Konflik Antara Keluarga Di Timika Kini Pecah Lagi - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 26 Juli 2016

Konflik Antara Keluarga Di Timika Kini Pecah Lagi

Ilustrasi 
Timika--- Aksi penyerangan oleh sekolompok warga ke Ileale Kampun Tunas Matoa Distrik Kwamki Naram Kabupaten Mimika Provinsi Papua. pada hari Senin (24/7/2016) menyebabkan tiga orang tewa dan puluhan lainnya luka-luka serta puluhan rumah dan motor di bakar .

Diduga penyerangan ini dilakukan oleh masyarakat Damal. Damal dari berbagai tempat serentak bangkit menyerang masyarakat Dani pada pagi hari senin (24/7/2016) Jam 07.00 WPB. Akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dari Damal mengakibatkan enam warga masyarakat Dani kena pana .

Ibu Ita Yikwa mengatakan kepada WEKO.Pada tanggal 24/07/2016 ,saat itu Ibu siap siap ke kebun tiba-tiba kubu atas serang masyarakat dani di Ileale sehingga enam orang dari Ileale kena anak panah akibatnya terjadi saling serang.

Salah satu korban ditemukan di Ileale atas nama Endandangundi Kogoya ini ditemukan dibelakang salah satu rumah yang berada pada kompleks belakang Gereja GIDI Jemaat Smima Jl' Trikora Desa Tunas Matoa Ileale.Sementara ini masyarakat dari Ileale Distrik Kwamki Naram ini terpaksa mengungsi disejumlah Gereja di SP III Distrik Kuala Kencana Desa Karang Senang. Sekitar 200 KK yang mengungsi .

Ibu Ita Yikwa mengatakan '', 7 suku kita harus sadar bahwa pihak ketiga sedang mengadu domba diri kita.Jangan ikut rencana pihak ke tiga penjahat yang menginginkan kami saling baku bunuh.

Ingat Tuhan Yesus Kristus.Berhentilah untuk berperang, ampunilah orang yang berbuat jahat, serakanlah persoalan ini kepada Tuhan Yesus Kristus dan saling berdamailah, dan hiduplah rukun, supaya PENJAHAT yang selama ini mengadu-domba diri kita akan kelihatan, lalu sendiri akan takut dan meninggalkan hidup sehingga kita dapat bertumbuh-berkembang biak dan menikmati apa yang baik di tanah ini.

Solusi Preventif
Pertama : 7 suku di daerah lain jangan ikut emosi tetapi segera lah bangkit dan mendamaikan saudara kita Di Timika ini.

Kedua : Gereja Bersatu bangkit mendamaikan ke 7 suku

Ketiga : Team AdHoc Bentukan Luhut Panjaitan... segera selesaikan masalah seperti ini khususnya yang sedang terjadi saat ini, baru lah pikir untuk selesaikan peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.

Kenapa? karena ketika kalian berusaha menyelesaikan kasus HAM Papua di masa lalu dengan serius, dan mungkin berhasil, namun dalam situasi itu Slow Genosida tersebut berlangsung salah satunya seperti perang antara kelompok ini.

Kita perlu belajar dari JB Wenas mantan bupati Wamena. Dia tangkap aktor-aktor dan tokok perang dan jebloskan mereka dalam penjara di Jawa sehingga sampai hari ini Lembah Baliem tidak terjadi perang antara kelompok lagi.‌Mereka yang bermain adalah pemain lama yang pernah mencabut nyawa ratusan orang meninggal hanya karena perang anatra kelompok beberapa tahun yang lalu di kota emas kabupaten timika.

Bupati kabupaten Mimika segera bertindak untuk menyelesaikan persoalan perang keluarga ini, sesuai dengan Visi dan Misi Bapak Bupati Eltinus Omaleng SE dan Bapak Wakil Bupati Yohanis Bassang SE. M.Si bahwa Timika Aman dan damai sejatrah agar masyarakat hidup damai, rukung suku satu dengan suku yang lain di tanah amungsa ini seperti kota kota besar di Indonesia.


Melsedik Uhapigu Yogi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here