Hot!

Inilah 10 Tokoh Dunia Pencinta Catur

Lenin-birthday-3
Siapa yang tak kenal catur? Permainan yang konon berasal dari tanah India ini cukup populer di kalangan rakyat Indonesia. Popularitas catur hampir menyamai sepak bola dan bulu tangkis.

Yang menarik, catur bukan hanya permainan, tetapi juga olah otak. Bahkan, bagi para ahli politik dan militer, catur adalah seni untuk mengembangkan strategi dan taktik. Persis seperti dikatakan pecatur dunia, Bobby Fischer: “catur adalah perang di atas papan.”

Nah, karena itu, ada banyak politisi, pemimpin militer, dan filsuf yang punya kegemaran bermain catur. Berikut ini kami beberkan 10 tokoh dunia pencinta catur.

Lenin
Siapa tak kenal dengan Lenin? Dia adalah salah satu arsitek Revolusi Rusia. Selain dikenal sebagai pemikir yang cemerlang, Lenin juga diakui keunggulannya dalam merumuskan strategi dan taktik. Revolusi Rusia adalah buktinya.

Siapa sangka, Lenin pencinta catur juga. Di sela kesibukannya sebagai pekerja politik, dia selalu menyelipkan waktu untuk bermain catur dengan kawan-kawannya. Istrinya, Nadezhda Krupskaya, pernah menulis: “Lenin menyerah pada catur, permainan favoritnya, karena menyerahkan terlalu banyak waktunya.”

Ia kerap mengajak dua kawannya, Anatoly Lunacarsky dan Maxim Gorky, untuk main catur. Di google, anda tidak susah untuk mendapatkan foto Lenin sedang main carut dengan Lunacarsky dan Alexander Bogdanov.

Dengan catur, Lenin mengasah pikirannya. Seperti kata-katanya sendiri, “catur adalah olahraga senam otak.”

Fidel Castro
Kalau ditanyakan, apa permainan rakyat Kuba? Mungkin salah satu jawabannya adalah catur. Permainan yang ditemukan sejak abad ke-6 ini melekat kuat di tengah-tengah rakyat Kuba.

Konon, catur datang ke Kuba bersamaan dengan kedatangan Colombus di benua itu. Sejak itu, rakyat Kuba jatuh cinta pada permainan yang mengasah otak ini.

Karena itu, jangan heran jika tokoh-tokoh revolusioner Kuba, termasuk Fidel Castro, adalah penggemar berat permainan catur. Ada banyak video yang memperlihatkan Castro sedang bermain catur.

Tak heran, tahun 1966, Kuba menyelenggarakan olimpiade catur di Havana. Legenda dunia, seperti Tigran Petrosian dan Bobby Fischer, turut hadir di turnamen ini.

Fidel menyempatkan uji tarung dengan dua pemain dunia itu. Dia bermain seri dengan Petrosian dan menang atas Fischer.

Fidel tahu betul manfaat catur pada perkembangan otak dan mentalitas. Karena itu, sejak 1989, permainan catur menjadi program khusus di sekolah-sekolah Kuba.

Che Guevara
Seperti Fidel Castro, Che Guevara juga penggemar catur. Foto-foto Che sedang bertarung di papan catur juga tidak sulit ditemukan di dunia maya.
Che belajar catur di usia belia, pada keluarga Spanyol yang melarikan diri dari negerinya ke Kuba. Menginjak dewasa, dia sering ikut kejuaraan.

Setelah revolusi Kuba, Che bermimpi Kuba bisa memiliki grandmaster hasil didikan revolusi. Untuk itu, turnamen pun digalakkan. Termasuk menjadi motor penyelenggara Olimpiade catur dunia pada tahun 1966.

Catur begitu kuat dalam hidup Che. Kepada grandmaster Venezuela, Ludek Pachman, Che bilang, “Kau tahu, kamerad Pachman, aku tidak nyaman sebagai Menteri, aku lebih suka bermain catur denganmu atau membuat revolusi di Venezuela.”

Che juga yang menyadari arti penting catur bagi dunia pendidikan. Dia mengatakan, “catur adalah alat efektif untuk mendidik dan melatih kecerdasan manusia.”

Josip Broz Tito
Josip Broz Tito tentu tidak asing bagi rakyat Indonesia. Dia adalah salah satu penggagas Gerakan Non Blok (GNB). Dia juga adalah pendiri Republik Federasi Sosialis Yugoslavia.

Nah, Tito ini juga penggemar catur. Dia mengenal catur sejak anak-anak dan menghabiskan banyak waktunya untuk bermain catur. Bahkan, ketika sedang memimpin perlawanan menentang fasisme Jerman di tahun 1943-1944, Tito masih menyempatkan diri untuk bermain catur.

Di tahun 1950, karena kecintaannya pada catur, Tito turut membantu penyelenggaraan Olimpiade catur di Dubrovnik (sekarang wilayah Kroasia).

Napoleon Bonaparte
Mungkin tidak ada yang meragukan kehebatan Napoleon Bonaparte di medan perang. Tetapi tidak demikian di papan catur.

Sekalipun sangat mencintai catur, tetapi Napoleon tidak pernah menjadi pemain yang hebat. Konon, ketika bermain catur, dia selalu mengambil langkah berani dan tidak biasa.

Dia sendiri pernah bilang, “catur terlalu sulit untuk dijadikan permainan, tetapi terlalu gampang untuk dijadikan ilmu atau seni.”

Albert Einstein
Albert Einstein, yang lahir di Ulm, Wurttemberg, Jerman, tahun 1879, juga penggemar permainan catur. Tahun 1880, keluarganya pindah ke Munich. Di kota inilah dia mulai bermain catur.

Di tahun 1918, di Berlin, Einstein bertemu dengan ilmuwan yang suka catur, Emanuel Lasker. Keduanya kerap bermain bersama. Lasker sendiri tercatat sebagai juara dunia catur antara 1894-1921.

Tetapi, ya, Einstein tidak begitu antusias dengan catur. Dia hanya pemain amatir. Tetapi di rumahnya selalu ada papan catur. Dia suka bermain catur dengan tetangga dan teman-temannya.

Di tahun 1940, dalam wawancara dengan wartawan lepas Peter Bucky, Einstein bilang, “Alasanku tidak suka catur adalah etika. Tujuan utama dari permainan adalah mengalahkan lawan dengan trik berbeda dan tipuan.”

Karl Marx
Karl Marx juga pencinta catur. Ketika penulis Das Capital ini meninggal dunia, Wilhelm Liebknecht, seorang kawan dekatnya, menulis tentang kegemaran Marx bermain catur.

Di 1850-an, di kota London, ketika Marx dan para pelarian politik lainnya berkumpul, Marx membuka pertandingan catur dengan kawan-kawannya. Termasuk Liebknecht. Dan Marx selalu menang.

Hingga, pada suatu hari, Liebknecht menemukan taktik bertahan. Dan Liebknecht berhasil mengalahkan Marx. Tentu saja penulis Manifesto Komunis ini tidak puas. Dia terus menantang untuk bermain ulang di esok harinya.

Jean-Jacques Rousseu
Selain Marx, filsuf lain yang suka catur adalah Jean-Jacques Rousseu. Filsuf Perancis ini kerap bermain catur di cafe-cafe, diantaranya cafe de la Regence dan Café Maugis. Kecintaan Rousseu pada catur dapat ditelusuri di buku autobiorafinya, Les Confessions.

Pernah Rousseu bermain catur dengan filsuf Denis Diderot di Café Maugis. Rosseu selalu menang. Pernah juga dia bermain dengan Prince de Conti. Uniknya, meski berhadapan dengan bangsawan tinggi, Rousseu tidak perlu berpura-pura kalah untuk menghormati si bangsawan.

George Washington
Bapak pendiri Amerika Serikat ini memang bukan pemain catur. Tetapi dia sangat berutang budi pada catur. Mau tahu kisahnya?

Kisahnya begini. Saat itu Washington mau menyerang pasukan Inggris di Delaware. Sebelum serangan itu, seorang anak-anak yang menjadi mata-mata menyampaikan rencana Washington itu kepada Komandan Inggris, Kolonel Rahl. Saat itu sang Komandan sedang asyik bermain catur dengan seorang prajuritnya dan tidak mau diinterupsi. Alhasil, laporan anak itu hanya dimasukkan ke saku dan tidak pernah terbaca. Dan Washington pun menyerang pasukan Inggris dalam keadaan tidak siap-sedia.

Setelah kejadian itu, ketika ditanya oleh istrinya apa kesenangan favoritnya, Washington menjawab: “membaca, istriku, menulis dan bermain catur.”

Mahatma Gandhi
Bapak bangsa India ini juga pemain catur hebat. Terutama di masa mudanya. Ketika tinggal di Transvaal, Afrika Selatan, Gandhi pernah membuat kartun satire dengan gambar catur: pion hitam mengalahkan ksatria putih.
Gandhi muda, yang suka mengembara, menjadikan catur sebagai alat membangun perkawanan. Dia pernah bermain catur dengan Kapten kapal. Dia juga pernah bermain catur dengan perwira Inggris.

Gandhi punya alasan untuk tidak begitu banyak menghabiskan waktunya bermain catur. Selain kesibukannya memperjuangkan kemerdekaan negerinya, India, dia juga punya alasan prinsipil: “saya tidak ingin membunuh semua tentaraku, prajuritku dan semuanya di papan catur hanya untuk membuat Raja hidup.” —berdikarionline.com
Mahesa Danu

Sumber Artikel: www.berdikarionline.com

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.