Hot!

Yesus Mati Dikaju Salib, Musa Macko Tabuni Mati Dengan Peluru

Alm.Musa Mako Tabuni (Ist)
Jumat Agung ini Saya mau merefleksikaan kisah bersama saudara saya Musa Mako Tabuni. Ketika menjadi mahasiswa Uncen, kami berjumpa di Taman Makam Pahlawan Bangsa Papua, Theys Hiyo Eluay, di Sere, Sentani. Ia salah satu dari puluhaan mahasiswa Exodus dari Wilayah Sulawesi.


Banyak sekali cerita yang ia utarakaan tentang perjuangaan Papua, mulai dari konsolidasi, idealisme hingga ia memiliki mimpi jadi pemimpin di Papua. Masih dalam suasana luguh, polos, saya memasang telinga rapatdan membuka lembar-lembar trus mendengar dan menyimak kata katanya

Musa Mako Tabuni seorang pembicaraa ulung, ciri khas pemaknaan bahasa bahasa sederhana, memiliki jiwa berani, militansinya tak diragukaan sekalipun waktu itu dia tenang tapi menghanyut.Saya bersamnya sejam, bicara bicara pola perkembangaan gerakaan masa depàn hingga dia terlibat aktif mendirikan organisasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB).


Semua mengenalnya, ia pejuang, aktivis yang selalu ketika demontrasi selalu menaruh wajah depàn anjing anjing pelacak, pernah karena membela hak orang banyak ia dipenjaraa di LP Abepura. Ia terus dewasa hingga jadi petingi di KNPB, jd wakil ketua. Dirinya yang tenang itu ternyata lama kelamaan menjadi satu orang yang ditakuti oleh Negara, sampai ia dinyatakaan masuk dalam daftar langsung tembak.

Yang Musa Mako Tabuni perjuangkan adalah hak-hak manusia papua agar keluar dari perbudakaan dosa-dosa negara, para penindas, tetapi ia balik ditaklukaan degn cara-cara biadap. Ia dilihat sebagai musuh negara, akhirnya ditembak.
 
Kata kata Musa Mako Tabuni "Hari ini kaliaan boleh membunuh kami orang papua tapi besok kami akan terus lawan kalian sampai kaliaan ikut dijajah  dunia modern". 
Idealisme dan apa semangatnya perjuangaan tak terputus di tengah jalan, tetapi nama dari Musa Mako Tabuni terus dikenang setiap saat, ia menjadi abadi dalam aktivis pemuda Papua.


YESUS MATI DIKAYU SALIB, MUSA MAKO TABUNI  MATI DENGAN  PELURU 

Kematiaan Mako merupakaan salah satu kasus dari ribuaan kasus yang masih ada di Papua, belum terselesaikaan. Orang papua yang mati tak pernah dipersoalkaan, banyak yang memandang itu sebuah kejadiaan biasa-biasa saja. Menghilaangkaan hak hidup adalah sebuah hukum yang hsrus diteladani.

Sperti saat ini, Jumat Agung, Yesus di Salibkaan di atas bukit Golgota, lambungnya ditusuk degan Tombak, tangan dan kaki dipaku dan kepalanya diikat mahkota duri. Ia akan mati. Peristiwa penyalipaan ini sungguh membangkitkaan orang kristen. Ada yang mengimani sebagai jalan keselamataan, kebangkitaan, dll.
 
Yesus disalibkaan hanya karena membela hak hak kaum miskin, merendahkaan kaum angkuh orang Farisi, dan ia jua memeperjuangkan kemerdekaan kaum miskin, mengalahkan kuasa kegelapaan. 

Peristiwa Mako dan Yesus tidaklah jauh berbeda, Mako tampil sebagai manusia biasa yang mekiliki dosa lahiriah dan yesus lahir dari Kuasa Anugrah Allah. Yesus jd inspirator dalam perjuangaan maoo ketikaan nilai nilai yg diperjuangkaannitu sama agar manudia menghormati hak haknya sebagai martabat pencipataan Tuhan, tidak ada perbudakaan dan penindasaan atas sesama. 

Mako jadi inspirasi kaulah muda Papua atas perjuangaan dan kematiaanya. Ia mati dibunuh degan peluru, timah panas, dan tak mendapatkaan hak sebagai manusia. Tanpa ada sebuah peringataan tanda batasaan tapi ia dieksekusi oleh Densus 88. Saya bayangkaan kalau dulu memang ada senjata pasti Yesus juga dibunuh dengan Senjata, tanpa dulu yang ada anak panah dan tombak. Tradisi yahudi, orang yang disalibkaan adalah orang yang tidak megimani Allah sesuai hukum Taurat kaum farisi alias orang kafir. Mako dipandag separatis karena membangun gerakaan perjuangaan yang dianggap tidak patuh terhadap hukum negara.

Sosok Mako dan Yesus yang bila dipikirkaan secara reflektif ternyata mereka ini adalah sosok pejuang Revolusioner utnuk kaum tertindas. Nilai revolusi itu yang mesti dimaknai dalam nuansa Paskah. Nilainya adalah


1.Kebangkitan
Orang mulai bicara tetang masa depan dari sebuah bangsa akan hidup dibeberapa tahun ke depan degan landasaan nilai-nilai apa. Lalu, kita tidak hanya hidup atau berjuang degan mengaharap-harap keselamatan dari orang lain, bangsa lain, atau daerah lain tapi mulai pikir untuk bergerakaan dimana dan dari mana


2.Memiliki Visi
Dalam kehidupaan kita dimana pun saja, mesti memiliki visi revolusi, buat sesuatu yang baru dapat dirasa sexr keseluruhaan oleh semua pihak. Semua OAP merasa diberdayaakaan degan gagasaan-gagasan kita.


3.Militaan
Sekecil spapaun oerjuangaan kita tdkmperlu ragu atau mundur tetap berjuang hingga darah penghabisaan, tidak berpihak sebuah kesalahaan-kesalahan yang memojok. Tetaplah setia dan komitmen pada perjuangaan yang diwariskaan. Sekalipun Yesus memiliki kuasa untuk taklukaan dunia tapi ia memiliki sikap yang jelas patuh pada perintah Allah untuk disaibkaan. Musa Mako Tabuni tak memperthitungkaan kematiaannya jiwanya tapi ia pikirkaan berjuang hingga Pembebasan tiba.


4.Berani
Dalam situasi manapun tidak pernah mundur dari tanggung jawab tetap teguh melawaan nilai-nail Penindasaan, lawan kaum-kaum penindas degan cara cara bermartabat, sekalipun dihadapi, dimaki, dipojokaan, distigma tetap berani untuk menghancurkaan tembok-tembok tersebut.


5.Tak Mudah Menyarah
Tetap loyal pada perintah, tanggungjawab, tak pernah menyerah dan membukar rahasia.


BERJUANG SAMPAI MATI



Penulis Natan Tebai Aktivis dan Pemerhati Sosial Kemanusiaan Papua

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.