Filem Avatar Sebuah Pelajaran Bersolidaritas Bagi Papua - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 21 Juni 2016

Filem Avatar Sebuah Pelajaran Bersolidaritas Bagi Papua

Ilustrasi (foto/Dok KNPB Konsulat)
Mereka hidup rukun dan damai. Mereka bergantung pada alam sekitar. Mereka tidak berpemerintah namun mereka hidup terorganisir sesuai gaya hidup mereka. Mereka juga tahu akan segala aturan sebelum bertindak. Mereka memang terlihat kuno dan primitif, tetapi mereka hidup berasaskan kebiasaan hidup mereka sendiri.

Mereka adalah Avatar atau yang disebut juga suku Na’vi. Mereka memiki warna kulit pada keseluruhan tubuh yang biru. Mereka memiliki daun telinga yang runcing ke atas. bola mata mereka berwarna kuning, dan memiliki ekor serta tinggi badan yang tiga lebih tinggi dari manusia. Selain itu, secara geografis, mereka berdiam di planet yang disebut 'Pandora' yang kaya dengan mineral dan memiliki pemandangan yang spektakuler.

Namun, tiba - tiba saja dunia mereka berubah secara derastis. sejak kedatangan manusia di dunia mereka. Manusia melakukan berbagai macam cara untuk dapat menyatukan budaya manusia dengan avatar. Usaha penyatuan mereka tidak mudah dan bahkan tergolong sulit karena secara fisik manusia dan avatar sangat jauh berbeda.

Manusia berusaha untuk beradaptasi dengan dengan lingkungan mereka untuk dapat mengenali dan berbaur dengan budaya mereka. namun sayangnya, hal itu sangatlah sukar.

Manusia justru menjadikan dunia avatar sebagai tempat untuk mengeksploitasi Sumber Daya Alam dan tempat manusia bereksperimen.

Ekspolitasi secara besar - besaran dimulai, hingga dibangunya berbagai macam gedung - gedung dan alat - alat yang telah dikomputerisasi sebelumnya. 

Dengan bantuan alat - alat canggih tersebutlah, dunia avatar mulai dirusakkan.

Alam mereka dieksploitasi dan dirusak secara liar tanpa mempedulikan kehidupan kaum avatar sebagai pribumi. Demi menjaga keamanan dan ketertiban guna memperlancar proses eksploitasi SDA di dunia avatar, Ratusan koloni tentara manusia didroping kesana guna mengaamankan wilayah tersebut.

Namun sayangnya, ambisi manusia untuk merebut planet mereka itu tercium oleh manusia avatar. Setelah sadar akan kehadiran manusia yang menggangu kedaulatannya, mereka kemudian melakukan mobilisasi masa.

Ribuan koloni avatar dimobilisasi untuk memerangi kejahatan manusia di dunia mereka.

Dalam berperang melawan manusia, masyarakat avatar bertempur dengan menggunakan senjata tradisional, seperti; panah, busur dan seluruh hewan - hewan mereka yang telah jinak dan terlatih dengan baik, ketimbang manusia yang menggunakan peralatan tempur yang serba canggih.

Pertempuran pecah dan mereka saling serang. Banyak korban jiwa, baik manusia maupun avatar. Setelah melewati pertempuran yang begitu sengit dan memakan banyak korban jiwa, akhirnya manusia beserta segala kerakusannya dipukul mundur oleh masyarakat avatar.

Dan pada Akhirnya, masyarakat avatar dapat menikmati kehidupan yang damai seperti sebelum masuknya kaum penjajah manusia di dunia mereka.

Hal ini memiliki kesamaan dengan wilayah papua, yang mana dijadikan sebagai wilayah koloni Indonesos yang bertujuan untuk meeksploitasi SDA yang ada di Papua tanpa mementingkan hak - hak dasar dari rakyat pribumi.

Sadisnya lagi, manusia papua justru dibunuh dengan dahli pemberontak (GPK, OTK, OPM, Dll). Baik menggunakan senjata maupun secara sistematis.

Dalam filem Avatar, masyarakat avatar lebih memilih untuk berperang secara spontan dan dikomando langsung oleh kepala perang mereka, ketimbang perang di papua yang lebih terkesan kocar - kocir karena adanya pengrusakan solidaritas atau semacam politik adu domba dari penjajah indonesos terhadap orang papua. Perang di Papua tergolong perang dingin yang benar - benar sistematis dan masif.

Marilah bersolidaritas seperti kaum kulit biru yang berani dan gigih agar perang panjang di Papua ini dapat diakhiri.

Salam _ Solidaritas
Salam _ Revolusi
We Must End

Oleh. Kru KNPB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here