Hot!

Syarat Revolusi

Ilustrasi
Bertanya Seorang lelaki bertanya pada hidupnya Apakah kau akan dipenuhi kemuliaan? Sang hidup menjawab Selama itu dari kebaikan Si lelaki bertanya lagi Bagaimana kau mencapai kebaikan? Sang hidup menjawab juga Dengan tak memikirkan kemuliaan, karena kemuliaan adalah hadiah dari orang lain, sedangkan kebaikan adalah buah hatiku, milikku Si lelaki tetap bertanya Apa itu kebaikan? Sang hidup gembira menjawab Ilmu yang benar dalam memperlakukan manusia dan dunia, ilmu yang selalu menganjurkan revolusi dengan indah. Untuk Revolusi Apa yang lebih perih daripada rindu datang--mengiris harapan saat kau sakiti aku Apa yang lebih gembira daripada rindu datang--mengembuni semangat saat kau sukacitakan aku Keduanya kesakitan dan sukacita menerbitkan rindu keduanya, milikku telah kujaga dengan kebaikan karenanya tetap menjadi rindu Kiara Kiara, Dewiku, aku bermimpi kita sama-sama membayangkan, bahwa kebaikan hati, kemurahan hati, manisnya budi, hati yang gembira, hati yang ingin tahu segalanya, membuat kita—orang dewasa dan anak-anak—berhati ringan, berhati indah, berhati tulus, berhati bening, berhati bebas, hingga langkah langkah dan kata kata kita cerdas dan penuh harapan dan, karenanya, langkah langkah serta kata kata kita begitu indahnya tapi, tentu saja, Kiara, Dewiku, di dalamnya banyak sumbangan orang lain dengan begitu, yuk, segera kita berterima kasih—kita terima kasih orang lain. Kiara, Kekasih Hatiku, aku tak pandai menjelaskan arti semuanya itu tapi aku ingin sekali menjelaskannya agar jiwa kita bisa saling menuntun baik lah kucoba jelaskan begini: segala terang bintang, dari yang paling terang sampai yang paling redup berpegangan, bergantungan, berayun ayun, berlarian, terbahak bahak, bahkan sembunyi menangis di ombak lautan hindia rambut mu, segala ilmu kebaikan, dari yang nyata sampai yang gaib kukuh tegak duduk di singgasana kening mu, lengkung pelangi setengah langit alis alis mu bisa berubah menjadi pedang pedang yang sigap melindungi kehendak bebas mu, dunia rindu direngkuh mata mu yang rakus mimpi, seribu bulan berdesakan, berebut, ingin menyinari paras mu agar bisa memastikan bahwa paras kau membawa pesan: bahwa dunia akan aman dalam kata kata mu, dalam langkah langkah mu, dalam tarian mu, dalam nyanyian mu, dalam kebebasan mu, dalam kebahagiaan mu, ... Tak sanggup aku meneruskannya, Kiara, Pujaanku, jatuh air mataku, saat aku begitu sadarnya bahwa kau adalah manusia muda yang, aku yakin, sanggup menari bersama hujan badai, mengajak orang orang, lagi Kucoba teruskan untuk yang penghabisan saja, mudah mudahan benar: Itu lah, Kiara, Kawanku, orang yang baik hati dan cerdas; atau lebih singkatnya: orang yang indah tak peduli orang dewasa atau anak anak tak peduli dia perempuan atau lelaki. Kiara adalah revolusi, yang indah.
Jakarta '15 Juli 2010

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.