Hot!

Darah dan Dagin Menyuburkan Perlawanan

Modus tabrak lari dengan mobil di Paniai,  Papua, siang tadi, (09/09). Anak kecil ditabrak mati. Ibunya menangisi anaknya yang terlentang yang bercelana loreng Tentara Nasional Indonesia menonton
Gunung.Gunung yang menjulan tunggi yang di gusur. Pohon pohon tinggi yang di tebanggi. Hutang hutang yang di bakar. Tanah tanah rakayt yang di rampas, dikupas. Laut laut dan danau danau yang di kaburi. Dedaunan pepohonan yang di tebangi dan dihitami. Manusia pun ikut di tindas, diculik, ditangkap, siksa, diperkosa dan dibunuh dan dibinasakan seperti hewan buruan. Adalah, benih benih yang menguatkan Roh perlawanan bagi rakyat yang di esploitasi oleh kaum penindas menuju pembebasan nasional secara demokratis.
Boleh kau mengguasai, boleh kau mengambil, boleh kau merampas, dan membunuh. Tetapi, makna dan arti dari tubuh dan darah yang kau bunuh dalam cinta dan derita ini menghasilkan bibit perlawanan yang ampuh dan mampu melahirkan kaum revolusioner sambil mengandeng sejata idologi sebagai bukti Rakyat meinginkan kebebasan berdiri sejara dengan bangsa bangsa di belan dunia lain sebagai akibat dengan adanya akar tirani.
Semua yang sudah terjadi, yang telah terjadi, dan akan terjadi adalah benih dan pupuk perlawan kaum revolusioner bagi kaum tertindas (Proletar) rakayat Papua. Satu darah yang jatuh dan satu tubuh yang di ku n urusan diatas negeri leluhur Papua Barat itu sebagai sebuah senjata revolusi dan roh ideologi kepapuan dan kembali mama papua sebagai sumber hidup, hikmat, dan penggarapan akan kembali melahirkan sekian banyak anak negeri Papua Barat yang terpimpin terorganisir, patriotik, Progresif, Militansi, dan Revolusioner yang kembali mengangkat harkat dan martabat terutama meluruskan sejara revolusi Papua barat yang di hianati oleh iblis di muka bumi ini adalah bernama indonesia, Amerika dan jajaranya
Sudah lama, dan sekian lama kau mendidik, kaum bertindas (Rakyat Papua) dengan tindakan mu,kebohongan mu, kemunafikan mu, kebohongan mu, kepahitan mu, yang kau b tuturkan berbagai.motif mulai dari, Reaksioner, Represif, Arogansi dan berbagai tindakan masif lainnya dalam subjektif kenyataan sosial di tanah leluhur Papua Barat.
Terimaksi penjajah, tindakan mu kami terbagun dari ketiduran nyenyak, dan dari kuburan kau gale. Dedaunan pepohonan yang kau tebangi dan hitami, gunung gunung yang kaun gusur, laut laut dan danau danau yang kau kuburi dan tubuh manusia yang kau bunuh untuk kau makan indonesia, Amerika.dan jajaranya.
Situasi objektif inilah arti dari sebuah darah dan dan tubuh sebagai pupuk pupuk revolusi yang mengguatkan roh perlawanan bagi kaum yang di esploitasi yakni, bagi bangsa dan rakyat Pupua Barat menuju Pembebasan Nasional Papua Barat Demokrasi secara Politik, Adil Secara Sosial, Sejatera secara Ekonomi, dan Pastisipasi secara Budaya bagi bangsa dan rakyat Papua Barat.

Oleh: Jhemzz

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.