Hot!

Menjadi Kiri Tak Lantas Menjadi Revolusioner. Namun Revolusioner Sudah Pasti Kiri

Ilustrasi Perlawanan (Foto/WK)
Oleh : Surya Anta

Kiri dan Revolusioner sama-sama melawan penindasan Imperialisme, Kapitalisme, Militerisme dan Patriarkhi (beberapa diantaranya atau seluruhnya) . Namun, tak lantas memiliki jalan keluar yang sama.
Kaum Revolusioner menempatkan perjuangannya pada tujuan Sosialisme Ilmiah dan lebih jauh lagi penghapusan kelas melalui pengambil-alihan negara dibawah Kediktaktoran Proletariat. Kaum kiri lainnya, dengan segala macam variannya berjuang untuk nasionalisme kiri, sosialisme utopis, sosialisme borjuis kecil, dan segala macam varian sosialisme lainnya.
Kaum Revolusioner menggunakan cara-cara revolusioner dalam metode perjuangannya. Ia tak hanya berkutat pada jalan parlementarisme, atau perjuangan bersenjata atau bahkan oposisi ekstra parlementer semata, melainkan menempatkan segala macam TAKTIK yang berkesesuaian dan tepat dengan realitas pada ruang waktu tertentu guna diabdikan pada STRATEGI Insureksi (Pemberontakan Kaum Buruh dan Rakyat).
Sedangkan Kiri non revolusioner dengan berbagai macam variannya, banyak yang berkutat pada perjuangan non kekerasan, diplomasi damai, proyek-proyek percontohan komunal, terorisme bersenjata, perjuangan legislasi, parlementarisme, sebagai satu-satunya STRATEGI PERJUANGAN.
Dalam soal alat/organisasi, bagi Kaum Revolusioner perjuangan pembebasan kelas atau bahkan segala wujud penindasan non kelas lainnya hanya dapat diperjuangkan dalam wadah atau alat Partai Revolusioner. Alat yang memang dibangun guna menjalankan tugas-tugas Revolusioner, yang dipandu dengan prinsip-prinsip revolusioner.
Sedangkan kaum kiri dengan segalam macam variannya pada akhirnya akan bermuara pada wadah Partai non Revolusioner, Partai Sosialis non Revolusier, Partai Kiri Luas (Broad Left Party). Dengan perbedaan tendensi (Tujuan, metode, dan cara berorganisasi) dari berbagai unsur-unsur di dalamnya pada akhirnya memiliki kesulitan tertentu guna mencapai kesepakatan-kesepakatan atas kebijakan politik pada kondisi-kondisi tertentu. Meski Dibimbing atas nama PLURALISME dalam satu partai, tak jarang tak ada kesepakatan apapun atas situasi kongkret mendesak. Yang tak jarang jatuh pada gerakan sosial.
Individu revolusioner adalah Individu yang berkumpul dalam satu wadah perjuangan: Partai Revolusioner. Individu Kiri non Revolusioner dengan berbagai macam variannya yang begitu luas berada dalam organisasi sektoral, perkumpulan, partai kiri luas, marxis akademik, gerakan sosial, bahkan individu yang tak mau berorganisasi sekalipun.
Persoalan yang kita hadapi di Indonesia atas begitu banyaknya individu kiri yang tak berorganisasi atau berpartai tak cukup diselesaikan dengan menampung mereka dalam satu Partai Sosialis non Revolusioner, atau Partai Kiri Luas karena penyakit tak mau ber-PARTAI, nyaman dengan aktivisme tak dikontrol oleh perbedaan pandangan dan perdebatan atas prinsip-prinsip yang bisa disepakati bersama. Penyakit ini adalah Borjuis Kecil.
Pada akhirnya, proyek Partai Revolusioner yang mampu menunjukan arah perjuangan dan kepemimpinan politiknya yang tak terpisah dengan pembangunan gerakan proletariat, akan dapat memberikan contoh bagi mereka (Individu kiri tak berpartai, Marxis Akademik, dan sebagainya) untuk berjuang. Dan kemungkinan pembangunan Partai Sosialis non Revolusioner atau Partai Kiri Luas hanya mungkin tercapai sejauh Partai Revolusioner tersebut dapat menunjukan kepimpinan dan kepeloporannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.