Tembakau dan Kebudayaan Tua di Papua - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

Header Ads

test banner

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 23 Juni 2016

Tembakau dan Kebudayaan Tua di Papua

Tembakau Papua (Foto / Sumber foto: Flikr
Bagi sejumlah suku bangsa tertentu di Papua, kebiasaan merokok merupakan salah satu aspek kebudayaan yang telah sangat tua usianya. Dalam buku Use of Tobacco in New Guinea and Neighboring Regions (1924), Albert B. Lewis mengutip keterangan seorang penulis bahwa di daerah pegunungan Arfak di Papua Barat tembakau telah tumbuh, dirokok dan diperdagangkan kepada penduduk di daerah pantai “since the memory of man”. Sedang penduduk di beberapa daerah menerangkan, tembakau telah mereka kenal dalam jangka waktu yang telah sangat lama.
Dalam kaitan keterangan ini perlu disebutkan satu kisah legendaris dari penduduk kepulauan Kiwai yang terletak di muara Sungai Fly, betapa mereka telah mempelajari pemakaian tembakau dari para pahlawan kebudayaan mereka sejalan dengan pemakaian buah kelapa, pisang, sagu, dan makanan-makanan lokal lainnya.
Hingga sekarang perkenalan masyarakat Papua dengan tembakau dan merokok belum banyak diketahui. Sangat disayangkan, jenis tanaman tembakau dari Papua ini tidak sampai meluas berlanglang buana seperti rekannya dari Amerika, Nicotiana tabacum.
Seandainya orang-orang Eropa mengenal tembakau untuk pertama kalinya dari Papua dan bukan dari Amerika, sudah barang tentu seperti halnya seorang penulis Inggris, William Barclay, orang pun akan menyebut Papua sebagai “negeri di mana Tuhan telah memberikan karunia dan memberkahinya dengan daun penyembuh yang membahagiakan dan suci ini”!
(Dari Amen Budiman dan Onghokham, Hikayat Kretek, Jakarta: KPG, 2016, h.17)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Laman