Coding I : Mati Misterius Bagi Orang Papua: Bagian Dari Pola Penjajahan (genosida) - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 18 Oktober 2017

Coding I : Mati Misterius Bagi Orang Papua: Bagian Dari Pola Penjajahan (genosida)

Kekerasan Indonesia di West papua (Foto/DOK WK)
Oleh : Jhon Gobai

Mati Misterius Bagi Orang Papua: Bagian Dari Pola Penjajahan (genosida)

Pembunuhan oleh OTK, Tabrak Lari, Mati Misterisu, merupakan Pola lain (bagian dari penjajahan, pemusnahan etnis) yang diberhadapkan kepada hidup orang2 Papua. Hampir semua, sering kali ada berita serupa ini, pasti korbannya adalah orang Papua, ras Melanesia. Ini realita. Apa pun kondisinya, dimana pun situasi dan keberadaan orang Papua, makin drastis menaikan angka kematian bagi orang Papua. Populasi manusia Papua semakin menurun. Hal ini, Rakyat Papua harus melihat sebagai bagian dari strategi pemusnahan etnis Papua-Melanesia.
Sikap Keangkuhan dari Penjajah, diskriminasi rasila yang sangat kuat seturut dengan adanya sikap superior (Dimana sumber produksi dan pasar di kuasai, serta dominasi kebudayaan penjajah, yang selalu menanamkan kaum pribumi Papua adalah bodok, terbelakang, konsumeris, miskin, dsb.) Itulah kenyataan diskriminasi kebudayaan yang selalu menganggap orang papua sebagai manusia yang tak beradap. Bahkan, nyawa manusia pun, dunngguh tak ada nilainya dimata Negara Kolonial Indonesia.
Memahami Penjajahn, tindakan Negara (penjajah) tak selalu Indentik dengan Senjatah, Represifitas aparatus Negara, Kebijakan yang sepihak/monopoli, atau Pelanggaran HAM berat yang dilabeli oleh Lembaga HAM Indonesia (yang tak kunjung selesainya pula). Memahami Penjajahan juga, Indonesia tak pernah akan membiarkan orang Papua hidup diatas negerinya. Sekali pun tanah, sumber hidup, alat produksi serta segala lini kehidupan dikuasai oleh Mereka. Sebab, Indentitas Orang Papua, Hitam Kulit, keriting rambut, juga merupakan symbol dari “papua merdeka”. Keinginan Kemerdekaan Papua itu telah lama ada sejak sebelum Aneksasikan kedalam tangan Penjajah—itu lah catatan garis merah Parah Penjajah.
Anda saksikan saja sikap Negara Indonesia di Meja PBB saat membicarakan Pelanggaran HAM di Papua. Mereka membantah sesuatu yang sering terjadi. Sesuatu yang sudah lama berlangsung ditenah kehidupan orang Papua. Anda tahu, berapa harga diri dan nyawa manusia dimata Hukum dan HAM (Negara Kolonial Indonesia serta PBB)? Anda tahu, ketika 7 Negara mempertanyakan status orang-orang Papua di Genewa saat pertemuan PBB, apa yang Indonesia katakan? “Papua aman-aman saja. Trada pelanggaran HAM”.

Itulah sikap Negara Indonesia yang mencerminkan keangkuhannya terhadap bangsa lain. Jangankan peristiwa tabrak lari dan mati misterius. Pembantaian melalui operasi militeristik di Papua, yang mengorbankan ratusan hingga ribuan juta jiwa, saja dapat dibantai oleh Negara. Lalu apa definisi Kolonialisme di Papua? Bila Kematian bagi orang Papua, tabrak lari, mati misterius, hingga operasi militeristik, diilhami sebagai nasip kehidupan orang Papua!

Coding I : Mati Misterius Bagi Orang Papua: Bagian Dari Pola Penjajahan (genosida)
Coding II : Mati Misterius di Papua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here