Hot!

KUHP Dari Polda Papua Bukan Pasal Baru

Melki Beanal (Foto/Dok Pribadi)
KUHP DARI POLDA PAPUA BUKAN PASAL BARU TETAPI PASAL RAHASIA KEPOLISIAN DI PAPUA SELAMA INI.
Polda Papua Dr. Paulus Waterpauw mengeluarkan MAKHLUMAT KUHP bukan BARU tetapi Rahasia yang Selama INI KEPOLISIAN digunakan di Papua untuk Menjerat AKTIVIS PAPUA Merdeka Maupun Orang PAPUA di seluruh Tanah Papua.
Tidak ada baru bagi kami orang papua. Dari duluh pernah Berlaku. Hanya ada salah satu Presiden Tak salah Dr. BJ.HABIBI, Telah Menamakan Irian barat menjadi Papua dan Bebaskan orang papua untuk mengenakan Atribut pakaian maupun topi Gambar Bintang Fajar.
Duluh Pernah ada, JAHATNYA Negara Melalui Militer Membatasi orang papua Memakai Pakaian yang Bermotif Bintang Fajar. Hari ini Kami orang papua tidak pernah Kaget, Karena pernah alami itu.
Maaf, Bagi kami AKTIVIS itu bukan Maklumat KUHP Baru, tetapi Rahasia Negara Indonesia yang digunakan oleh MILITER  Indonesia di Tanah Papua.
Makhlumat buat aktivis Papua Merdeka di media masa tanggal, 01/07/2016 Adalah Revisi dan Maklumat Tambahan Maupun Menghidupkan kembali yang pernah ada duluh untuk AKTIVIS PAPUA merdeka Maupun Orang PAPUA.
Kami katakan Maklumat KUHP Bukan Baru karena terbukti Selama ini KEPOLISIAN Menangkap AKTIVIS Papua Merdeka diperiksa di tahanan dan dikatakan kena PASAL KUHP.
Terbukti, Contoh seperti Alexander Nekenem Ketua Knpb Mnukwar Dan kawan -Kawan di manokwari pada Aksi 20 Mei 2015.
AKSI KNPB Mnukwar Yang menuntut Indonesia Membuka Ruang Demokrasi untuk wartawan asing ke tanah PAPUA dan Mendukung MSG Menerima ULMWP Sebagai anggota Full di MSG.
Setelah Ditangkap, Sebelum disidangkan ke Pengadilan Negeri Manokwari, KEPOLISIAN Manokwari Berkata sesuai Hasil pemeriksaan POLISi bahwa terbukti Melanggar UUD KUHP Tentang PASAL Makar bahwa para terdakwa tersebut diatur dan diancam dalam PASAL 160 KUHPidana jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.
Ketua KNPB Mnukwar Alexander Nekenem Dan Ketiga Anggota dipenjarakan 1,5 Tahun penjarah yang sekarang masi ada di LP Kelas II B Manokwari. Hanya karena aksi damai.
Memangnya Kepolisian Indonesia tidak pernah pakai Makhlumat KUH Pidana kah? Sudah pernah pakai dan berlakukan di Papua. Kami tidak kaget dan tidak Heran.
KAPOLDA Papua mengatakan, Siapapun dia, memakai baju, gelang, kalung dan topi bermotif bintang kejora, kedapatan memakai di jalan atau di mana saja, di tangkap dan diproses dan jadikan tersangka kena pasal makar kurang lebih seumur hidup. Adalah PASAL Makar Tambahan untuk Memusnakan orang papua diatas Tanah Papua. 

Kapolda Papua Paulus Waterpauw, Mengatakan PASAL MAKAR. Kata Makar tidak Berlaku di Indonesia dan Papua . Kata Makar Berlaku waktu BELANDA JAJAH INDINESIA. Indonesia juga Menggunakan Kalimat Makar untuk jajah Orang PAPAU, tetapi kalimat MAKAR sudah di HAPUSKAN Dari jakarta. 

KAPOLDA Papua Paulus waterpau beserta KEPOLISIAN di tanah Papua , stop Stigma Makar terhadap orang papua di atas Tanah Papua.
'' Ini tanah kami orang papua. Ini NEGERI kami orang papua.''
Indonesia ko darimana datang berkuasa diatas Tanah kami orang Papua? Orang PAPUA tak pernah mengundang ko datang diatas Tanah Papua.
ko pulang ke asia dan jakarta sana. Ko dari Mana datang atur kita orang papua. Ko tidak punya hak sama sekali di atas Tanah papua. Kami orang Papua mau MENENTUKAN Masa depan kami dengan Gaya dan Cara kami sendiri.
Indonesia Dan KEPOLISIAN ko stop Membatasi kami Orang papua.
Ini Hak kita orang papua, ini Cara kami orang papua. Tidak ada istilah Makar dan segalah Macam UUD Kolonial yang mengatur orang papua di atas Tanah papua.
Orang PAPUA Ras Melanesia.
No MELAYU.
Indonesia ko stop Paksakan Orang PAPUA dari Melanesia ke MELAYU. 


Penulis adalah Melkias Beanal

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.