“Darah Juang” Yang Terus Membakar Semangat Juang - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 02 April 2016

“Darah Juang” Yang Terus Membakar Semangat Juang

Acara musik bertajuk Kumpul dan Nyanyi Bareng yang digelar oleh Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), di Kedai Kopi Damar Bhumi, Bukit Duri, Jumat (1/4) malam, benar-benar membakar semangat.
Darah Juang, lagunya kaum pergerakan sejak 1990-an hingga sekarang ini, dinyanyikan langsung oleh penciptanya: John Tobing. Menariknya lagi, selain diselingi dengan petikan gitar John, lagu Darah Juang juga mengalun dengan ditemani oleh puisi berjudul Pada Kawan Yang Mati karya AJ Susmana.
Aktivis mana yang tidak kenal Darah Juang?
Aksi-aksi protes, entah yang mengaku kiri maupun kanan, kerap menyanyikan Darah Juang. Di situs youtube, ada ratusan video dengan lagu Darah Juang. Beberapa grup musik merekam dan menyanyikannya, seperti MarjinalTeknoshit, Lontar, Red Flag dan Innerbeauty.
Darah Juang juga tidak hanya dinyanyikan oleh aktivis kiri, khususnya Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan sayap-sayap organisasi-massanya, tetapi sudah meluas ke berbagai organisasi pergerakan lainnya: HMI, PMII, IMM, dan GMNI.
Bahkan beberapa politisi pun terkagum-kagum dengan Darah Juang. Dua politisi PDI Perjuangan, yaitu Bambang Dwi Hartono dan Rieke Diah Pitaloka, sangat hafal dan sering menyanyikan lagu Darah Juang di acara-acara partai mereka.
“Biarkan Darah Juang jadi lagu semua orang. Lagunya rakyat Indonesia,” kata John Tobing.
John mengaku, lagu Darah Juang bukanlah ciptannya sendirian, tetapi ciptaan banyak orang. Ada andil Dadang Juliantara, Budiman Sudjatmiko, dan kawan-kawan lain dalam melahirkan lagu itu.
Apakah Darah Juang masih membakar semangat juang?
Asep Salmin, aktivis pergerakan sejak awal 1990-an, mengatakan, “keberhasilan Darah Juang adalah ketika tidak lagi hanya menjadi milik PRD, tetapi sudah menjadi milik semua orang.”
Sementara bagi Siti Rubaidah, mantan Sekretaris Jenderal Serikat Tani Nasional (STN), “Darah Juang menjadi lagu rohani yang selalu membasuh kelelahan dalam perjuangan.”
Lalu, kata Sekretaris Jenderal PRD Dominggus Oktavianus, “lagu Darah Juang masih tetap relevan bagi generasi sekarang.” Dia juga memberitahukan bahwa PRD baru-baru ini mencantumkan Darah Juang sebagai himne Partainya di konstitusinya.
Selain menyanyikan lagu Darah Juang, John juga menyanyikan lagu tentang buruh migran, Doa, Fajar Merah, dan lain-lain. Juga pembacaan puisi oleh Roso Suroso dan AJ Susmana.
Risal Kurnia


Sumber Artikel: www.berdikarionline.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here