan bisa dikatakan bawah, ada manusia serigala berbuluh domba yang bersembunyi di balik gedung gereja KSK meriam nabire, dari pernyataan diatas maka bisa di tanyakan bawah pelanggaran Ham terjadi terhadap umat Tuhan menjadi skenarionya Gareja Katholik KSK Meriam. Apakah Beberapa pembunuhan yang terjadi di suku mee di seting oleh Pastor Yusuf dibawah perintah Pemerintah Indonesia? Atas dasar apa dan perintah siapa Pr Yusuf berkhotba menghina masyarakat dan suku-suku yang saat ini menjaling hubungan yang aman? Atas dasar apa Prn Yusuf berkotbha tentang Pr. Neles Tebai dan Pdt. Benny Giay?

Khotbah Pr yusuf pada hari kamis “Kamis Putih” itu juga menjadi pembicaraan di publik masyarakat/umat yang mengikuti ibada pada saat itu, cerita tentang khotbah saat itu menjadi topik di kalangan masyarakat di kota nabire. Kritik melawan pada saat itu tidak ada sebab Umat yang mengikuti ibada pada saat itu mengganggap bawah “tidak boleh ada keributan dalam Rumah Tuhan”.

Gereja adalah Rumah Tuhan dan tidak boleh ada kegitan politik dalam rumah tuhan, namun yang terjadi didalam gereja KSK lain dari pada gereja lainnya. Dimana didalam gereja itu mengijingkan para politikus untuk berkampanye mendukungnya dalam pemilihan bupati, DPR dan politik kotor lainnya.

Beberapa kegiatan yang di dalam rumah Tuhan antara lain sebeagai berikut.

Pada tanggal 17 Agustus sekitar tahun 2013/2014 berdera mera putih milik kolonial indonesia di kibarkan dalam gereja dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai lagu pembukaan pada hari minggu itu. Kegiatan ini dilakukan oleh Pastor yang sama.

Pada beberapa kali pastor yang sama juga berkotbah bawah “Orang papua yang mempunyai tanah boleh dijual kepada siapa saja, dan memberikan kepada orang-orang Indonesia yang datang sebagai Transmigrasi di papua khususnya nabire”. Pastor yusu juga melarang orang papua yang ada di nabire untuk tidak menggunakan pakaian adat Koteka dan Moge lalu masuk dalam gereja. Juga pada pentabisan para Pastor di gereja KSK Meriam nabire, pastor melarang orang-orang tua dari para pastor dan simpatisan untuk tidak menggunakan pakaian adat “koteka dan Moge”, Dan banyak juga khotbah yang dikelurkan oleh pastor yang sama untuk merugikan orang asli west papua di nabire Meepago.

Dari larangan yang di buat pastor maka timbul pertanyaan bawah. Seperti apa hilarki gereja katolik, seperti apa kehadiran gereja di daerah-daerah dan seperti apa tugas gereja yang sebenarnya di daerah di mana gereja itu berada?

Latar belakan keberadaan pastor, pastor paroki Pr Romo Yusuf. Banyak orang/umat mengatakan bawah masa bakti pastor di Gereja KSK meriam nabire sudah habis dan mestinya Pastor yusuf sudah seharusnya keluar dari gereja. Jangan menjadi seriga berbulu domba dalam gedung gereja yang seharusnya rumah tuhan itu.

Meedetaida Nabire West Papua 26 Maret 2016

Anak Jalanan, Kuliah di Kampus Jalanan Nabire (AMP/KNPB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here