Hot!

Inteligen Indonesia Mencoba Memojokkan Sekertaris KNPB Pusat

Foto: AGF. (Inteligen Indonesia Mencoba melakukan Penipuhan Publik di Papua dengan mengatas namakan Tuan Nesta. Nesta mewakili KNPB tidak Pernah Melahirkan Pernyataan Demikian)
Lagi-lagi intel Indonesia membuat dan memasungkan spanduk atas nama Tuan Nesta Gimbal Ones Suhuniap di lampu merah Dok 2 Jayapura, Jumat malam (20/5). “Berpikir Untuk Merdeka Tapi Tidak Pernah Berpikir  Memajukan Papua”.
“Berpikir Untuk Merdeka Tapi Tidak Pernah Berpikir  Memajukan Papua”.  Demikian kutipan bahasa inteligen Indonesia yang mencoba mengatas namakan Tuan Nesta Gimabal Ones Suhuniap, Kemarin (20/5).
Selama ini masyarakat Papua tau bahwa KNPB adalah Media Representatif Nurani Masyarakat Papua yang terpendam. KNPB dengan gigih merangkul segenap masyarakat Papua untuk berjuang menentukan nasib bangsanya sendiri.
KNPB sebagai Media penyalur aspirasi rakyat Papua dalam Negri tidak pernah mundur. Mereka teguh berdiri dan terus maju untuk melakukan perlawanan karena Kenyataan Rakyat Papua sedang dijajah, dibunuh, disiksa, diperkosa, dikuras hutannya, dan dicuri tambangnya.
Rakyat Papua secara public tau bahwa KNPB selama ini eksis serukan Papua Merdeka. Papua merdeka sesungguhnya merupakan kehendak luhur rakyat Papua. Orang Papua tidak menginginkan hal lain dari Penjajah Indonesia, dan Amerika (Israel). Orang Papua hanya ingin merdeka.
Kehendak yang kuat ini dipahami oleh KNPB dan terus melakukan kampanya-kampanye politik Papua Merdeka di dalam dan di Luar Negeri. Perlu diakui bahwa semenjak berdirinya KNPB Isu Papua merdeka makin hangat di dalam negri dan terus meluas ke dunia internasional.
Perjuangan KNPB tidak sia-sia, Banyak simpatisan dan dukungan dari Pihak dunia luar makin nyata. Bayak sorotan kepada pemerintah Indonesia makin memanas. Hal ini tentu  mengagetkan pemerintah Kolonial Indonesia.
Kesuksesak KNPB ini tidak terlepas dari status dan jabatan Tuan Nesta sebagaisekertaris KNPB. Tuan Nesta Terus kampanye isu Papua merdeka melalui MENSOS. Kesuksesan ini memalukan Indonesia di mata dunia. Terutama mengenai segala bentuk kekerasan HAM yang dilakukan Oleh  Penjajah Indonesia.
Penjajah Indonesia Jelas Malu di mata Dunia. Dunia tau bahwa Indonesia adalah Negara yang Punya kasus HAM terbesar di dunia, setelah Israel. Ini tentu memuakan Indonesia. Maka mereka mencoba mengalihkan perhatian masyarakat Papua dengan membuat pernyataan-pernyataan yang seakan-akan keluar dari mulut tokoh-tokoh pejuang Papua Merdeka. Dalam kasus ini, Tuan Nesta mengalaminya.
fotoDengan menanggapi penipuan public yang dilakukan oleh intelijen Indonesia tuan Nesta dengan tenang merilis dalam akun faceboknya:  “saya tidak mau jadi calon DPRP, Calon DPRI, dan Calek DPRD tapi, ko sedang kampanye saya.
saya sarankan agar bisa minta foto saya  yang bagus ada datang ambil di sekertariat KNPB supaya saya kasih foto yang bagus Untuk pasang di baliho. Atau Bisa ambil di saya punya facebook juga boleh”.
Nesta lebih lanjut mengatakan “Apa pun ko (Intelijen Indonesia) lakukan tidak membuat aku Gentar, tetapi membuat aku semakin kokoh. Kau telah membuat aku semakin dewasa”.
“Terima kasih untukmu hai kolonial, sebab apa yang kau lakukan hari ini ikut mendukung perjuangan saya yakni hak penetuan Nasib Bangsa Ini (Bangsa Papua).  Saya bangga karena anda (Kolonial) sedang promisikan saya dan perjuagan saya.”
Tuan Nesta Ones Suhiap amat menyayangkan bahwa ini adalah model permainan kanak-kanak. “Ini permainan kucing-kucingan dibalik layar, dan terlau kekanak-kanakkan, lagu lama model seperti ini”.
Nesta Menilai bahwa Indonesia Kini sedang Panik. Karenanya mereka semakin bodoh dalam bertindak. Hal ini diungkapkan dalam akun facebooknya: “Kau sedang panik dengan perjuagan saya. tetapi apa yang kau buat seperti ini sangat bodoh dan konyol”.
Walau pu demikian nesta menialai apa yang dibuat oleh intelijen Indonesia adalah untuk membuat Perjuangan perlawanan KNPB diikuti oleh semua rakyat Indonesia.
Pada akhirnya Tuan Nesta Gimbal Ones Suhuniap mengatakan bahwa Kebenaran Perjuangnnya mengankat nurani rakyat Papua yang sesungguhnya, telah menampakan tanda-tanda perlawanan. Ini bukti bahwa perjuangan kami tidak sia-sia. Kami benar menyuarakan aspirasi rakyat. Nesta, bahkan mengucapkan: “terima kasih karena keberadaan saya dan perjuagan saya membuat kamu (Penjajah Indonesia) tersiksa sebab itulah impian saya. Target saya adalah engkau harus tersiksa dan tidak pernah tenang”.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.