Anggota MRP: Poligami Penting Untuk Selamatkan Papua Dari Genosida - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

Header Ads

test banner

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 19 Juni 2016

Anggota MRP: Poligami Penting Untuk Selamatkan Papua Dari Genosida

Ibu Ciska Abugau Anggota MRP(Foto/Dok
Pribadi Bacebook)
Ciska Abugau, salah satu anggota Mejelis Rakyat Papua (MRP) dari Pokja perempuan menuturkan, sejak Papua dianeksasikan sebagai bagian dari Negara Kesatauan Republik Indonesia (NKRI), banyak Rakyat Papua telah menjadi korban kekerasan Militer Indonesia, oleh sebab itu generasi Papua perlu terapkan Budaya Poligami.

 “Agar orang Papua tidak punah (Genosida) dari atas Negeri kita sendiri,” tutur Ciska disela-sela sambutan Acara Syukuran Wisudawan dan pengukuhan Mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Pamongpraja Muda, di di Gor Kampus Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat. Namun, lanjut Ciska, laki-laki sebagai kepala keluarga harus bertanggung jawab untuk mengurus keluarganya, agar tidak menimbukan kekerasan dalam rumah tanggah, sesuai dengan apa yang masudkan dalam Pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT. Lanjutnya lagi, bila kebiasan (Budaya) poligami tidak diterapkan oleh generasi muda Papua, orang Papua akan Punah (Genosida) dengan sendirinya dikemudian hari. 

Menurut Ciska, jika melihat kenyataan di Papua, setiap harinya banyak orang asli Papua yang meninggal akibat dibunuh militer Indonesia, namun angkat kelahiran tidak meningkat.

 “Selama ini yang terjadi penembakan di Papua, pihak terkait selalu ungkap bawah OTK, hal ini kami sebagai perwakilan Orang Asli Papua merasa kecewa dengan pernyataan ini, namun yang memiliki sejata adalah TNI/POLRI,” tutur Mama Ciska. 

Mandos Mote, salah satu Mahasiswa Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) membenarkan ungkapan Mama Ciska Abugau, jika melihat kondisi Papua, faktanya memang demikian, karena dalam sebulan saja angka kematian selalu tinggi. 

Mote menabah, Budaya poligami perlu diangkat, demi menyelematkan manusia dan alam Papua, walaupun hal tersebut bertentangan dengan hukum agama.

Sumber: Suara Papua  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Laman