Papua dan Keadilan - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 21 Juli 2016

Papua dan Keadilan

Polisi dan ORMAS kepung Asrama PApua Jogjakarta 15/07/2016 (Foto/WK)

Bukti kejahatan Militer dan milisi sipil reaksioner yang terjadi di jogjakarta dengan memblokade Asrama Papua di kamasan jogjakarta selama 3 hari, mulai dari pagi jam 8 WIB hingga malam jam 11 WIB. Puncaknya tepat hari jum'at /tanggal 15 juli 2016 Aparat kepolisian menurunkan full pasukan dengan 2 water canon dan pasukan anti huru hara bersenjata lengkap dan meblokade Asrama sehingga dari pagi sampai malam mahasiswa Papua yang ada di dalam Asrama tidak bisa berbuata apa2 selain meminta bantuan dari teman2 yang ada diluar untuk dapat logistik berupa makanan, karena teman2 yang sedang pergi beli makanan diluar juga di tangkap sama polisi dan makanan seperti ubi yang baru dibeli dari pasar juga ikut di angkut oleh kepolisian dengan alasan yang sangat tidak rasional, mereka yang coba melindungi diri agar tidak ditangkap ini kemudian dianggap melawan oleh pihak kepolisian sehingga mereka di pukuli dan di injak hingga berdarah-darah.
Bukan hanya blokade dan penindasan yang dilakukan oleh pihak kepolisisan ternyata ada juga milisi sipil reaksioner seperti Pemuda Pancasila, Faksi kraton jogja dan ormas lainnya juga ikut memblokade serta meneriaki Orang Papua dengan kata-kata yang sangat mengiris Hati, rasisme dan diskriminasi (Anjing, babi, binatang kalian, bangsa monyet , badan bau) dan lucunya Aksi ormas ini didukung oleh kepolisian dengan memberikan ruang untuk berorasi di depan asrama Papua untuk menghina orang papua bahkan mereka melempari kearah asrama.
Inikah perlakuan yang di dapat orang Papua di Tanah Jogja yang katanya Kota istimewa, kota pelajar dan kota berbudaya?
oooh ternyata hanya konon katanya.
Tanah Papua yang kaya dengan berbagai sumber daya alamnya di angkut dan dijual, hasilnya merka bangun rumah di jawa. sementara org papua yang di tindas di tanahnya sendiri coba mendapatkan pengetahuan di tanah jawa untuk menuntut keadilan, menuntuk kebebasan ini kemudian di Sebut bangsa monyet, badan bau dll sebagainya.
Inikah yang disebut NKRI harga mati?
mana slogan aku cinta papua?
mana sila ke-2 "kemanusiaan yang adil dan beradab"?
Tidak terbukti sejak papua lewat pepera 1969 integrasi ke Negara Republik Indonesia sampai detik ini, di Tanahnya sendiri dimana-mana selalu di tindas, dihina, bahkan di bunuh oleh Militer.
Padahal mereka Hanya mencoba berpendepat, berbicara terkait penindasan yang mereka Alami yang mereka rasakan di Tanah Papua. mereka hanya menuntuk keadilan, menuntut kebebasan agar menjadi Manusia yang tidak lagi dihina dan ditindas, menjadi manusia sejatinya manusia.
Kejadian di tanah jogja 15 juli 2016 merupakan sejarah baru bagaimana negara menindas bangsa Papua di Tanah jawa dengan sangat tidak manusiawi dan bahkan secara terang-terangan melakukan itu. 

Negara saat ini tidak lagi Malu menindas warganya sendiri di depan Publik seakan-akan ini adalah suatu hal yang sudah biasa.
Selama Orang Papua Masih Ada maka Perlawan Untuk Merdeka Akan selalu berkobar.
Salam Juang untuk saudaraku orang Papua.
Kalian berhak untuk menentukan Nasib sendiri.
kalian Berhak mengola Sumber daya Alam sendiri.
Kalian Pantas Untuk Merdeka.
Papua Bukan Indonesia,
Papua Bintang Kejora.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here