Hot!

Pertemuan Kembali

Ilustrasi (Foto/ Benk Riyadi)
Pertemuan Kembali Lama sudah tak bertemu kawan-kawan Papua sejak nafsu tentara memburu kami yang rindu pembebasan kebenaran sejati kabarnya yang satu gugur memeluk rindu merdeka yang lain entah ke mana walau kutahu tanah Papua berdarah menganiaya hidup yang telah paham berbangsa paham kebebasan paham MERDEKA! paham hidup yang benar. REFORMASI! Itulah saat itulah waktu demi masa kutemui kusapa kawan-kawan Papua kuserahkan hati ini juga selembut hati yang teraniaya mata itu, lalu semua mata itu serta-merta rela menajam menghujam selidik curiga menagih menuntut pengorbanku menindas ketulusannya yang kutahu pernah ada saat mereka juga membela bangsaku melawan tentara garda lumbung kejahatan kejahatan digjaya menindas ketulusan aku mahfum. Tanah Papua tetap tak pernah menangis karena ia belajar dari alam dan saudara-saudaranya tentang keindahan hutan-hutan lebat rambutnya, yang solid tentang keindahan danau-danau hutan larangan-sakral bening matanya tentang keindahan kerak bumi agung gemunung raga hitam-legam, yang teguh bersinar tentang keindahan nada nada yang memekarkan bunga hati harapannya tentang keindahan warna-warni lingkaran pelukan laut dalam mimpi-mimpinya tanah yang diasuh dan dielus bidadari-bidari menyanyi tentang kebebasan dan kemerdekaan lepas dari aniaya kejahatan aku memang harus bertemu dan menyapa kembali kawan-kawan-kawan Papua. Untuk apa? sederhana: agar aku kawan-kawan Papua bisa paling tidak saling-tersenyum saat kami MERDEKA! walau dari dalam kubur walau kami telah dikubur sehingga senyum kami lah yang mengasuh dan mengelus tanah Papua menggantikan ketulusan bidadari.

Jakarta 'Kamis Tanggal 18 Agustus 2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.