Hot!

Rojit, Kau Nadi Mama-Mama Papua Dan Pahlawan Bangsa

Saat kau pergi berlalu di dunia parah Roh, saat paksaan dibuat orang yang ingin lenyapkan diri-mu, Alam dan Manusia Papua larut dalam kesedihan yang panjang…
Tetesan air mata membanjiri orang Papua, terkusus Mama Papua yang s’lalu kau damping tuk k’majuan mereka.

Jeritan tangisan Mama membanjiri Pasar, dimana tempat kau slalu bersama mereka…
Kepergian mu mengoyak hati dan jiwa mama yang larut dalam kesedihan dan kehancuran batin, hingga k’lemasan merangkul mama-mama dalam ketidak berdayaan.

Kau Korbankan karir mu demi Papua, tuk dampingi dan slalu bersama Mama-mama Papua dalam tiap canda dan tawa mu yang polos…
Kau korbankan cita-cita dan cinta mu tuk tetap bersama mama-mama Papua, saat susah maupun senang dalam lintasi gelombang hidup…
Kau korbankan s’mua impian dan bangga saat slalu bersama Mama-mama saat mengukir kasih besarsama mereka.

Rojit, tegah-kah Engkau meninggalkan Mama-mama mu larut dalam kesedihan yang panjang…?
Tegah-kah Engkau meninggalkan mama-mama tuk berjuang sendiri dalam perjuangan pasar dan ekonomi mereka…?

Kami yakin, walau di alam bakah, kau kan menjawab, “TIDAK”, tapi kau dipaksakan meninggalkan dunia agar impian mama dihambat oleh mereka yang tak suka ekonomi mama dihantui kemajuan….

Kami pun tahu, cinta mu pada mama lebih besar dari dunia…
Dan Andai kau diijinkan ILAHI tuk kembali menemani Mama di dunia, kau kan slalu kembali tuk menemani mama Papua, karna hati mu terukir cinta Mama Papua yang besar dan dalam.

Wahai Sahabat-ku, lukislah hati mama dalam doa dan syairmu di alam bakah, agar sorga pun melirik tiap syair mu tuk ketenangan jiwa mama Papua yang larut dalam kepedihan yang panjang.

Rojit, sahabat sejati kami, anak Mama Papua yang Luguh, Nadi Mama-Papua hanya terlukis nama mu, dan kan abadi dalam lukisan lembaran dan sejarah peradaban Papua, kau tokoh dan semangat juang yang kokoh.

Di ufuk mentari terbit, ingin terasa ribuan syair ku bingkis tuk mu, wahai pahlawan kasih, pahlawan yang mengajarkan kesetiaan pada dunia dan Papua tuk mendampingi Mama-mama, tubuh terasa bekuh, hati terasa piluh dalam bersyair saat larut dalam kepedihan yang meletihkan tubuh.

Rojit, kau Nadi Mama Papua dan pahlawan Papua…
Semangat dan komitmen juang mu kan slalu jadi semangat juang kami, walau kesedihan merangkul kami.

By: sahabat mu (Marthen Goo)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.