Selamat HUT KNPB Yang Ke 9 - WENAS KOBOGAU

WENAS KOBOGAU

Percikan Bunga Api Untuk West Papua

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 19 November 2017

Selamat HUT KNPB Yang Ke 9

Oleh : Abbi Douw

Bukan sebuah pekerjaan mudah. Hormat! Komite Nasional Papua Barat (KNPB), mampu bertahan dalam segala iklim menghadapi gempuran militerisme, di bawah payung kolonialisme Indonesia dan setia menjadi kawan bagi rakyat tertindas. Banyak pahlawan, pejuang kemanusiaan, aktivis KNPB yang telah gugur dan menjadi martir bagi Tanah Air. Hubertus Mabel, Victor Kogoya, Mako Tabuni, Martinus Yohame, dan masih banyak lainnya, yang belum sempat saya sebutkan nama-nama mereka. Banyak juga yang telah ditawan, dijadikan DPO polisi kolonial, disiksa, dan menghilang tanpa suara. Namun kenyataannya KNPB masih ada sampai saat ini, walaupun penjajah terus berusaha untuk menghancurkan dan menghabisi seluruh aktivitas perjuangannya, baik fisik maupun psikis, demi mengamankan kepentingan penghisapan negara-negara imperialis Amerika, Inggris, dkknya atas manusia dan bumi Papua.
Sudah memasuki usia 9 tahun, KNPB memediasi rakyat. Tanpa mengenal kompromi, tanpa mengurangi sedikit pun volume suara megaphone atau mic speaker di jalan-jalan revolusi, tanpa menunduk-nunduk, tanpa mundur (1 cm) pun, untuk menentang; perampasan terhadap tanah, hutan, laut, dan segala tempat di mana rakyat menyandarkan diri mencari penghidupan; menentang pembunuhan yang membabi-buta, hingga genosida; menentang segala bentuk pembungkaman, penindasan, dan penghisapan yang diciptakan boneka Imperialisme, yaitu kolonial Indonesia.
Sudah 9 tahun sejak berdirinya, KNPB telah dan sedang mencatat sejarah dalam perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat dengan darah dan tulang-belulang. KNPB telah membawa rakyat Papua kembali sadar dan dengan tegas menolak dan dengan lantang mengatakan “TIDAK” pada pemerintahan kolonial Indonesia untuk berkuasa di Papua. Benih yang telah lama ditabur, telah menumbuhkan daun-daun (walaupun bunga masih berproses untuk mekar). Artinya, asap penindasan yang ditiupkan dari Papua, telah membuat mata rakyat Internasional melihat (bahkan rakyat Indonesia sendiri pun telah melihat dan sedang ikut berjuang bersama), bahwa rakyat Papua sedang tertindas dan berjuang menentang Imperialisme, dengan berjuang menaiki tangga pertama, melakukan kerja demi mewujudkan Revolusi Nasional Demokratik.
Di rentang waktu ini kita sedang berada di masa-masa perang, kita sebut Perang Kemerdekaan Nasional melawan Perang Perang Penindasan yang dilancarkan oleh Kolonial Indonesia. Menyerang dan bertahan adalah dua komponen yang selalu menaungi dan menentukan kemenangan maupun kekalahan dalam peperangan. Menyerang tidak selalu berarti aktif, begitu juga bertahan, ia tidak selalu pasif, keduanya merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dan saling memengaruhi. Sun Tsu tegaskan, pertahanan terbaik adalah dengan menyerang. Juga sebaliknya, penyerangan yang terbaik adalah dengan syarat-syarat pertahanan diri yang mesti sudah terpenuhi (sebab menyerang tanpa pertahanan itu bunuh diri). Dan kitorang sedang dinaungi kedua hal ini. Suhu secara keseluruhan masih normal dan kita sedang berada dalam posisi bertahan dengan sesekali melakukan aksi penyerangan (tapi kolonial kadang stress. Jenggot tabakar). Kita belum melakukan gerak menyerang, sebab syarat bertahan untuk melakukan serangan sementara belum kitong lengkapi [tenaga penggerak, bumi (geo-pol), peralatan pendukung (senjata menghancurkan hegemoni dan membangun semangat berjuang rakyat), kekuatan musuh, tempo/waktu]. Hal ini penting untuk dipersiapkan.
Dan realita pertentangan semakin jelas, antara petani dan madat yang tanah-tanahnya dirampas oleh program perkebunan skala industri oleh kolonial, Mama Pasar di bawah sistem kolonial yang rasis dan diskriminatif, nelayan yang lautnya dirampas oleh perusahaan MNC, militer, dan pemerintah kolonial, perempuan yang hak-haknya semakin ditindas di bawah sistem kolonialisme (dengan pembangunan kebudayaan kolonial), pendidikan yang tidak bermutu, buruh pemilik bahan mentah yang hanya mendapat gaji (1,..sekian)% dari keseluruhan hasil produksi, usia hidup Orang Asli Papua (pemuda/i) yang terus dipangkas oleh militer kolonial; Dan hal mendasar umum yaitu kebebasan berpolitik yang dipasung. Kenyataan tersebut, pada titik didih/kritis tertentu dapat memicu dan memberikan peluang bagi terciptanya gejolak revolusi di West Papua. Dengan catatan, rakyat harus disadarkan dan perlu dituntun menuju jalan yang benar(ini tugas kita bersama).
Dan tentu sampai hari, KNPB masih setia dan bertumpu pada kekuatan massa/mobilisasi massa. Kekuatan aksi massa yang revolusioner (tanpa kompromi, seperti dalam kamus KNPB) guna melumpuhkan aktivitas ekonomi maupun politik, seperti mogok dan boikot aktivitas administrasi pemerintahan kolonial di Papua. Gerakan aksi masa yang digencarkan oleh buruh, tani, nelayan, perempuan, masyarakat adat, dan pemuda serta mahasiswa, yang telah disatukan oleh kepentingan ekonomi dan politik yang sama; yaitu Merdeka!
Walaupun pemikiran hampir sebagian dari masyarakat akar rumput kita, masih memiliki pola berpikir yang lama, bahwa "Akan datang seorang penyelamat (PBB/Amerika/Israel/EROPA/Pemerintah tertentu)/mesias/tokoh tertentu/pahlawan yang akan menyelamatkan mereka" Namun kesadaran ini, menjadi tanggung jawab bersama, guna meminimalisir dan membangun kepercayaan diri serta moralitas sebagai manusia yang merdeka dan ingin berdiri sendiri, menentukan nasibnya sendiri. Sebab Pengalaman Revolusi 1905 membuktikan bahwa, hanya buruh dan rakyat tertindas lainnya itu sendiri, yang dapat membebaskan dirinya.
Akhir kata, sa angkat topi. Kas tunduk kepala 45 (derajat). Dan bilang: “Hormat untuk Militansi yang luar biasa”
SELAMAT ULANG TAHUN
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT
Yang ke-9 Tahun.
Semoga di umur yang ke-9 tahun semakin maju, mau belajar, dan mengajar untuk Pembebasan Nasional.
“Sejarah Akan Membebaskan Kita” Fidel Castro
Panjang Umur Perlawanan
Salam Pembebasan Nasional
Sayang Rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here