Tolak Serahkan Tanah Adat, Tokoh Adat Diancam Dibunuh - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 26 Juni 2016

Tolak Serahkan Tanah Adat, Tokoh Adat Diancam Dibunuh

Seorang tokoh adat di Muara Tae, Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, mendapat ancaman pembunuhan dari pihak yang disokong oleh PT Borneo Surya Mining Jaya (PT. BSMJ).
Penyebabnya, Petrus Asuy, nama tokoh ada tersebut, menolak menandatangani dokumen verifikasi lahan yang dilakukan Pengurus Kampung dan PT BSMJ. Nantinya, dokumen itu akan menjadi dasar pembayaran ganti rugi lahan untuk perkebunan sawit PT BSMJ.
“Kami sekeluarga memang mendapat ancaman pembunuhan dari Pak Songkeng (pihak yang di belakanya PT BSMJ),” ujar Masrani, anak Petrus Asuy, melalui pesan pendek yang diterima oleh berdikarionline.com, Sabtu (25/6/2016).
Diceritakan Masrani, pada 22 Juni 2016, Petrus Asuy mendapat panggilan Kapolsek Kutai Barat atas permintaan mediasi terkait konflik agraria antara warga adat PT Muara Tae dengan seorang yang mengklaim tanah tersebut bernama Pak Songkeng. Di bekalang Pak Songkeng ini adalah PT BSMJ.
Dalam medias itu, Petrus Asuy diminta untuk menanda-tangani dokumen verifikasi  lahan yang dilakukan pengurus kampung dan PT.BSMJ sebagai dasar pembayaran ganti rugi lahan untuk perkebunan sawit PT. BSMJ.
Petrus Asuy menolak mediasi. Dia beralasan, bukti kepemilikan yang dipegang oleh Pak Songkeng tidak valid. Buktinya, ada anak-anak di bawah umur dimasukkan sebagai pemilik lahan.
Tanggal 23 Juni, Asuy mengirim surat ke Polres berisi pemberitahuan dirinya tidak akan menghadiri proses mediasi. Ketidakhadiran Asuy itulah yang membuat Songkeng dan anaknya berang.
“Pak Songkeng  mengancam secara lisan akan menghabisi Pak Asuy dan keluarga kalau tidak mau menanda tangani pada dokumen verifikasi lahan,” ungkap Masrani.
Masrani juga menyesalkan sikap Polsek Jempang yang sangat berpihak pada PT BSMJ. Pasalnya, jika Petrus Asuy terus menolak mediasi, aparat Polses mengancam akan melakukan pemanggilan paksa.
Sejak memanasnya kasus ini, Petrus Asuy memang kerap menerima teror. Seperti pada 24 Juni 2016, rumah Petrus Asuy didatangi orang tak dikenal saat tengah malam. Beruntung, gonggongan anjing dan teriakan Petrus Asuy membuat orang tak dikenal itu kabur.
Kawan-kawan pembaca sekalian dapat mencegah intimidasi terhadap Petrus Asuy dan keluarganya dengan mengirim SMS kecaman ke nomor: Kapolsek Jempang: Toni Joko Purnomo di +628125818455 dan Manajer PT BSMJ: Harsoyo di 082350752418
Muhammad Idris


Sumber Artikel: www.berdikarionline.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here