Orang Papua Akui Saja Bahwa Kitorang Sedang Dijajah - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

Header Ads

test banner

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 19 September 2017

Orang Papua Akui Saja Bahwa Kitorang Sedang Dijajah

ilustrasi gambar: pembunuhan masih berlanjut. list

 
Penulis: John Lama*

Pengakuan itu datang dari keberadaan sosial orang Papua, dimana Papua sedang kolonisasi. Hingga pengakuan itu ditunjukan dengan aksi-aksi nyata. Selain aksi nyata, banyak orang yang mengangkat dalam karya-karya seni, sastra, hingga orang-orang Indonesia yang melawan Kolonialisme Indonesia Pun ikut terlibat memperjuangkan aspirasi rakyat Papua barat—soal pengakuan tadi.

Dierah moder ini, banyak tulisan (artikel, opini, berita) dipublikasi lewat media online dan cetak, buku; pendokumentasian tentang Papua, tentang kondisi keberadaan sosial rakyat Papua, tak jauh berkesimpulan terhadap kondisi objektif yang sangat memprihatinkan—hal fundamentalnya adalah atas-nama kemanusiaan. Manusia menjajah manusia lain; Penjajahan terhadap bangsa lain.
Keprihatinan atas keberadaan orang-orang Papua itu tak tercipta begitu saja di media propaganda hingga kehadiran (pejuang) orang Indonesia untuk Papua.  Ide-ide, gagasan, hingga kaum pro demokrasi untuk Papua yang ada adalah cerminan dari kondisi keberadaan rakyat Papua. Maka, pengakuan orang Papua tentang keberadaan mereka—sedang dijajah—adalah syarat-syarat Bangsa West Papua, sebagai bangsa yang dikoloni, menuntut Hak Penentuan Nasib Sendiri Sebagai Solusi yang demokratis.

Sebelum bertanya mengapa orang Papua di jajah? dan Bagaimana? Mari kita simak definisi--bukan menurut KBBI—Penjajahan. Penjajahan atau kolonisasi adalah sebuah tindakan menguasai wilayah, atau monopoli wilayah-bangsa lain demi kepentingan tertentu. I tulah tafsiran yang saya definisikan dari realita kondisi objektif Papua. Bagaimana Papua di kolonisasi? Hal itu tak terhindar dari sejarah perjuangan orang Papua untuk membebaskan diri dari kolonialisme Belanda sejak tahun 1935 hingga 1963 (sampai Belanda menyerahkan Papua kepada (sistim) negera Kolonial Indonesia  melalui Tentara PBB: UNTEA). Kemudian, penjajahan Indonesia sejak 1961 (Operasi Trikora, Madala untuk membubarkan Negara West Papua [Komando TRIKORA Soekarno]), hingga saat ini.

Ada catatan penting yang orang Papua tak pernah lupa adalah:
(1) Sejarah 1 Desember 1961 adalah Hari Nasional West Papu, pengibaran Bendera Nasional Papua Barat—Bintang Kejora—pertama Kali di Papua Barat, tepatnya di Holandia (kni Jayapura). Sejarah itu sangat penting bagi orang papua. Selain pengibaran, juga telah melahirkan manifesto politik perjuangan rakyat Papua—yang hingga sampai saat ini masih terus diperjuangkan—dan terjadi peralihan gerakan tradisional yang didorong oleh nasionalisme Etnis, bernegasi ke Gerakan Modern yang di dorong oleh nasionalisme Papua—bangsa-Negara West Papua.

(2). Negara West Papua yang berumur 18 tahun, kemudian disabotase melalui Tiga Komando Rakyat yang di keluarkan oleh Presiden Ir. Soekarno di Alun-Alun Utara, Kota Yogyakarta, dalam rangka merebut kembali Irian Jaya di pangkuan Ibu Pertiwi (?) atas dalil Irian Jaya adalah bagian dari jajahan Hindia Belanda (?).

 (3). Catatan penting tentang sejarah Penipuan dan Pembodohan terhadap orang-orang Papua oleh Belanda, Amerika Serikat dan Indoensia. Pembahasan Persetujuan New York Agreement (1962), Aneksasi: Penyerahan Papua dari Belanda kepada Indonesia Melalui Tentara Untea (AS). Penandatanganan Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia Pertama (pada 1967) sebelum orang papua menentukan pendapat suara sesuai Perjanjin New York, yang direncakan—oleh Indoneisa, AS dan Belanda—pada tahun 1969; Kemudian Proses pelaksanaa Pepera (1969) yang mendapatkan suara perwakilan oleh 0,01% rakyat Papua, dan itu pun berlangsung dibawa tekanan militer dan penuh intimidasi; Kongres II di tahun 2000 yang disabosate (yang kedua kali) dengan Prodak Otonomi Khusus; dan Kongres II di tahun 2012 yang berakhir dengan Penembakan, pengejaran, penangkapan, pemenjarahan, dan pembunuhan.

Ada pula Catatan penting yang harus disadari Oleh Indonesia bahwasannya yang memanifestasi kesadaran rakyat untuk terus melakukan perlawanan sebagai upaya Pembebasan adalah:
(1). Kehadiran bangsa asing (tak bermaksud rasis), mulai dari bangsa Eropa hingga Indonesia telah menunjukan sikap menguasai.
(2). Operasi-operasi milteristik. Upaya menduduki dan menguasai West Papua (1962-1998 hingga sampai saat ini). Pembunuhan, Pengejaran dan penyiksaan, Pembantaian.
(3). Monopoli Sumber Daya Alam Papua untuk kepentingan provit kapital bagi Investor dan Negara.
(4). Orang Papua menjadi minoritas diatas Negerinya sendiri. Hal itu bisa pastikan secara teliti di setiap sektor. Misalnya, infrastruktur: Ekonomi, Pasar Modern; bahan manufaktur, usaha mikro dan makro dikuasai oleh bukan orang Papua. Pembangunan Pendidikan yang tak merata dan ketimpangan sosial. Kemudian Pemekaran dan Pembangunan Kota yang justru melebar sayap Pelanggaran HAM dan ketimpangan sosial. Kemudian Supra Struktur = Negara : Penerapan UU Negara Kolonial di Papua beseta pengadilan, Parlemen besertaa Jaksa kolonial, Dominasi Budaya Penjajah, Pendidikan berkebutuhan penjajah dan kapitalis yang licik, Agama yang penitipan/menjalankan misi Penjajah beserta para nabi utusan mereka.

Semua itu dilakuan, Papua di jajah, atas kepentingan menguasai Wilayah Papua yang subur akan Kekayaan Alam, demi memajukan Industri-kapitalis di Indonesia sampai di Negara-negara Eropa sana. Kini, Jalan Trans Papua, Tol Laut, dan rell Perkereta apian menjadi  fokus pembangunan Presiden Jokowi di Papua. Kepentingannya apa? Agar akses hasil eksploitasiannya lancar dan tentu atas kepentingan akumulasi kapital. Tak ada dampak positif atau kepentingan tertentu yang menguntungkan rakyat yang sedang kolonisasi.

Gerakan Rakyat Papua Merdeka: Pengakuan Kolonisasi Papua

Maka kembali ke cerita diawal tadi, orang Papua mengakui bahwa setelah Belanda, Indonesia Menjajah Orang Papua, hingga hari ini. Pengakuan itu bersyarat dari keberadaan sosial rakyat Papua yang rill dan objektif. Sebab-akibatnya adalah bermunculan gerakan rakyat Papua Barat yang ingin menentukan nasibnya sendiri. Hak Penentuan Nasib Sendiri yang dituntut oleh rakyat Papua adalah tentu akibat dari sebab penjajahan. Pendek-kata, ada sejarah peradaban manusia-masyarakat adalah antagonisme klas yang terus kontradiktif. Ada (+) penjajahan maka ada (-) perlawanan.

Satu hal penting yang orang Papua tak inginkan adalah Apa kah nasibnya akan sama seperti orang-orang Aborigin di Australis? Tapi pertanyaan Pesimis. Perjuangan pembebasan Nasional bangsa, tanah dan air, HARUS dibayar sampai titik darah penghabisan; Hingga bangsa (nation) baru, yang mandiri secara ekonomi, adil secara sosial, Demokratis carat Politik—adalah pengakuan orang-orang Papua atas penjajahan.

Penulis adalah Petani di Maybarat, Sorong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Laman