Gedung Merdeka Bandung - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

Header Ads

test banner

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 14 Juli 2016

Gedung Merdeka Bandung

Orasi Solidaritas Ketua PEMBEBASAN Kolektif Kota Bandung Yoga ZaraAndritra dalam Aksi AMP di Bandung.di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika kota Bandung, Kamis (14/7),Sekitar pukul 10.30 WIB .
Gedung Merdeka, dulu di era penjajahan kolonial Belanda bernama gedung Concordia, oleh orang Belanda difungsikan sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi antar mereka yang berdomisili di Bandung. Era penjajahan Jepang namanya diubah menjadi Dai Toa Kaman difungsikan sebagai pusat kebudayaan. Kemudian setelah Indonesia merdeka namanya diubah lagi menjadi gedung Merdeka. Tepatnya tanggal 18-24 April 1955 di gedung ini diselenggarakan Konperensi Asia-Afrika, sejak saat itu gedung ini bernama GEDUNG MERDEKA.

Berikut petikan pidato pembukaan bung Karno dlm konperensi, "kita kerap kali diberi tahu bahwasannya kolonialisme sudah mati. Marilah kita jangan terpedaya atau dielus elus oleh hal itu. Saya katakan kepada anda, selama ini daerah daerah luas dari Asia dan Afrika belumlah merdeka. Dan saya mohon kpd anda, jangan memikirkan kolonialisme hanya dlm bentuk klasik.... Kolonialisme juga punya busana modernnya, dlm bentuk kontrol ekonomi, kontrol intelktual...di mana saja dan kapan saja dan bagaimanapun juga kemunculannya, kolonialisme adalah hal yg jahat dan hal yg harus dibasmi dari muka bumi". .
.
KAA terutama digagas oleh PM Ali Sastro. Kabinetnya diisi oleh koalisi antara PNI dgn NU didukung kuat oleh PKI yg berada di luar kabinet. Konperensi ini dihadiri oleh terutama bangsa bangsa Asia Afrika yg baru merdeka dan yg sedang memperjuangkan kemerdekaannya. Konperensi ini juga melahirkan apa yg disebut DASA SILA BANDUNG salah satu pointnya memuat, "respek terhadap hak hak asasi manusia", "pengakuan terhadap persamaan semua ras". .
.
Kemarin di depan gedung Merdeka berkumpul kawan kawan Papua mereka melangsungkan demonstrasi menuntut reperendum, hak penentuan nasib sendiri. Menuntut penghentian aktifitas eksploitasi semua perusahaan multinasional coorporation, menuntut penarikan militer Indonesia yg organik maupon yg non organik dari seluruh tanah Papua untuk menghentikan segala bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan oleh negara Indonesia terhadap rakyat Papua.


Yoga ZaraAndritra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Laman