Darurat Demokrasi: Aparat Negara Represi aksi massa Di Ternate - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

Header Ads

test banner

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 29 September 2017

Darurat Demokrasi: Aparat Negara Represi aksi massa Di Ternate

Gambar salah seorang aktivis, massa aksi, sedang di tarik-bajunya oleh Inteligen ditengah kerumunan Polisi gabungan TNI.

Lawan kebangkitan Orde Baru, lawan kebangkitan Militerisme, dan selamatkan Demokrasi untuk rakyat!

Polisi melakukan pembiaran atas represif, intimidasi, dan pemukulan Intel korem (Tentara Ternate) terhadap massa aksi pada jumat, 29 September 2017.

Semakin ngerih sikap tentara dan polisi diternate, dan bahkan bukan baru kali ini, sikap tentara dan polisi diternate Maluku Utara, tapi sudah berulang kali dilakukan.

Polisi Ternate, berada di bawah kolong ketiak Tentara, dan tentara semakin brutal dalam aktivitas Demokrasi rakyat/massa aksi:

Aksi yang secara prosedur, sudah dilaksanakan oleh kawan-kawan Maluku Utara (Kota Ternate) pada Jumat, 29 September, 2017. Kepada pihak kepolisian. Namun, surat pemberitahuan tak dihargai sebagai bentuk hak Demokrasi setiap warga negara, terutama (Hak kebebasan berekspresi dan hak mempertahankan demokrasi yang diserang oleh politik orde baru). Bukannya sebagi lembaga sipil yang punya hak melindungi aktivitas Demokrasi sipil, mala masih berlaga bego (kerja sama dengan tentara), berada dibawah ketiak tentara/Militerisme.

Itulah sebabnya, polisi Ternate justru takut sama tentara dan menjadi bagian dari orang-orang tak berkemanusiaan, melindungi kekuatan Militerisme, kompromi, pragmatis, dan akan selalu ada dibawah kolong ketiak Tentara. Massa aksi yang sudah memasukkan pemberatahuan aksi (dan seharusnya tugas pengawalan dari polisi) justru membiarkan Intel korem/tentara melangsungkan represifitas, intimidasi, dan pemukulan secara brutal terhadap kawan-kawan Ternate--sampai baju sobek, dan babak-belur.

Inilah negara Indonesia, saya mau bilang bahwa polisi dan tentara Ternate satu-satunya sekelompok manusia yang justru semakin hari, semakin tak manusiawi. Ngerih, sikap dan tindakan tentara dan polisi diternate ini. Dan bukan baru kali ini dilaksanakan/dilakukan oleh Tentara dan pembiaran polisi, tapi sudah berulang kali. (Rudy Amir)
posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Laman