Hot!

Mama-mama Pasar (OAP) di Nabire; Sudah Trada Tempat Jualan Lagi

Tak ada tempat berjuangan mama =mama papua terpaksa berjualan di pingiran jalan (Foto/Johon Gobai)
Sangat memprihatinkan kondisi mama-mama Pasar Papua (OAP) di pasar Sentral kota Nabire, Pasar Karang dan Oyehe. Mereka mengalami kesulitan mendapatkan tempat jualan yang layak untuk menjual hasil tanaman; sayur-sayuran (sayur daun singkong, daun pepaya, daun ubi, sayur kangkung), ubi, petatas, singkong, dan hasil tanaman lainnya. Juga jualan hasil kreatifitas mama-mama papua;Noken, parang biak, topi, kalung dan gelang tangan lainnya.

Di pasar karang, mama-mama pasar masih terlihat berjualan di tempat yang tak layak. Di emperan toko, diatas tempat sampah, diatas trotoar jalan, dan diatas aspal jalan, dengan beralaskan karton dan karung.

ketika suatu sore di karang, kata seorang mama pasar, bernama Feronika Degei, Ia mengatakan kondisi mereka sejak berjualan di pasar karang belum perna ada pemeratan temapat jualan didalam pasar. 22/06/2016.

"Dari dulu kami jualan di tempat seperti ini." ucap ibu Feronika Degei.

Lanjut Degei, sejak ia berjualan di pasar Karang sejak tahun 2007. Dari pertamakali Degei tak mendapatkan tempat yang layak seperti di dalam pasar agar terhindar dari panas matahari.

"Sayur-sayur ini sering kami bawa pulang karena tak terjual. Juga cepat layu karena kena panas matahari." lanjut ibu berusia 28 tahun itu sambil sirami sayur kankung dan daun singkong agar tak layu.

Tambahnya, dalam siatuasi pasar seperti itu mereka bertahan berjualan disana untuk menghidupi keluarga, dan membiayai sekolah bagi anak-anak mereka.

Lanjut Degei, " Tapi jarang terjual semua. kalau laku semua itu untung kurang dari Rp. 250.000, rupiah. Tapi kalau tidak laku, pembeli sepih,;kami bisa dapat 50.000, rupiah kebawa." Ucap ibu dari 4 anak.

Pungkasnya, Sisah jualan kami buang, ada yang kami bagi kepada teman-teman penjual lain.

"Sayur yang tersisah itu kami bagikan kepada teman-teman yang jual Nota, Petatas, Singkong. Mereka juga bagikan kepada kami, kalau tidak laku." pungkasnya.

selain itu, hal yang sama di alami oleh mama-mama penjual hasil kreatifitas, kerajinan tangan di Pasar Oyehe.

Terlihat berjejer di sepanjang jalan Merdeka, mulai dari, tepat di depan kusumafoto hingga perempatan jalan Tugu cendrawasih. Terlihat hiasan Noken yang mereka gantungkan di tali, juga di jejerkan di atas trotoar dan emperan tokoh.

Juga, dari arah barat, tepat di tepih Mesjid Al Falla, hingga di puntu masuk, agapura taman Gizi, juga terlihat demikian. Mama-mama pengail noken ini berjualan sambil ngail noken disana.

Pantau, juga seorang ibu penjual Noken, Margareta Yobe, mengatakan kondisi didalam pasar sudah padati dengan bangunan-bangunan yang di bangun.

"Sekarang kami jual disini saja. Ini bangunan-bangunan besar yang mereka buat, ini yang buat kami tidak dapat tempat." kata Ibu Margareta Yobe.

Kekwatiran mama-mama Pasar di Oyehe dan Karang, dalam berapa tahun mendatang sudah tidak mendapatkan tempat yang tak layak sekalipun. Karena akan dipadati lagi oleh gedung-gedung besar.

"Sekarang kami sudah bergeser di tepih jalan. Besok-besok kami tidaktauh mauh jualan dimana lagi?" pungkasnya Mama Yobe sambil ngail noken Motof rasta.


Penulis adalah Jhon Gobay

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.