Hot!

Indonesia Telah Gagal Untuk Mengubah Sikap Orang Papua

Ketua pengurus badan Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGGBP), Pendeta Socrates Sofyan Yoman (Foto/http://suarabaptis.blogspot.co.id/)
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), Pendeta Socratez Sofyan Yoman' mengatakan lima dekade pemerintahan Indonesia telah gagal untuk menguba sikap orang papua atau menghilangkan nasioonalisme orang papua. JUmat 11 Mai 2016.

Mengulangi panggilan dia dibuat pada kunjungan terakhirnya ke Selandia Baru sepuluh tahun yang lalu, Pendeta Socratez ingin pemerintah Selandia Baru untuk mendorong Jakarta untuk terlibat dalam dialog tentang Papua.

Dia mengatakan di dalam hati mereka semua orang Papua akan memilih untuk tidak menjadi bagian dari Indonesia.

"53 tahun di bawah pendudukan Indonesia. 53 tahun dari sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah SMA, universitas, mereka mendapatkan pendidikan dari Indonesia. Tapi kenapa mereka masih melawan Indonesia? Papua Barat tidak pernah mengubah pikiran mereka tentang hal ini, mereka kuat degan nasionalisme papua."
Pendeta Socratez Yoman mengatakan pelanggaran melawan West Papua oleh aparat keamanan Indonesia hanya memburuk sejak kunjungan terakhirnya ke Selandia Baru.
"Ini adalah masalah kemanusiaan. Selama pemerintah Indonesia terus melakukan pelanggaran hak asasi manusia, ini adalah masalah kemanusiaan. Ini adalah masalah global, kekhawatiran global. Kekhawatiran saya adalah orang saya, pemilik tanah, bagaimana mereka diperlakukan  seperti binatang. "
Menurut pemimpin gereja, transmigrasi dan kebijakan pemerintah Indonesia telah terus meninggalkan masyarakat adat daerah Papua terpinggirkan demografis, budaya dan ekonomi.
Dia mengatakan masyarakat internasional memiliki peran untuk bermain dalam masalh papua barat
Pendeta Socratez menggambarkan bagaimana Indonesia diselesaikan konflik di wilayah Aceh, dengan mediasi pihak ketiga melalui proses Helsinki, sebagai contoh yang baik dari negosiasi damai dalam konteks Indonesia.
 
 


Antara  

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.