Mendukung ULMWP ke MSG, KNPB Timika Gelar Doa Bersama - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 12 April 2016

Mendukung ULMWP ke MSG, KNPB Timika Gelar Doa Bersama

Aksi KNPB di Mimika untuk mendukung ULMWP menjadi anggota penuh MSG – Jubi/Agus Pabika
Timika. Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Bomberay di Timika Papua, menyelenggarakan ibadah bersama, Selasa (12/4). Wakil Ketua KNPB Utusan Wilayah Bomberay, Romario Yatipai mengatakan, doa bersama tersebut bertujuan mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menjadi anggota penuh di MSG, serta mendukung konferensi referendum West Papua yang diagendakan di London, Inggris, 3 Mei 2016 mendatang.

“Doa ini adalah lintas bangsa sesuai janji dan kesepakatahn rakyat Papua 5 April lalu. Tujuannya, kita mendukung ULMWP menjadi anggota penuh di MSG, serta mendukung penuh rencana konferensi referendum West Papua tanggal 3 Mei mendatang,” jelasnya, Selasa siang.

Romario juga mengingatkan rakyat Papua agar tidak terjerumus serta tidak terpengaruh dalam politik memecah bela dari Indonesia. “Selama ini banyak isu, ini dan itu, bahkan ada bujukan dan rayuan dari Indonesia kepada rakyat Papua. Saya harap, rakyat Papua sadar akan bangsa Melanesia. Kita bukan bangsa Indonesia,” pesannya.

Ia mempertegas perbedaan yang terdapat antara indonesia dan Papua. “Bahasa beda, ras beda, lihat keriting dan hitam, anda dan saya bukan orang Indonesia,” tambahnya mengurai sejarah panjang Indonesia di Papua.

Sejak tahun 1961, kata Romario, Papua sudah merdeka. “Tapi Indonesia bermain licik, menipu dan merampas hak orang Papua, hingga kini!” tegasnya. Lanjutnya, sejak Indonesia menganeksasi Papua, sejarah buram terukir di Papua.

Hidup kita dimatai-matai. Bahkan ditindas, dijajah, dibunuh. “Indonesia merampas hak hidup kita sebagai bangsa Papua diatas kekayaan alam yang melimpah ruah. Ingat itu, orang Papua, mulai sekarang jangan ikut-ikutan Indonesia,” tambahnya.

Dalam kesempatan doa bersama lintas bangsa tersebut, Romario membacakan deklarasi Keputusan Sidang paripurna IV Parlemen Nasional West Papua. Keputusan berisikan tujuan kepada Negara Republik Indonesia, serta kepada dunia internasional (IPWP, ILWP dan ULMWP.

Keputusan bersama tersebut, berisikan ketetapan penduduk pribumi Papua di teritori West Papua sebagai bangsa Papua, berumpun Melanesia.

Kedua, penduduk Papua di wilayah teritori West Papua sebagai wilayah bekas koloni Nieuw Guinea memiliki hak untuk menentukan nasib (politik) sendiri, tanpa campur tangan Indonesia.

Deklaraasi tersebut juga menyebutkan hak bangsa Papyua sama seperti bangsa lainnya, yakni berhak  mempertahankan populasi dan budaya,  serta mengembangkan secara wajar dan bertanggungjawab berdasarkan Hak Azasi Manusia (HAM).

Sementara itu, Ketua PRDM, Abihut Degei menghimbau kepada Rakyat Papua agar melawan dengan tegas terhadap penjajahan yang dilakukan oleh Indonesia di wilayah West Papua.

Pihaknya juga menolak kerasa atas penangkapan Steven Itlay, yang ditangkap Aparat gabungan TNI/POLRI di Timika, 5 April 2016, ketika menggelar doa bersama rakyat Papua. “Kami sudah dijajah puluhan tahun, Polisi dan Tentara (POLRI/TNI) masih menangkap orang Papua. Jangan bawah Steven ke Polda Papua. Tanah ini bukan milik Indonesia, kembalikan dia kepada rakyat Papua!” pungkasnya. 


Melsedik Ugapigu Yogi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here