Hot!

Ribuan Polisi Gusur Petani Teluk Jambe Barat

Ribuan aparat keamanan gabungan Polri, TNI dan Satpol PP dikerahkan untuk menggusur petani yang menduduki lahan seluas 7900 hektar di Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (2/8/2016).
Penggusuran dimulai sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, alat berat milik PT Pertiwi Lestari berusaha menerjang pagar lahan yang diklaim oleh petani. Sempat terjadi adu mulut antara petani dengan pihak PT Pertiwi Lestari.
Tak lama kemudian, Buldozer mulai merangsek ke lahan yang diklaim oleh petani. Puluhan ibu-ibu petani maju kedepan untuk menghalau alat berat itu. Namun, alat berat itu tidak berhenti dan menabrak ibu-ibu itu.
“Ada ibu-ibu yang jatuh pingsan karena ditabrak buldozer. Mereka memperlakukan kami seperti hewan,” kata aktivis Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu (STTB), Aris Wiyono.
Menurut Aris, pada saat penggusuran berlangsung, pihak PT Pertiwi Lestari menyatakan akan melawan keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang telah menetapkan status-quo area konflik.
Usai memukul barikade warga, polisi menarik mundur pasukannya dan menggantinya dengan water-canon. Sementara para petani memilih tetap bertahan di lokasi.
“Kapolres sudah melanggar aturan karena berpihak kepada salah satu pihak yang berkonflik, yaitu perusahaan,” tegas Aris.
Berikut nama 4 warga yang ditabrak eskavator dan jatuh pingsan: Madhari (L), Anis (P), Ganda (L), dan Anih (P).
Aris menceritakan, lahan yang berkonflik ini sebelumnya adalah perkebunan teh CV Tegalwaru London. Setelah perusahaan milik pemerintah Belanda itu bangkrut, lahan diserahkan ke negara dan kemudian diolah oleh masyarakat sejak tahun 1963.
Menurut Aris, pihak petani punya dasar kepemilikan atas lahan itu, yakni SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhitung). Sedangkan pihak PT Pertiwi Lestari mengklaim lahan itu atas dasar sertifikat kepemilikan HGU nomor 5, 11 dan 30.
Mahesa Danu


Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.