Hot!

Diskriminasi Mahasiswa Papua Adalah Tindakan Pemerkosaan Demokrasi

Obi Kogoya (20 thn) Mahasiswa Papua di Yogya yang diperlakukan bukan  seperti manusia. Ini tindakan ormas  didukung Polisi pada 15 Juli 2016,  di asrama Mahasiswa Papua di Jogja.
Benediktus Degei (23), Mahasiswa Papua kuliah di Yogyakarta. Pada Jumat, 15 /07/16 Ia diperlakukan tak manusiawi oleh aparat TNI/Polisi dan kelompok reaksioner, hingga mereka (polisis n ormas) melepaskan celana lalu di dudukan di atas panas Aspan jalan, di Jln. Kusumanegara, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta.
Nando Mote#

Tindakan Diskriminasi, Marginalisasi di negara yang menganut paham Demokrasi oleh Kepolisian Indonesia adalah Wujudnyata Pemerkosaan Demokrasi murni.

Pendekatan Negara dari rezim Jokowi saat ini terjadi adalah represif dan agresif kepada orang asli Papua. Sudah barang tentu jelas bahwa Pendekatan ini menguatkan nasionalisme Kepapuaan semakin solid. Juga negara sendiri merusak nilai Bhineka tunggal Ika.

Belum lagi dipandang dari Negara lain dari tindakan Negara terhadap sesama manusia di negaranya sendiri. Tindakan yang tidak manusiawi adalah Marginalisasi dan Diskriminasi di negara Demokrasi.


Kasus Pengepungan Mahasiswa di Asarama kamasan Papua jogyakarta oleh Kepolisian dan ormas adalah Pemerkosaan Demokrasi murni yakni dengan implementasi tindakan Marginalisasi di negara yang menganut paham Demokrasi. Dimana Kejunjungtinggian nilai demokrasinya, Dimana wujud dari nilai kebhinekaan terhadap sesama warga dan bangsa.

Bangsa ini perlu sadar dengan prinsip_prinsip ketatanegaraan dan wujudkan dasar_dasar negara itu di nusantara ini. Jika tidak mampu mengatur, mengolah, ditengah kebhinekaan tunggal maka Pisahkan saja, tidak perlu memaksakan ketidakbisaan itu menjadi bisa menyatukan dan mengatur negara kepada perbedaan itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.