Suku Besar Yerisiam Gua: Banjir Dua Hari Akibat Expansi Kelapa Sawit PT.Nabire Baru - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 29 Maret 2016

Suku Besar Yerisiam Gua: Banjir Dua Hari Akibat Expansi Kelapa Sawit PT.Nabire Baru

SIARAN PERS 
SUKU BESAR YERISIAM GUA,KAMPUNG SIMA,DISTRIK YAUR, KABUPATEN NABIRE-PAPUA.

"Salam Paskah"
"Syukur Bagimu Tuhan,Kau Brikan Tanahku,Bri Aku Rajin Juga Sampaikan Maksudmu"
IS.Kijne
Melihat kondisi Masyarakat Yerisiam Gua, Kampung Sima, Distrik Yaur Kabupaten Nabire-Papua. Yang sangat memprihatinkan Pasca Banjir 2 (dua) hari lalu (23-24 Maret 2016) yang mengguyur Kampung Sima,yang tingginya mencapai 2 (dua) meter lebih,berakibat 53 rumah warga terendam dari 67 rumah dan beberapa fasilitas umum seperti; 3 buah Rumah Gereja dan Sekolah Dasar Negeri terendam total. Dan juga sekitar 45 warga masyarakat mengungsi dari Kampung Sima.

Selama bertahun-tahun Masyarakat Yerisiam Gua menghuni Kampung Sima, tak pernah terjadi banjir sedasyat ini, menggenangi seluruh rumah warga bahkan sekolah dan tempat peribadatan, dan juga timbul penyakit baru dari efek banjir tersebut.

Banjir ini terjadi akibat, Expansi Perkebunan Kelapa Sawit PT.Nabire Baru (PT.NB),PT.Sariawana Unggul Mandiri (PT.SUM) dan PT.Sariwana Adhi Perkasa (PT.SAD), yang tepat di depan Kampung Sima. Karena sudah tak ada pohon yang menjadi penyangga untuk menahan luapan Sungai Sima, maka arus banjir dengan bebas menghantam perumahan Kampung Sima Masyarakat Yerisiam Gua.

Pembukaan areal ini diakibatkan karena perkerjaan yang dilakukan 3 (Tiga) perusahan tersebut (PT.NB,PT.SUM dan PT.SAD) yang tampa didasari oleh "Analisa Mengenai Dampak Lingkungan" (AMDAL), dan pekerjaan ini berjalan secara "ILEGAL" sejak Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2013 ",barulah di terbitkan AMDAL oleh Pemerintah dan bekerja secara ILEGAL hingga saat ini.

Inilah akar masalah yang terjadi,yang dibuat oleh; Oknum masyarakat yang melepaskan tanah tampa Musyawarah dan Mufakat oleh keseluruhan Masyarakat Yerisiam Gua,Pemerintah yang melegalkan sebuah kesalahan prosedur hukum kepada PT.NB,PT.SUM dan PT.SAD, tapi juga 3 (Tiga) Perusahaan yang bekerja secara ILEGAL di Tanah Yerisiam Gua. Nah...Dampak dari keserakahan semua pihak ini, berdampak pada "BENCANA ALAM" yaitu banjir yang menghantam Kampung Sima/Orang Yerisiam Gua, yang selama ini menjadi prediksi kami akan bahaya expansi hutan Yerisiam Gua akhirnya, terjawab juga...

Kehadiran Perkebunan Kelapa Sawit di Tanah Yerisiam Gua, bukan keinginan seluruh Masyarakat Yerisiam Gua, namun kehadirannya oleh oknum-oknum masyarakat yang mengatasnamakan Orang Yerisiam Gua dan juga pihak-pihak yang mencari keuntungan dari proyek perkebunan Penanaman Modal Asing (PMA) PT.Nabire Baru (PT.NB),PT.Sariwana Unggul Mandiri (PT.SUM) dan PT.Sariwana Adhi Perkasa (PT.SAD) tersebut, yang berbuntut pada banjir yang mengorbankan seluruh Masyarakat Yerisiam Gua, yang sebahagian tak tahu apa-apa dan pernah pernah menginginkan kehadiran Perkebunan tersebut.

Efek dari ke 3 (Tiga) Perusahaan ini (PT.NB,PT.SUM dan PT.SAD) sudah kami rasakan selama ini dengan; Tak ada perhatian kepada Masyarakat Yerisiam Gua,penindasan terhadap Hak Masyarakat Yerisiam Gua,stikma konyol terhadap masyarakat Yerisiam ketika menuntut hak, tak ada pembangunan yang dibuat oleh ke 3 (Tiga) perusahan tersebut (PT.NB,PT.SUM dan PT.SAD) dan lain sebagainya. Hal ini diperparah lagi, dengan terkesan Pemerintah tak pernah menyoroti perusahaan tersebut dan juga mengabaikan Masyarakat Yerisiam Gua ketika menuntut Pemerintah mengadili atau memanggil Ketiga Perusahaan tersebut. Seakan-seakan Ketiga (3) Perusahaan tersebut kebal hukum.

Bentuk perlawanan kami Masyarakat Yerisiam Gua lewat,Kolektif Suku Besar Yerisiam Gua terhadap Perusahaan dan juga pihak-pihak yang mengatasnamakan Orang Yerisiam Gua telah/sedang kami lakukan, walaupun sekan-akan perlawanan ini tak digubris dan banyak dipolitisir, namun kami sudah lakukan dengan berbagai cara untuk bentuk penipuan dan afek expansi Perkebunan Sawit yang kini terjadi pada banjir beberapa hari lalu. Beberapa perlwanan yang kami lakukan dan di bantu oleh pihak-pihak yang peduli tentang perjuangan kami yaitu; 1.)Menggugat SK Gubernur Papua No.142 Tahun 2008 tentang pemberian Ijin Usaha Perkebunan (IUP) kepada PT.Nabire Baru di atas Areal 17.000 Hektare di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura sejak bulan Oktober hingga saat ini. 2.) Menolak Program penciptanya Lapangan Kerja Tahap III oleh Presiden Republik Indonesia kepada PT.Nabire Baru, yang sudah kami tolak dalam Bentuk Petisi oleh Suku Besar Yerisiam Gua dengan berbagai pihak-pihak yang ikut mendukung petisi kami bulan Januari lalu,guna menolak pernyataan Presiden tersebut 3.)Perlawanan lain kami sudah lakukan dengan; Menolak Penambahan Areal dengan berkedok Plasma oleh PT.Nabire Baru yang ingin di buka pada areal Dusun Sagu "Jarae dan Manawari" pada pertemuan Keluarga Besar Suku Yerisiam Gua yang dihadiri seluruh keluarga Besar Yerisiam,dengan pihak Perusahan yang dihadiri oleh Aparat Brimob PAM Sawit,TNI Koramil setempat dan pihak Koperasi pada ; (Minggu 7/02/2016) lalu, yang hasil kesepakatan/pertemuan tersebut di "TOLAK" 100% oleh seluruh Masyarakat Yerisiam Gua terhadap Hutan Sagu tersebut, dengan pertimbangan; 1.)Dusun Sagu "Jarae dan Manawari" adalah tempat Sakral Masyarakat Yerisiam Gua,tapi juga adalah tempat peradaban manusia Yerisiam dan bahan makanan pokok manusia Yerisiam Gua. 2.)Dusun sagu itu berhadapan tepat dengan Kampung Sima, yang kini menjadi salah satu tempat yang menjadi penyebab hutan untuk menahan efek-efek alam.

Namun...hasil penolakan Masyarakat Yerisiam Gua pada pertemuan itu tak digubris. Malah pihak Pemerintah Daerah maupun Pusat,Perusahaan dan Oknum-oknum yang mengatasnamakan Masyarakat yang ada pada Koperasi Perusahaan, mengijinkan Pembukaan Areal Dusun Sagu tersebut dengan membuat acara pengucapan syukur pada; (14/03/2016). Hal ini sangat melecehkan seluruh Masyarakat Yerisiam Gua, seakan-akan yang mempunyai Hak Atas tanah tersebut adalah milik,Pemerintah, Perusahaan dan Pihak Koperasi. Dan segala rentetan persoalan yang selam ini telah terjadi,kami protes dan suarakan, akhirnya terbukti; pada banjir dasyat yang melanda Kampung Sima pada beberapa hari lalu.

Kini siapa yang bertanggung jawab ? Siapa yang disalahkan ? Dan siap yang menanggung semua ini ? Kembali Rakyat Yerisiam Gua yang menanggung semuanya....

Pihak perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan atas Proyek Sawit tersebut,dengan santai tak pernah muncul bahkan tak memberikan uluran tangan sedikitpun atas ulah yang mereka lakukan, Pemerintah Daerah hanya datang ke Kampung Sima dengan sebungkus bantuan sosial pasca banjir, namun tak melihat akar dari peroalan banjir tersebut.

Dengan gambaran umum,penjelasan singkat dan keluh kesah diatas, Maka Suku Besar Yerisiam Gua sebagai representasi Adat dan juga Pimpinan Kolektif Masyarakat Yerisiam Gua Kampung Sima,Distrik Yaur Kabupaten Nabire-Papua, meminta dengan tegas dan mendesak.
Pertama : MEMINTA" Presiden Republik Indonesia, untuk "MENINJAU ULANG" keberadaan aktivitas Tiga (3) Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, yaitu; PT.Nabire Baru (PT.NB),PT.Sariawan Unggul Mandiri (PT.SUM dan PT.Sariawan Adhi Perkasa (PT.SAD) di atas Hukum Ulayat Adat Suku Besar Yerisiam Gua,Kampung Sima,Distrik Yaur,Kabupaten Nabire-Papua. Karena hemat kami Tiga (3) Perusahaan tersebut melanggar berbagai aturan Undang-Undang tentang Perkebunan dan juga menyengsarakan kami Masyarakat Yerisiam Gua,Kampung Sima,Distrik Yaur,Kabupaten Nabire-Papua, sehingga ada Sangsi Tegas dan Langkah Tegas Kepada Ketiga (3) Perusahaan tersebut (PT.NB,PT.SUM dan PT.SAD)

Kedua : MEMINTA" Gubernur Papua,DPRP Papua,MRP Papua dan Instansi Terkait. Untuk turun langsung ke Masyarakat Yerisiam Gua Kampung Sima,Distrik Yaur,Kabupaten Nabire-Papua, untuk melihat secara langsung hasil dari ulah Ketiga (3) perusahan tersebut PT.NB,PT.SUM dan PT.SAD terhadap hak hidup Masyarakat Yerisiam Gua yang diakibatkan oleh banjir akibat aktivitas perkebunan mereka.

Ketiga : MEMINTA" Gubernur Papua,DPRP dan MRP untuk memanggil ketiga (3) Perusahaan PT.NB,PT.SUM dan PT.SAD pada sebuah pertemuan resmi, yang juga dihadiri intansi terkait guna Meminta Pertanggung jawaban ketiga (3) Perusahaan tersebut yang bekerja Ilegal dan kini berdampak pada banjir yang melanda Masyarakat Yerisiam Gua Kampung Sima,Distrik Yaur Kabupaten Nabire-Papua.

Keempat : Jangan Pemerintah "DIAM" 1000 bahasa lagi, dan segera mengambil langkah tegas akan masalah ini, Karena Hak Hidup Manusia Yerisiam Gua Terancam Punah, karena bentuk penindasan,perampasan dan bentuk-bentuk penjajahan lainya sedang belangsung di di Tanah Yerisiam Gua, dan kalau di biarakan "Aborigin" jilid II akan berlangsung di Tanah Yerisiam Gua,Kampung Sima,Distrik Yaur,Kabupaten Nabire-Papua.

Demikian Siaran Pers Suku Besar Yerisiam Gua,Kampung Sima,Distrik Yaur,Kabupaten Nabire-Papua, ini kami sampaikan dan berharap dapat dilanjutkan oleh pihak-pihak yang peduli terhadap Hak Hidup Masyarakat Yerisiam Gua,Masa Depan Alam Orang Yerisiam Gua dan Juga Generasi Yerisiam Gua.

Minggu27/03/2016
TTd
Kepala Suku Besar Yerisiam Gua

(DANIEL YARAWOBI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here